MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 23 Mei 2019 13:59
Masjid Nurul Huda, Masjid Termodern di Eranya

Masjid-Masjid Tua di Kota Tarakan (Bagian-15)

BERSEJARAH: Suasana di dalam Masjid Nurul Huda sudah mendapat renovasi yang awal berdirinya hanya berupa surau. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Masjid Nurul Huda merupakan sebuah masjid yang terletak di Jalan Gunung Sepuluh, RT 11, Kelurahan Kampung 6, Kecamatan Tarakan Timur.

AGUS DIAN ZAKARIA

JIKA masjid Baburrahhim, Kelurahan Lingkas Ujung menyandang status masjid tertua di Kecamatan Tarakan Timur berdasarkan catatan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, namun tidak banyak yang mengetahui jika masjid Nurul Huda juga merupakan salah satu masjid tertua yang tahun pembangunannya masih menjadi kontroversi.

Dari pengakuan beberapa warga asli setempat, masjid ini sudah ada sejak tahun 50-an. Masjid yang dulunya merupakan surau ini, dipercaya telah berdiri sebelum adanya masjid Baburrahim.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Waridi (55). Ia menerangkan masjid ini dulunya dibangun oleh perusahaan minyak Pertamina yang merupakan perusahaan pertama di Kota Tarakan. Hal itulah yang menjadi dasar kuat, jika masjid ini sudah ada sebelum adanya masjid-masjid di Tarakan Timur lainnya.

Karena menurut warga setempat, pembangunan tempat ibadah tersebut tidak terlepas karena tidak adanya tempat ibadah masyarakat setempat kala itu.

“Masjid ini sebenarnya dibangun tahun 1950-an  yang dulunya masih surau, tapi dari catatan kemenag masjid ini baru berdiri 1970.  Masjid ini dulu merupakan surau kecil yang sudah berdiri. Konon ceritanya sudah ada tahun 50-an yang dibangun oleh Pertamina pada saat itu,” ujar Waridi, kemarin (22/5).

Meski demikian, tidak ada yang mengetahui pasti tahun dibangunnya masjid tersebut. Hanya saja, hal menarik dari masjid ini ialah pernah menjadi tempat ibadah termodern di Kota Tarakan.

Dari pengakuan warga yang telah wafat, sejak pertama kali masjid yang dulunya berstatus musala tersebut sudah dibangun dengan berbahan material modern seperti semen beserta ubin. Padahal, saat itu bahan tersebut, sangat sulit didapatkan dan harganya pun cukup mahal.

Mengingat pembangunan dilakukan oleh perusahaan minyak termasyhur kala itu. Tidak heran, meskipun sulit dan mahalnya bahan material saat itu, tidaklah menjadi soal.

“Kalau cerita orang tua dulu, masjid ini memang sudah batu sejak masih surau, memang dulu bentuknya yang lebih kecil sekitar 9x9 meter. Tapi bisa dikatakan tempat ibadah yang paling modern di eranya. Karena surau lain di Tarakan waktu itu semua masih kayu,” bebernya.

Seiring perkembangan zaman, jadi jemaah semakin bertambah, akhirnya dari hasil swadaya maupun donatur akhirnya dibangunlah menjadi masjid dengan luas 25x20 meter.

Meski pembangunan dilakukan sebuah perusahaan, namun saat ini masjid tersebut telah lama diserahkan kepada masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, pembangunan rumah ibadah tersebut memang ditujukan kepada warga sekitar.

“Masjid ini memang masih masuk tanah Pertamina, tapi dari Pertamina sendiri waktu itu sudah memutuskan menyerahkannya ke masyarakat. Pada dasarnya memang Pertamina membangun masjid ini untuk masyarakat sebagai CSR,” jelasnya.

Karena memiliki lahan cukup luas, masjid ini dapat menampung 1.000 jeamaah. Tidak hanya itu, selain digunakan untuk ibadah, kompleks masjid juga dapat diperuntukkan untuk keperluan sosial warga setempat seperti berjualan maupun mengadakan hajatan.

“Masjid ini memiliki kapasitas 1.000 jemaah dan juga masjid ini menyediakan lapak usaha bagi warga yang ingin berjualan. Setiap salat di hari biasa masjid ini didatangi sekitar 300-an jemaah. Selain itu kalau ada warga yang anaknya mau menikah dan tidak punya lahan untuk resepsi, masjid ini punya halaman luas yang bisa digunakan warga di sini,” tuturnya.

Sementara itu Sayyid Harun , Imam Masjid Nurul Huda menerangkan, di bulan Ramadan ini, selain memiliki kegiatan sama pada masjid lainnya. Masjid Nurul Huda juga memiliki kegiatan berbuka puasa bersama yang disediakan secara gratis. Hal itu dimaksudkan, agar seluruh umat Islam merasa merasakan indahnya Ramadan meski dalam keadaan sulit.

“Di bulan ramadan ini, masjid ini memiliki agenda tidak jauh berbeda dari masjid lainnya, masjid ini menyediakan bukber setiap harinya dan tadarus setelah salat tarawih. Selesai ibadah, biasanya jemaah disajikan dengan kultum juga,” pungkasnya. (***/eza)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:24

Tabung Gas dan Kompor Diamankan

TARAKAN- Untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran yang terjadi di…

Rabu, 19 Juni 2019 11:21

Baju Layak Pakai Diserbu Warga

TAK hanya bantuan makanan, namun bantuan pakaian bekas pun sudah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:19

Usai Lebaran, Segini Nih Pendatang yang Tercatat Menetap di Kota Ini

BERDASARKAN data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, jumlah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:13

Ini Cerita-Cerita di Balik Kebakaran di RT 15 Juata Laut

Kisah pilu dialami ratusan korban kebakaran di Juata Laut, Senin…

Rabu, 19 Juni 2019 11:10

Rencana Relokasi ke Tempat Layak

WAKIL Ketua DPRD Tarakan Muddain, S.T, yang hadir di lokasi…

Rabu, 19 Juni 2019 10:28

Drainase Ditumbuhi Tanaman Liar Sebabkan Banjir

TARAKAN - Karena drainase yang kecil serta dipenuhi banyak tanaman…

Rabu, 19 Juni 2019 10:22

Berharap Terbaik, Wali Kota Tanggung Tiket Atlet

TARAKAN – Pelaksanaan kejuaraan dunia yang akan dilaksanakan di Pontianak…

Selasa, 18 Juni 2019 12:26

2,5 Jam, 42 Rumah Ludes

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap permukiman…

Selasa, 18 Juni 2019 12:24

Tabung Gas Mahal, Disdagkop Malah Bilang Minim Laporan

TARAKAN – Keberadaan LPG 3 kg di Kota Tarakan dikeluhkan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:23

WAJIB..!! Ikan dari Malaysia Diwaspadai

TARAKAN - Menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*