MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Mei 2019 13:29
Masih Pada Tahan ‘Napas’

Bursa Pilgub Mulai Ramai Dibicarakan Publik

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, Usai pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif serentak pada 17 April lalu, isu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (pilgub) 2020 mulai mengundang perhatian kalangan masyarakat. Termasuk di media sosial (medsos) Facebook, ada saja masyarakat yang mulai melirik nama-nama kandidat pemimpin yang diinginkan.

 

---

 

DIMULAI dari dr. Ari Yusnita dan dr. H. Jusuf Serang Kasim. Seperti yang diketahui bersama, dr. H. Jusuf Serang Kasim merupakan Wali Kota Tarakan yang menjabat selama dua periode pada 1999-2009 lalu.

dr. H. Jusuf Serang Kasim juga menjadi kandidat dalam Pilgub 2015 lalu. Ia menanggapi, jika pembicaraan Pilgub hari ini masih sangat dini. “Sementara saya no comment, kita lalui dulu tanggal 22 Mei ini karena ini yang penting secara nasional. Perhatian kita semua tertuju pada hasil itu, jadi no comment dulu soal itu,” tuturnya singkat.

Senada yang diucapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), dr. Ari Yusnita yang merupakan anak dari dr. H. Jusuf Serang Kasim. Sementara ini ia ingin fokus di sisa masa jabatannya sebagai anggota DPR RI.

dr. Ari Yusnita ingin menyelesaikan program-program yang menyasar masyarakat Kalimantan Utara. “(Pilgub) untuk sementara masih belum bisa memberikan tanggapan apa pun. Sekarang saya fokus dulu dengan tugas saya di Senayan,” kata dr. Ari.

dr. Ari merupakan anggota Komisi VII DPR RI. Sesuai dengan bidangnya, program kerja yang bermitra keja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM, Kementerian Riset dan Teknologi. Beberapa di antaranya sudah membuahkan hasil dan tengah dinikmati masyarakat.

Seperti pemasangan jaringan gas (jargas), lampu penerangan jalan, konverter kit nelayan, pengadaan motor sampah, sumur bor dan bidik misi untuk program beasiswa. Tentu masih banyak yang perlu diperjuangkan di pusat untuk pembangunan provinsi termuda di Indonesia ini.

 

MASIH ADA TANGGUNG JAWAB DI TARAKAN

Figur satu ini tengah menjabat sebagai wali kota. Namun namanya juga kuat disebut-sebut akan masuk dalam bursa Pilgub. dr. Khairul, M.Kes, masih enggan membicarakan pertarungan Pilgub ke depan.

Mantan Sekkot Tarakan ini lebih fokus pada persiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena dukungan penyelenggaraan pesta demokrasi menjadi tanggung jawab pemerintah. “Kami (pemerintah kota) hanya membantu melaksanakan monitoring, dan evaluasi persiapan-persiapan itu. Kami sih menunggu saja tahapan itu dan apa yang menjadi tugas kewenangan kami di kota,” bebernya.

Menurut Khairul, siapa pun figur yang akan menjadi kandidat nantinya wajib memperhatikan setiap kabupaten/kota di Kaltara, misalnya dengan melakukan pembangunan sisi ekonomi dan sebagainya. “Jadi memang kabupaten/kota ini tidak bisa dibiarkan berjuang atau berjalan sendiri, karena juga perlu bimbingan, arahan dan bantuan dari Gubernur Kaltara Pak Irianto Lambrie  selaku orang tua. Kewenangan dan tanggung jawab akan menjadi hal yang penting bagi kami,” jelasnya.

“Sebagai kepala daerah Tarakan, kami berharap agar Gubernur Kaltara nantinya merupakan figur yang memiliki perhatian besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Tarakan dalam berbagai aspek, serta dukungan pengembangan pelayanan publik,” sambungnya.

Disinggung terkait postingan masyarakat yang menginginkan dirinya maju untuk menjadi salah satu kandidat, Khairul menyatakan bahwa dirinya mempersilakan siapa pun yang mendukung. Namun secara pribadi, Khairul mengaku belum pernah berpikir untuk maju. Kota Tarakan masih membutuhkan perhatian agar bias keluar dari berbagai persoalannya yang kompleks. Sehingga dirinya memiliki rasa tanggung jawab terhadap amanah yang sudah diberikan masyarakat terhadap dirinya.

“Bisa dibilang, Tarakan saat ini sedang dalam kondisi kritis. Tapi wujud pemilihan kepala daerah itu salah satunya adalah harapan seperti ekspektasi perbaikan terhadap pertumbuhan Kota Tarakan. Jadi tugas dan tanggung jawab saya masih besar, karena perkembangan kota masih dinamis. Saya terus bekerja untuk menyelesaikan tugas saya sebagai kepala daerah Kota Tarakan,” urainya.

Menyikapi dinamika yang terus berkembang, Dr. H. Irianto Lambrie masih enggan berbicara banyak. Salah satu alasannya, karena Pilgub juga terbilang masih cukup lama. Sehingga, ia masih ingin fokus untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang Gubernur.

“Kalau soal pemilihan gubernur, tenang-tenang saja. Kan sesuai undang-undang (UU), 2021 saya baru habis masa jabatan. Jadi, kalau saya ditanya apakah saya akan maju lagi, itu nanti,” ujar Irianto beberapa waktu lalu.

Menurutnya, semua itu mengalir saja. Sebab, tidak ada yang tahu umur seseorang itu ke depannya seperti apa. Maka dari itu, ia menegaskan jalani saja dulu yang ada. Artinya, tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita lihat nanti. Yang menentukan itu, kan saya nanti. Bukan orang lain,” sebutnya sembari tersenyum.

Sementara untuk kondisi Kaltara saat ini, ia menuturkan, masyarakat tentu bisa melihat apa yang sudah ada saat ini. Sebab, secara kasat mata apa yang dihasilkan Pemprov Kaltara sudah jelas. Bahkan, ada fakta dan data-datanya. Manfaat dari apa saja yang sudah dirasakan masyarakat. “Jadi jika ada yang mengatakan kami (Pemprov, Red) kurang kerja nyata, yah saya rasa orang itu belum melihat dengan jujur,” katanya.

Pastinya, Pemprov tetap akan terus membangun daya saing dari provinsi termuda Indonesia ini agar ke depannya mampu bersaing dengan daerah lain untuk mencapai kemajuan yang lebih bermartabat.

 

RAMAI MENDORONG HAFID

Nama H. Abdul Hafid Achmad turut mencuat ke publik. Bupati Nunukan dua periode 2001-2011 itu diprediksi maju dalam Pilgub Kaltara. Ia memang tak lagi menjabat, namun kedudukannya dulu di Nunukan kini dijabat sang anak Hj. Asmin Laura Hafid.

Sekretaris DPC Partai Hanura Nunukan Khairil Anwar mengatakan, bahwa ramai yang mengharapkan H. Hafid, sapaannya maju. “Internal partai (Hanura) pun masih melakukan berbagai pertimbangan, termasuk H. Hafid Achmad sendiri masih mempertimbangkan untuk maju di Kaltara,” kata Khairil Anwar.

Posisi Hanura di Kaltara, tentu sangat besar akan mendorong kader sendiri di pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltara, dapat dilihat hasil perolehan suara untuk tingkat provinsi. Bahkan di Kabupaten Nunukan, Hanura meraih 7 kursi.

Cukup mencolok perolehan Pileg 2019 ini, menyusul terpilihnya caleg yang masih merupakan keluarga H. Hafid. Di DPRD Nunukan, ada nama Hj. Rahma Leppa, Ahmad Triady dan Hj. Nikmah, sedangkan di DPRD Kaltara ada Tamara Moriska dan H. Andi Muhammad Akbar.

“Selain itu anak beliau pun mampu tembus di DPD RI yakni, Hj. Asni Hafid,” ujarnya.

Pasca Pileg ini mulai berdatangan untuk mendorong H. Hafid maju di Pilgub 2020, baik tokoh adat, bahkan dari kalangan pengusaha menginginkannya.

Hingga saat ini, belum pernah ditentukan maju sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Peluang di antara kedua posisi tersebut, karena animo masyarakat cukup besar, pun dari Bulungan dan Tarakan.

“Di Nunukan kampung sendiri, tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Sangat banyak yang menginginkan maju di Pilgub Kaltara,” tuturnya.

Untuk di internal Hanura hanya satu nama yang muncul untuk di Pilgub Kaltara, sedangkan untuk Hj. Asmin Laura masih ingin mencalonkan kembali di Pilkada Nunukan di 2020. Sebab, masih banyak pekerjaan yang akan dilanjutkan untuk dua periode.

 

UDIN TERGANTUNG KESEHATAN

Wakil Gurbenur Kaltara H. Udin Hianggio mengungkapkan dirinya belum dapat mengomentari dinamika Pilgub. Terkait foto dirinya yang dipasang netizen dengan salah satu tokoh menurutnya wajar. " Saya belum bisa berkomentar banyak karena saya kira proses itu masih lama dan waktunya masih panjang. Selain itu, umur saya juga semakin bertambah, kita tidak tahu bagaimana kesehatan saya tahun depan," ujarnya, kemarin (19/5).

Soal ia maju atau tidak dirinya pada Pilgub 2020 tergantung pada kesehatannya. "Saya tidak bisa bilang iya atau tidak. Kuncinya adalah kesehatan. Kalau saya masih sehat mungkin saja iya, kalau tidak mungkin sudah saatnya memberi kesempatan yang muda," tuturnya.

Meski demikian, ia menginginkan masyarakat Kaltara tidak terpecah karena urusan politik. Menurutnya, masyarakat Kaltara harus komitmen mengusung satu tokoh dan siap dimenangkan bersama pada Pilgub nanti.

"Saya mau kebersamaan orang-orang Kaltara, bagaimana membangun Kaltara ini ke depan. Jadi, kalau bisa bersatu untuk menentukan siapa yang terbaik," ujarnya.

Dikatakannya, kriteria ideal sosok pemimpin harus benar-benar memiliki komitmen dan tidak diintervensi kepentingan tertentu. Politikus sejati bukanlah mereka yang maju atas kepentingan, namun terdorong maju karena niat tulus membangun Kaltara. "Yang jelas mereka punya niat betul-betul untuk membangun Kaltara. Jadi bukan karena kepentingan tertentu, bukan kepentingan yang membuat kita maju, tapi karena niat besar membangun Kaltara," terangnya.

Mengenai adanya ajakan untuk memilih putra daerah, menurutnya hal tersebut merupakan hak masyarakat. Meski demikian, menurutnya jika seorang tokoh dianggap memiliki kompetensi memadai, maka latar belakang tidaklah menjadi soal.
"Saya ini kan juga sebenarnya bukan asli Kaltara, saya tidak pernah membedakan tokoh asli dan dari luar. Meski bukan putra daerah, kalau dia berkompeten dan memiliki komitmen membangun Kaltara mengapa tidak. Orang dari mana saja mempunyai hak yang sama untuk membangun suatu daerah yang dia cintai. Saya pikir masyarakat sudah melihat mana yang terbaik, mana yang tidak layak. Jadi saya pikir saya tidak perlu berkomentar lagi," urainya.

Salah satu tokoh masyarakat Kota Tarakan, H. Abdul Wahab mengatakan, saat ini sudah ada beberapa figur yang akan maju memperebutkan kursi nomor satu di Bumi Benuanta. Meski demikian, ia berharap figur-figur yang akan maju dan terpilih nantinya adalah orang yang mau mendengarkan kata masyarakat Kaltara.

“Semuanya bagus tapi semua punya kelemahan juga,” ungkap pria yang menjabat sebagai ketuaPengurus Daerah Lembaga Adat Tidung Ulun Pagun (LATUP) Tarakan.

Disebutkan Wahab, H. Udin Hianggio yang saat ini masih menjabat wakil gubernur Kaltara, akan terkendala masalah usia. Begitu juga dengan dr. H. Jusuf SK. Kemudian petahana Dr. H. Irianto Lambrie, dinilai Wahab masih harus menuntaskan jabatan dan sejumlah janji politik terdahulu.

“Saya dengan beliau punya program politik ada enam butir,” ungkapnya. 

Terhadap figur Bupati Tana Tidung H. Undunsyah, ia menilai sosok Undunsyah sebagai kriteria yang sangat cocok untuk maju di pemilihan gubernur. Apalagi Undunsyah dinilai memiliki bekal pengalaman dalam memimpin Kabupaten Tana Tidung selama dua periode.

“Dia (Undunsyah) orangnya pintar. Tapi itu kadang kalau kita berikan masukan, kurang menerima juga,” bebernya. 

Ditambahkan Wahab, ada pula nama Wali Kota Tarakan dr. Khairul. Menurutnya dr. Khairul belum saatnya maju di Pilgub. Khairul masih harus membuktikan diri di Tarakan, apakah mampu menangani persoalan kota terbesar di Kaltara ini. “Pak Khairul lebih bagus di Tarakan. Karena dia lebih bagus memimpin di Tarakan. Selesaikan dulu kinerjanya di Tarakan,” bebernya.

Sebagai tokoh masyarakat, Wahab menilai semua figur atau calon yang akan maju nantinya paling utama bisa mendengarkan kata masyarakat. Tidak hanya itu, para figur juga diharapkan bisa sesering mungkin turun ke masyarakat dan melihat kondisi Kaltara saat ini. “Pemimpin harus dekat sama masyarakat dan harus didengar,” pungkasnya.

Effendy Gunardi mengatakan cara pandang kaum milenial berbeda-beda. Pastinya, kaum milenial melihat bahwa figur yang dinilai masih muda dan energik dalam memimpin Kaltara.

“Kalau dari kacamata pemuda, melihatnya minimal dia berpikiran muda dan merangkul masyarakat pemuda,” ungkapnya.

Diakui pria yang menjabat sebagai wakil sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Muda Tarakan ini, saat ini Indonesia mengalami bonus demografi lantaran usai produktif lebih banyak daripada usia nonproduktif. Kemudian ia menyayangkan apabila momen bonus demografi saat ini dilewatkan begitu saja. “Karena berhubungan dengan revolusi industri 4.0. Siapa yang menguasainya? Jadi bukan generasi sebelumnya tapi generasi sekarang dan akan datang. Kalau kita tidak menyiapkan pemimpin yang paham akan itu, kita akan terlambat,” bebernya.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan figur gubernur dan wakil gubernur Kaltara harusnya putra daerah. Lantaran dinilai lebih memahami langsung kondisi yang terjadi saat ini di Kaltara. Kemudian memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi Kaltara.

“Sosok gubernur berbeda dengan bupati dan walikota. Jadi harus paham kondisi di Kaltara dan dia akan mengatur semua kabupaten kota, kemudian dia harus merangkul semua itu,” bebernya.

Effendy menilai programSmart City yang digalakkanPemerintah Kota Tarakan, merupakan salah satu program yang mendapatkan apresiasi dari kaum pemuda. Untuk itu, ia berharap pemimpin Kaltara kedepannya bisa melakukan hal yang sama.

“Kemudian pemimpin itu harus bisa menghidupkan ekonomi kreatif dan jangan menunggu terus. Kalau APBD tidak ada, kita harus keluar dari itu dan kita harus pintar bagaimana SDA dan SDM dimanfaatkan,” imbuhnya.

Ditambahkan Effendy, ia menilai ada beberapa figur yang memiliki jiwa kepimpinan muda. Kemudian memiliki rekam jejak yang baik saat menjadi kepala daerah.

“Kalau Gubernur (Irianto Lambrie) sudah jelas kita melihat sejauh mana perkembangan Kaltara. Kalau KTT, kita melihat sejauh mana Pak Undun memimpin KTT selama dua periode. Terus Pak Yansen, yang sudah memimpin Malinau dengan dua periode dan memiliki banyak prestasi yang didapatkan,” ungkapnya.

Dari figur yang ada, ia membeberkan masyarakat harus jeli melihat rekam jejak itu. Namun sekali lagi, Effendy menegaskan figur yang memiliki pemahaman yang luas terhadap Kaltara merupakan salah satu figur yang diinginkan oleh kaum muda. “Jadi intinya punya komitmen mengembangkan Kaltara. Misalnya harus bisa memahani budaya local dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

AllenTeddy salah seorang tokoh masyarakat etnis Tionghoa di Bulungan berharap, nantinya pada Pilgub 2020 mendatang lahir sosok pemimpin yang bisa memajukan provinsi termuda di Indonesia dalam hal ini Kaltara.

Tak hanya itu, pria kelahiran asli Tanjung Selor, 17 Maret 1948 ini mengharapkan sosok pemimpin yang juga mau atau memiliki keinginan bekerja yang tinggi untuk Kaltara. “Tidak memandang siapa calon atau figurnya. Hanya, diharapkan nantinya calon pemimpin tersebut memiliki semangat dalam memajukan daerah ini,’’ ungkapnya, Minggu (19/5).

Lanjutnya, dalam arti memajukan pun tak hanya terfokus pada Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor saja. Melainkan, mereka yang mau secara keseluruhan dalam mendorong kemajuannya suatu daerah. Bahkan, hingga ke daerah perbatasan yang memang butuh dorongan lebih tinggi lagi.

“Ya, mereka ini yang mencalonkan figurnya harus mau memajukan secara keseluruhan. Tidak menitik beratkan pada derah tertentu saja,’’ ujar suami dari Ona Kusuma Dewi ini.

Namun, di sisi lain ditanya mengenai pandangan dari figur-figurnya sendiri ke depannya? “Saya belum dapat mengarah ke sana (figur). Saya juga belum tahu bagaimananya,’’ ucapnya.

“Tunggu akhir tahun. Saat ini belum bisa menanggapi, calon-calonnya,’’ tutupnya.(*/one/shy/iwk/nal/*/zac/zar/omg/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:32

PPDB, Orangtua Hampir Pingsan Menunggu Antrean

TARAKAN – Hari kedua pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di…

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*