MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 Mei 2019 09:53
ALHAMDULILLAH..!! Penantian 25 Tahun Segera Terealisasi

Melihat Keterlibatan Masyarakat Bangun Embung demi Air Bersih

SEMANGAT: Tak hanya kaum pria, kaum wanita pun dalam mendorong suksesnya Pamsimas yakni program yang bergerak pada pendistribusian air bersih ikut terlibat. Tampak, mereka membawa sekarung tanah untuk menimbun sisi embung di Desa Metun Sanjau. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Kabupaten Bulungan menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai sasaran program Pamsimas sejak 2016 lalu. Diketahui, penetapan itu melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 631/KPTS/M/2016. Lalu bagaimana semangat masyarakat di Bumi Tenguyun dalam merespon program Pamsimas itu. Berikut liputannya.

RACHMAD RHOMADHANI

MENIKMATI air bersih menjadi salah satu dambaan setiap warga masyarakat. Namun, terkadang di beberapa daerah lain dalam mendapatkan air bersih itu ibarat sebuah mimpi belaka.

Ya, ini dikarenakan letak geografis biasa menjadi suatu kendala tersendiri dalam pendistribusian air bersih. Oleh karenanya, sangat wajar sampai saat ini masih cukup banyak warga masyarakat yang belum benar-benar merasakannya.

Akan tetapi, bagi daerah yang saat ini telah tersentuh air bersih melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pasimas). Hal itu menjadi suatu mimpi yang terwujud.

Apalagi, di daerahnya itu memang sudah puluhan tahun tak pernah mengenal apa itu air bersih. Mereka hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air utama. Di samping air sungai yang terkadang kerap terancam akan pencemarannya.

Dari data yang dihimpun oleh awak media ini. Adanya air bersih di suatu daerah, khususnya di desa-desa sejauh ini mendapatkan respons dari warga masyarakat yang sangat luar biasa.

Tak hanya kaum pria yang turut andil dalam menyukseskan program Pamsimas. Melainkan, kaum wanita sendiri pun tak tertinggal ikut andil dalam keikutsertaannya dalam pembangunannya.

Ini seperti yang saat itu penulis saksikan dari masyarakat di Desa Metun Sanjau. Di mana puluhan kaum wanita, tua ataupun muda dengan semangatnya dalam mengikuti kerja bakti pembangunan embung sebagai tempat air bersih di desanya.

Mereka tampak tak kenal lelah. Sekalipun kodratnya sebagai seorang wanita. Namun, itu tak menghalanginya dalam mendorong suksesnya pendistribusian air bersih di desanya. Satu per satu karung berisikan tanah liat diangkatnya menuju pada sisi embung. Dengan bermodalnya seadanya pada saat kerja bakti itu. Mereka sama sekali tak ada menunjukkan wajah mengeluh ataupun kelelahan.

Padahal, saat itu matahari tengah terik-teriknya. Tentunya, ini sangat menguras tenaga tatkala melakukan aktivitas mengangkat tanah dalam karung tersebut. Tak kurang dari dua sampai tiga jam lebih aktivitas itu seraya tak ada hentinya. Baik, kaum pria dan wanita mereka tetap begitu semangatnya dalam bekerja. Alhasil, beberapa sisi embung pun berhasil diselesaikannya pada kerja bakti itu.

“Menikmati air bersih ini memang menjadi suatu harapan kami,” ucap salah seorang di tengah proses kerja bakti itu.

Sementara, Anwar Joko Prasetyo selaku Fasilitator Masyarakat dari Pamsimas mengatakan, memang pemandangan seperti ini tatkala di desa di tengah pembangunan atau kerja bakti embung. Dan itu memang menjadi contoh atau respons baik dari masyarakat sendiri.

“Dalam Pamsimas ini memang ada program yang erat kaitannya dengan melibatkan masyarakat. Alhamdulillah, respons mereka memang sangat baik. Itu dapat dilihat pada pelaksanaan di lapangan. Mereka ikut andil dalam kerja bakti. Laki dan perempuan bahkan semuanya terlibat,” ungkapnya.

Lanjutnya, di Metun Sajau ini memang menjadi daerah yang masuk dalam program Pamsimas. Dan untuk saat ini air bersih itu sudah mengalir langsung ke rumah-rumah masyarakat. “Kita sadari juga akan kebutuhan air bersih itu. Alhamdulillah, setiap tahunnya program Pamsimas ini terus berjalan,” ujarnya seraya berkata program Pamsimas setiap tahun sasaran 10 desa.

Ditambahkannya juga, program yang sama juga sejatinya pada lokasi pembangunan embung di Desa Wono Mulyo kala itu. Yang mana, masyarakat juga secara antusias dalam mendorong suksesnya pembangunan embungnya.

“Kami berharap keterlibatan masyarakat dalam kesadaran membantu program Pamsimas dapat terus terjaga. Sebab, kunci dari keberhasilan program ini merupakan masyarakat sendiri,” tuturnya.

“Program ini juga bersifat stimulan. Jadi, gotong royong masyarakat juga sangat dibutuhkan agar kebutuhan dasar air bersih yang layak konsumsi dapat benar dirasakan masyarakat,” sambungnya.

Diketahui, untuk di Desa Wono Mulyo ini merupakan sebuah harapan yang dinanti selama 25 tahun untuk dapat menikmati air bersih akhirnya mulai terwujud. Diketahui saat ini wilayah desa dengan masyarakat yang mayoritas bermata pencarian petani itu mulai dibangun embung sebagai wadah air bersih.

Saat itu, sebagai tahap awal, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 210 juta. Pembangunan tersebut dimulai pada tahap pembukaan lahan sekaligus pembangunan embung dan beberapa bangunan penunjang lainnya.

Darsono Sardi, selaku Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) kegiatan mengatakan, pada tahap awal diakuinya telah berjalan dengan baik.  Bahkan, sebagai wujud dukungan dalam pembangunan sarana air bersih.

Masyarakat di Wono Mulyo secara bergotong-royong membantu dalam proses pembukaan lahan. Tak lain, untuk memudahkan material masuk di lokasi pembangunan yang diketahui tak jauh dari rumah warga. “Ini (embung air bersih, Red) memang dambaan masyarakat di Wono Mulyo sejak 25 tahun yang lalu. Itulah, dapat dilihat secara antusias membantu menyukseskan pembangunan embung ini,” ungkap pria yang akrab disapa Sony ini.

Dikatakannya juga, mengenai proses pembukaan lahan saat itu tak kurang selama dua hari pelaksanaannya. Di mana, dari 15 Rukun Tetangga (RT) di Desa Wono Mulyo dibagi menjadi tiga bagian. Dua bagian untuk pembukaan lahan dan satunya membantu dalam proses masuknya material bangunan di lokasi embung.

“Memang sejak awal pembagian ini ditujukan untuk mengefisiensi waktu. Alhasil, di lapangan lagi-lagi telah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ditambahkan juga, masyarakat di wilayah eks transmigrasi tahun 1993 itu memang dalam hal pembangunan embung ini banyak dilibatkan. Termasuk dari segi pembangunannya nanti sehingga mereka dapat dengan benar mengetahui tentang setiap progress pembangunan.

“Cuma untuk desain pasti pembangunannya nanti akan ada konsultan sendiri. Tujuannya, agar dari dana yang ada setidaknya dapat mencukupi tahap awalnya,” jelasnya.

Lanjutnya, jika pembangunan embung nantinya berjalan sesuai rencana. Maka, tak menutup kemungkinan dari total keseluruhan 300 kepala keluarga di Desa Wono Mulyo akan terdistribusi air bersih. Sebab, dari debit air yang ada dinilai cukup menunjang dalam pendistribusiannya nanti. “Paling nanti tinggal perbaikan pipa-pipa di setiap rumah. Karena pasti ada yang rusak,” jelasnya.

Sementara, Pagi salah seorang warga setempat sekaligus Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) membenarkan bahwa kebutuhan air bersih sangat didambakan. Pasalnya, selama ini dirinya dan warga lainnya hanya mengandalkan air hujan.

“Kalau kemarau biasa membeli air bersih. Satu profil bisa Rp 50 – 120 ribu. Tergantung jarak tempuhnya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pembangunan embung sebagai sumber air bersih ini dapat berjalan dengan baik nantinya. Apalagi, ditargetkan di tahun ini embung sudah terbangun. Dan minimal pada tahap awal ada bak dan mesinnya.

“Kalau soal nanti pakai alternatif lain. Misal, pakai tenaga surya seperti di desa lain yang tak masalah. Harapan kami ini nanti bisa berfungsi dengan baik,” harapnya. (***/eza)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:06

Satu Peserta Gugur Seleksi Administrasi

TANJUNG SELOR – Satu dari 28 peserta yang mengikuti seleksi…

Rabu, 19 Juni 2019 11:03

Direksi BUMD Minim Peminat

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali membuka…

Rabu, 19 Juni 2019 11:00

DPRD Khawatir Tidak Diperhatikan Pusat

TANJUNG SELOR – Penolakan penyerahan Taman Kaltara Abadi (TKA) dari…

Rabu, 19 Juni 2019 10:57

BAGUS NIH..!! Mau Nikah, Wajib Tanam Pohon

TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah Kementerian Agama  Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:52

Kecamatan Klaim Harga Sesuai HET

DISPERINDAGKOP dan UMKM Bulungan mengklam harga   liquified petroleum gas (LPG)…

Rabu, 19 Juni 2019 10:50

DPRD: Aksi Protes Warga Sesuai Fakta

TANJUNG SELOR – Kondisi jalan Tanjung Palas menuju jembatan Desa…

Selasa, 18 Juni 2019 12:15

Tidak Direspons, Warga Ancam Golput

TANJUNG SELOR – Warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah…

Selasa, 18 Juni 2019 12:11

Gubernur Instruksikan Beri 'Surat Cinta'

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 18 Juni 2019 12:10

Kapasitas Hanya Ratusan, Dihuni Ribuan Warga Binaan

TANJUNG SELOR – Sejak Januari, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan sudan…

Selasa, 18 Juni 2019 12:09

Jadikan Valentino Rossi Ikon di Spanduk Imbauan

Siapa yang tak mengenal Valentino Rossi. Ya, nyaris seluruh pecinta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*