MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Mei 2019 13:03
Renovasi Pasar Inhutani Disarankan Lewat CSR Perusahaan
SWADAYA: Terlihat kondisi Pasar Sentral Inhutani pasca kebakaran. Pedagang terpaksa membangun secara swadata agar dapat dimanfaatkan tempat untuk berjualan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Meskipun sebagai pusat distributor pangan di Kabupaten Nunukan. Pasar Sentral Inhutani yang dibangun secara swadaya pedagang pasca kebakaran 2015 lalu itu tak menjamin diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Khususnya dalam hal perbaikan kerusakannya.

Status lahan yang masih milik PT Inhutani I menjadi alasan kuat perbaikan enggan dilakukan pemerintah daerah. Padahal, sebelumnya hal serupa sudah pernah dilakukan. Bahkan, Sebelum kebakaran yang terakhir terjadi, puluhan lapak jualan untuk pedagang sayur dan ikan sudah pernah direnovasi. Sumber dananya dari pemerintah sendiri.

“Saya rasa pemerintah saja yang tidak serius. Makanya, terbiarkan seperti ini. Kalau memang mau serius, sudah lama bisa diambil alih lahannya. Apalagi, peruntukannya ini sebagai saran publik. Bukan untuk bangunan pribadi,” kata Anchu, salah seorang pedagang kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, jangankan untuk fasilitas publik, bangunan untuk kebutuhan pribadi atau instansi tertentu saja bisa dilakukan. Seperti perumahan salah satu instansi vertikal yang ada di Kabupaten Nunukan saat ini. Hanya saja, hal itu memerlukan keseriusan dari pengambil kebijakan di daerah ini. “Banyak contoh bisa dilihat. Bangunan Puskesmas Nunukan, Alun-alun bahkan lahan di Polsek Nunukan. Itu semua milik PT Inhutani. Buktinya bisa diambil dan dibangunkan,” bebernya mencontohkan.

Menyikapi hal itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengaku sudah cukup berusaha. Namun, status lahan yang ditempati menjadi kendala utama. Sehingga pemerintah tak ingin setelah merenovasi pasar itu justru menjadi temuan pelanggaran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Karena yang dikelola ini ABPD. Setahu saya, untuk pengelolaan APBD itu tidak bisa dimanfaatkan untuk pengembangan seperti itu (lahan milik swasta dan BUMN),” kata Hj. Asmin Laura saat dikonfiormasi dalam sebuah kesempatan.

Kendati demikian, pihaknya segera melakukan pertemuan dengan perangkat daerah terkait membahas persoalan ini. “Tapi, nanti kita lihatlah. Apa langkah yang harus ditempuh agar tidak melanggar aturan. Karena Pasar Inhutani memang kebutuhan masyrakat dan sarana fasilitas umum juga,” ungkapnya. “Memang, pedagang di Pasar Inhutani itu perlu diperhatikan juga. Sementara kami, pemerintah daerah punya pertanggungjawaban terhadap pengelolaan APBD,” sambungnya.

Jadi, katanya lagi, memang harus ada pertemuan khusus membahas persoalan ini. Karena, lahan yang ditempati Pasar Inhutani itu merupakan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT Inhutani selaku pemilik aset. Namun, tetap dipikirkan pola penanganannya. Apakah menggunakan pola Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk membantu masyarakat di sana atau seperti apa. “Kendalanya hanya di status lahan. Jika dipaksakan akan menjadi temuan pelanggaran. Jadi,  “Saya kira pembebasan lahan itu cukup berat. Karena berkaitan dengan keuangan daerah lagi. Sementara, keuangan daerah saat ini belum stabil. Makanya, hal ini memang perlu dibahas lebih khusus lagi. Tapi, kalau saya pribadi lebih baik ke arah CSR saja,” pungkasnya. (oya/fly)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Ingin Proyek, Ikuti Aturan yang Berlaku

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah menegaskan kepada…

Jumat, 19 Juli 2019 09:18

Berdayakan Masyarakat untuk Keamanan, Poskamling Ditambah

NUNUKAN – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105…

Jumat, 19 Juli 2019 09:16

Warga Desa Harus Tanggap Bencana

NUNUKAN – Dalam menghadapi bencana secara sigap yang sewaktu-waktu bisa…

Jumat, 19 Juli 2019 09:14

Kemenhub RI Beri Bantuan Satu Unit Kapal Pelra

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima bantuan satu unit…

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*