MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 24 Mei 2019 10:28
Wanita Pemilik H5 Dituntut Satu Tahun Penjara
DITUNTUT: Terdakwa perkara narkotika jenis Happy Five (H5) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, class="m-5790701625528901939ydp6c35b935msonormal">TARAKAN – Wanita pemilik dua butir pil Happy Five (H5) yaitu Hasnah, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN), Selasa (21/5) lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dinasto Cahyo Utomo yang membacakan tuntutan tersebut menuntut terdakwa hukuman penjara satu tahun dan denda Rp 5 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Dikatakan Dinasto, terdakwa dianggap sopan dalam persidangan dan menyesali perbuatannya. Kemudian Hasnah juga mengakui perbuatannya dan mengakui H5 tersebut digunakannya agar bisa tidur. “Terdakwa didakwa pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Dalam pasal 62 ini berisi barang siapa secara tanpa hak, memiliki dan/atau membawa psikotropika dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,” kata Dinasto.

Lebih lanjut kata Dinasto, berdasarkan keterangan saksi, pil H5 tersebut didapatkan Hasna dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan. Selain itu, dari pengakuan Hasnah, ia sering keluar malam sehingga menyulitkan dirinya tidur. Dari situ, Hasnah mulai mengomsumsi H5 agar bisa tidur. “Obat ini harus ada resep dokter, tapi dia tidak ada dan menyalahi aturan,” jelasnya.

Terpisah, kuasa hukum Hasnah, Nunung Tri Sulistyawati menuturkan, pil H5 yang dikomsumsi kliennya selama ini digunakan hanya untuk dirinya, agar ia bisa tidur. Diketahui H5 adalah psikotropika golongan IV. Dalam undang-undang, kata Nunung, psikotropika merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. “Dia tidak tahu itu dilarang atau tidak. Intinya dia pakai biar bisa tidur dan dia tidak beli barang itu karena dia dikasih temannya,” ungkapnya. (zar/ash)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*