MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 Mei 2019 09:51
Harga Telur Merangkak Naik

Warga Minta Dinas Terkait Turun Lapangan

MULAI NAIK: Harga telur ayam di Pasar Induk Imbayud Taka mencapai Rp 58 ribu per piring. RIKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Sejak memasuki bulan Ramadan, harga beberapa bahan pokok di Pasar Induk Imbayud Taka Tana Tidung mengalami kenaikan, salah satunya telur ayam. Harga telur ayam yang sebelumnya hanya Rp 47 ribu hingga Rp 48 ribu per piring naik menjadi Rp 55 ribu hingga Rp 58 ribu per piring.

Kenaikan harga tersebut diperkirakan karena meningkatnya permintaan konsumen selama bulan Ramadan.

“Kalau sebelumnya harga telur hanya 47 ribu-Rp 48 ribu per piring isi 30 butir,”ujar Syukur, salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Imbayud Taka, Kamis (16/5).

Menurutnya, peningkatan permintaan tak lepas dari tradisi masyarakat selama Ramadan. Selain untuk hajatan telur juga menjadi bahan penganan untuk berbuka puasa maupun persiapan Lebaran Idulfitri nanti.

Tidak hanya itu, kata dia, naiknya harga telur juga dikarenakan ongkos angkutan mengalami kenaikan.

“Karena telur ayam yang dijual didatangkan dari Berau bahkan Sulawesi,” sebutnya.

Hal senada juga dikatakan pedagang telur ayam lainnya, Ati. Menurutnya, dia terpaksa menaikan harga telur karena harga di tingkat produsen juga sudah naik dengan pertimbangan biaya angkutan.

“Telur yang saya jual didatangkan luar daerah,” sebutnya.

Meski mahal, kata dia, kualitas telur lebih terjamin.”Kualitas yang saya jaga,” ujarnya.

Karena sebelumnya, sebutnya, pernah kecewa ketika mendatangkan telur dari pihak kedua.

“Walaupun telur ayamnya besar-besar ternyata kualitasnya tidak bagus dan banyak pembeli yang komplain, jadi lebih baik ambil dari pemasok yang memang sudah kita tahu  kualitasnya  daripada mau beli dan menjual dengan harga murah tapi tidak bagus, bisa lari semua pelanggan,” tukasnya.

Mahalnya harga telur ini pun dikeluhkan masyarakat. Seperti yang diungkapkan Lirik (33) warga Jalan Tana Abang, Kecamatan Sesayap kepada Radar Tarakan. Menurutnya, sejumlah barang kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan tidak hanya telur tapi juga bawang merah dan bawang putih.

"Sudah sepekan harga kebutuhan pokok naik,” ungkapnya.

Namun, kata dia, kondisi semacam ini sudah biasa jelang dan saat Ramadan, begitu juga saat menjelang Idulfitri. “Barang-barang kebutuhan pokok pasti mengalami kenaikan," terangnya.

Hasti, warga Tideng Pale lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, telur ayam merupakan salah satu kebutuhan yang paling banyak dicari saat Ramadan, terlebih jelang Idulfitri.

"Kita kan berjualan kue, jadi dengan harga naik sementara harga jual kue tetap, membuat penghasilan kita berkurang lah. Maka dari itu saya minta kepada dinas terkait untuk melakukan operasi pasar untuk menekan harga," jelas Hasti.  (*/rko/ana)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*