MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Mei 2019 09:58
Eks Lokalisasi Masih Jadi PR Pemkot Tarakan
Umur Sudah 30-an Tahun, Beberapa PSK Memilih Bertahan
KEWAJIBAN PEMERINTAH: Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya menyerahkan santunan yang ditunggu-tunggu para mantan PSK yang sejak empat bulan lalu, Jumat (17/5). YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Jumat 28 Desember 2018 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) menutup sejumlah lokalisasi setelah mendapat desakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan gabungan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam. Sejak saat itu pula, ratusan pekerja seks komersial (PSK) menghentikan aktivitasnya.

Mereka dijanji disantuni, sesuai diamanahkan Kementerian Sosial, para eks PSK menerima uang jaminan hidup (jadup) dan usaha ekonomi produktif (UEP). Selama empat bulan tanpa kejelasan, mereka dibiayai Pemkot sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Kemarin (17/5), para eks PSK menerima santunan langsung Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. Dalam perjalanannya, lokalisasi Sungai Bengawan merupakan relokasi dari Gunung Bakso.

Penutupan lokalisasi upaya mewujudkan Indonesia bebas prostitusi tahun 2019. “Kita (Kota Tarakan) agak terlambat ini. Kalau di daerah lain, seperti Surabaya sudah memulai ini duluan. Tapi walaupun terlambat, alhamdulillah ini bisa diwujudkan hari ini,” tuturnya.

Melalui hal tersebut, Khairul berharap agar setiap mantan PSK dapat kembali ke daerah asal membangun kehidupan yang lebih layak. Pemerintah pusat pun telah memberikan santunan berupa UEP sebagai modal usaha senilai Rp 6 juta per orang dengan uang transportasi lokal oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Jadi uang makan dari Pemprov selama 2 bulan, uang transportasi pemulangan dari Provinsi (Pemprov) dan UEP dari Kementerian Sosial. Mudah-mudahan ini nanti bisa bermanfaat, walaupun tidak terlalu besar, tapi kiranya bisa digunakan,” jelasnya.

Selain bertentangan dengan norma agama, adat istiadat dan mengganggu ketertiban umum yang berakibat negatif dilingkungan kemasyarakatan, prostitusi juga dekat dengan kejahatan perdagangan orang terutama anak di bawah umur. Prostitusi juga kontra produktif dengan misi meningkatkan sumber daya manusia yang terampil.

“Kami punya visi yaitu peningkatan sumber daya manusia yang terampil, mandiri dan berkualitas berdaya saing. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan melakukan kiat-kiat untuk pengembangan UMKM,” jelasnya.

Usai penutupan lokalisasi, Khairul menyatakan masih ada pekerjaan rumah Pemkot bersama pihak terkait, yakni melaksanakan pembinaan masyarakat eks area lokalisasi. Khairul juga menjelaskan tentang adanya rencana membangun kawasan perkantoran di daerah Tarakan Utara dan Timur agar upaya ekonomi di kawasan tersebut dapat terus tumbuh.

“Sudah banyak kantor-kantor yang akan pindah ke Tarakan Utara ini, dan itu akan memicu pertumbuhan ekonomi di Tarakan Utara, sehingga nanti ada sumber pendapatan baru yang akan dikelola oleh masyarakat,” katanya.

“Tapi pasca dipindahkan, kawasan prostitusi di sini (Bengawan) jadi sepi. Makanya pengelola setuju sekali jika ditutup, karena tidak ramai,” bebernya.

Khairul tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, seperti tokoh masyarakat, agama, instansi pemerintah, jajaran TNI-Polri, komponen masyarakat atas kerja keras sehingga penutupan lokalisasi dapat dilaksanakan.

Kasubid Rehabilitasi Sosial Tuna Susila dan ODHA pada Kemensos Tri Sukreni mengatakan bahwa tahun 2018 lalu, pihaknya telah memberikan bantuan dana di kawasan Pangkalan Bun, Surabaya dan sebagainya. Sedang, tahun 2019 ini masih terdapat lima kawasan yang akan dilakukan pemberian bantuan yakni Kota Tarakan, Kupang, Katingan, Kepulauan Riau, dan Malang.

“Sementara di Kaltara ini masih Tarakan, karena ini kan komitmen pemerintah daerah masing-masing. Jadi kalau memang dinsos mengusulkan kepada kami, otomatis kami anggarkan,” tegasnya.

Sesuai data yang diperoleh, Tri mengatakan bahwa pihaknya telah menggelontorkan anggaran ke-71 eks PSK. Melalui hal tersebut, Tri menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberikan dukungan kepada Kota Tarakan dan meminta adanya pendamping untuk mengarahkan para mantan PSK agar tidak kembali.

“Kalau kembali itu kan hak masing-masing. Tapi minimal kami sudah memberikan dukungan dan membantu keuangan, kerohanian, makanya kami bekerja sama untuk penaggulangan ini,” jelasnya.

Tri mengungkapkan adanya 22 ribu WPS dari 168 titik lokalisasi, sedang yang telah sah tertutup ialah 157 titik. Melalui hal tersebut, Tri menginginkan agar tahun 2019 Indonesia terbebas dari lokasi prostitusi.

Pengurus Lokalisasi Karang Agas Puji mengatakan bahwa sehari-hari dirinya hanya seorang pedagang makanan keliling di kawasan prostitusi seraya mengurus PSK. Usai penutupan lokalisasi ini, Puji akan lanjut berdagang makanan sebab berdagang merupakan hobinya.

“Saya tidak dapat apa-apa, saya hanya pengurus di Karang Agas,” bebernya.

Puji mengungkapkan bahwa adanya 4 orang mantan PSK yang tidak ingin pulang ke kampung halaman dikarenakan masih ingin tinggal di Kota Tarakan untuk berdagang. Keempat mantan PSK tersebut pun berusia 30-an tahun.

Penanggungjawab Lokalisasi Sungai Bengawan Erlan Susanto menambahkan bahwa sebanyak 8 orang mantan PSK telah berhenti bekerja sebagai PSK dan fokus berdagang. Nah, 8 orang mantan PSK tersebut juga masuk dalam daftar 71 anggota PSK yang diberikan bantuan.

“Dari 70-an pekerja, data terakhir itu ada 59 orang (yang mendaftar dan mengisi buku rekening), tapi yang pulang sendiri dan biaya sendiri. Itu karena tidak mau menunggu,” jelasnya.

Erlan mengungkapkan sebanyak 8 orang mantan PSK yang menetap di Tarakan ada yang membuka jasa laundry, menikah dan sebagainya. Namun 8 mantan PSK tersebut sudah tidak tinggal di kawasan prostitusi lagi, melainkan tinggal di daerah lain di Kota Tarakan.

Disinggung terkait keinginan Wali Kota Tarakan yang ingin membangun perekonomian di kawasan eks prostitusi, Erlan mengatakan bahwa dirinya mendukung keputusan itu.

“Langkah yang diambil Wali Kota sudah sangat tepat. Saya pribadi sangat mendukung, itu keputusan yang baik,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu mantan PSK Ambarwati mengatakan bahwa usai mendapatkan bantuan dari pemerintah, dirinya berencana untuk pulang kampung menuju Samarinda, sebab Ambar memiliki satu orang anak di Samarinda.

Uang bantuan yang diberikan oleh pihak pemerintah akan ia gunakan untuk membuka warung sembako. Ambar baru satu tahun di Tarakan.

“Saya tidak akan kembali lagi, anak saya sekolah di sana,” pungkasnya. (shy/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…

Selasa, 25 Juni 2019 10:00
Aktivitas Pengangkutan Buruh Dihentikan Sementara

“Bagaimana Kami Menafkahi Keluarga”

TARAKAN – Ratusan buruh Pelabuhan SDF Tarakan protes. Sejak dikeluarkannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*