MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 Mei 2019 12:25
Ada Makanan Khas yang Muncul Hanya di Momen Ramadan

Melihat Lebih Dekat Kampung Ramadan (Bagian-II habis)

MAKANAN KHAS: Di Kampung Ramadan tak hanya merasakan nuansa islaminya saja. Namun, terdapat juga jajanan buka puasa khasnya yang dijajakan. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Saat berada di Kampung Ramadan di Kampung Arab, Tanjung Selor, masyarakat yang berkunjung sejatinya tak hanya merasakan begitu kentalnya nuansa islami. Akan tetapi, di lokasi itu pun terdapat juga jajanan berbuka puasa atau kerap disebut takjil yang beberapa di antaranya hanya ada saat di bulan suci ini. Berikut liputannya?

 

RACHMAD RHOMADHANI

TAKJIL memang menjadi ciri khas pelaksanaan ibadah puasa Ramadan di Indonesia. Terkadang banyak pedagang musiman yang bermunculan untuk menjajakan jajanan berbuka puasa ini.

Di Kampung Ramadan, tepatnya di Kampung Arab, Tanjung Selor ini pun tak tertinggal juga terdapat takjil. Sehingga otomatis masyarakat yang berkunjung ke Kampung Ramadan itu terkadang sembari membeli takjil. “Takjil, takjil. Silakan dipilih yang mana pak, ibu,’’ teriakan yang begitu akrab terdengar bagi pengunjung dari para pedagang takjil saat berada di Kampung Ramadan.

Ya, sekalipun suara teriakan dari para pedagang itu kerap terlontar beberapa kali. Namun, saat berada di lokasi pengunjung tetap selalu happy. Sebab, terkadang dari niat membeli takjil itu sekaligus terjalin komunikasi yang dekat antar masyarakat.

Artinya, mereka tak hanya sekadar mendapatkan takjil. Melainkan, komunikasi di momen bulan suci ini pun terbangun begitu akrabnya. Sehingga tak jarang banyak ditemui interaksi yang jauh lebih baik terlihat dari masyarakat saat di Kampung Ramadan tersebut. “Eh, apa kabar. Lama tidak lihat. Alhamdulillah, bisa bertemu di sini,’’ ucap salah seorang pengunjung yang terdengar penulis saat berada di Kampung Ramadan itu.

Di sini, silih berganti masyarakat tak ada habisnya berkunjung ke Kampung Ramadan. Bahkan, nyaris saat momen berbuka puasa yang tengah berlangsung. Masih ada beberapa warga di lokasi. Mereka justru ikut bersama berbuka puasa di Kampung Ramadan itu. Sehingga beberapa pedagang ada yang menawarkan air putih sebagai langkah awal membatalkan puasa yang dijalani selama sehari penuh oleh si pengunjung. “Minum air putih ini dulu nak,’’ ucap salah seorang pedangan takjil, seraya memberikan segelas air mineral kepada salah seorang pengunjung saat waktu berbuka puasa telah tiba.

Penulis yang saat itu berada di lokasi itu sempat merasakan begitu hangatnya hubungan sosial antar masyarakat. Baik kepada penjual ataupun pembeli saling bertegur sapa.

Salah satu pedagang takjil bernama Maruya (39) menuturkan, momen bulan suci ini memang sangat dinantikannya. Selain sebagai umat muslim. Ia mengaku momen ini dapat menjadi suatu ladang rezekinya. Sebab, dengan berjualan takjil ini dapat menjadi tambahan dalam membantu biaya kehidupannya sehari-hari. “Alhamdulillah, setiap bulan puasa jualan takjil. Sedikit banyak ada pendapatan untuk tambahan biaya hidup sehari-hari,’’ ungkapnya kepada penulis.

Dari banyaknya takjil yang dijajakannya, Maruya menjelaskan bahwa beberapa di antaranya terdapat makanan khas yang munculnya saat bulan puasa ini saja.

Salah satunya yaitu kue Putu Mayang. Ya, kue Putu Mayang ini memang sangat jarang atau tak pernah terlihat di luar bulan suci ini. Teksturnya yang berambut dan bewarna putih menjadi ciri khasnya dari kue itu. “Ini kue Putu Mayang adanya di bulan puasa ini saja,’’ katanya, seraya menunjukkan kue lainnya yang juga hanya ada di bulan puasa yakni Genepo, sejenis bubur yang terbuang dari ubi kayu yang ditaburi santan murni.

Dikatakannya pula, kue Putu Mayang ini diakuinya juga menjadi salah satu takjil yang kerap diburu oleh pembeli, selain Genepo. Hal ini dikarenakan kue itu memiliki cita rasa tersendiri bagi penikmat takjil. Adapun bahannya sendiri hanya terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan murni. Alhasil, dari perpaduan bahan itu terciptalah takjil yang cukup banyak dinikmati lidah masyarakat di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor ini. “Satu tempat ini jualnya murah. Cuma Rp 7.000. Alhamdulillah, penjualan dari kue ini cukup meningkat selama ini,’’ tuturnya.

Jajanan ini dibuat oleh orang tuanya. Namun, sedikit banyak Maruya turut membantunya. Sehingga untuk membuatnya sendiri pun sejatinya  Maruya bisa. Meski, tak cukup ahli layaknya orang tuanya di rumah. “Mamak saya yang buat di rumah. Tapi, saya ikut bantu-bantu,’’ ucapnya sembari tertawa kecil.

Senada dikatakan Hj. Sinarti, pedagang takjil lain dengan ciri khasnya. Kali ini kue Barongko yang merupakan takjil yang cukup banyak diburu oleh pengunjung di Kampung Ramadan.

Menurutnya, memang jenis kue yang terbilang munculnya tatkala momen Ramadan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi si pengunjung. Oleh karenanya, ia sejak jauh hari merencakan tentang konsep jualan yang sesuai dan paling diburu saat Ramadan ini. “Kue Barongko ini kebanyakan dibuat saat bulan puasa ini,’’ akunya.

Sinarti mengaku membuat kue ini sendiri di rumahnya. Menurutnya, pembuatan kue ini tidak sulit. Bahan-bahannya pun sangat mudah ditemui. Mulai dari pisang, telur, gula, dan santan. “Dari Kue Barongko ini juga sedikit banyak mendapatkan keuntungan tersendiri dibandingkan jajanan takjil lainnya,’’ ujarnya.

Di tempat yang sama, Ashriah, salah seorang pembeli takjil Barongko mengatakan, memang momen puasa ini terkadang banyak pembeli yang memburu takjil yang menjadi ciri khas. Salah satunya kue Barongko.

Untuk itu, wanita berhijab ini mengaku turut serta tak ubahnya pembeli lainnya untuk membeli takjil-takjil yang memiliki ciri khas. Dan salah satunya, kue Barongko itu. “Kalau saya sebenarnya baru pertama beli kue Barongko ini. Tapi, berdasarkan pembicaraan rekan-rekannya katanya kue ini cukup enak dinikmati saat berbuka puasa,’’ ujarnya.

Di sisi lain, ia mengaku saat berada di Kampung Ramadan ini, tak hanya satu kue itu saja yang diburunya. Akan tetapi, takjil lainnya yang menjadi ciri khas pun tak luput dibelinya untuk buka bersama sanak keluarganya di rumah. “Ini, ada juga kue Putu Wayang. Ya, sama kue takjil lainnya yang biasa seperti kue lapis,’’ ucapnya, seraya menunjukkan beberapa kue yang telah dibelinya kepada penulis.

Sementara, Muhammad Idris, SE selaku Ketua Dewan Pembina Persaudaraan Pemuda Kampung Arab (PPKA), Tanjung Selor, membenarkan tentang cukup banyaknya pedagang takjil yang menjajakan jajanan khas Ramadan. Atau sejenis makanan yang memang hanya ada saat momen bulan suci ini. “Sebenarnya ada banyak pedagang lainnya yang menjajakan takjil khas Ramadan di Kampung Ramadan ini,’’ ungkap pria yang akrab disapa Ustad Amad ini.

Lanjutnya, adanya Kampung Ramadan memang yang kali kedua ini diharapkan dapat jauh lebih meningkat partisipasinya. Oleh karenanya, memang sejak awal dilakukan kalimat ajakan agar banyak masyarakat yang berkunjung dan berjualan takjil di meja yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh pemuda Kampung Arab. “Kami di sini sebenarnya hanya menfasilitasi. Alhamdulillah sampai sejauh ini respons masyarakat cukup baik,’’ ujar ayah dari tiga orang anak ini.

Pria kelahiran Tanjung Selor, 24 Juli 1984 ini berharap, Kampung Ramadan yang menyuguhkan nuansa islami ini terus mendapat respons baik dari masyarakat. Sehingga sampai kepada malam puncak acara di Kampung Ramadan ini dapat terlaksana dengan baik. “Mudahan semua sesuai dengan rencana. Intinya, pada saat puncak acara nanti akan ada beduk sahur dan obor,’’ jelasnya.

Untuk diketahui, tatkala belanja takjil di Kampung Ramadan tak hanya ditemui banyak kaum muslimin dan muslimat. Akan tetapi, umat lainnya yang non muslim pun terkadang datang untuk sekedar membeli kue. Dan lagi-lagi dalam suasana itu tak ada suatu perbedaan satu sama lainnya. Semua saling bertegur sapa tanpa adanya suatu gesekan-gesekan. Sekalipun saat ini diketahui merupakan momen politik. (ash)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 10:01

Laura Tolak ke ‘Provinsi’, Siap Dua Periode di Nunukan

TANJUNG SELOR – Beberapa tokoh politik yang namanya diisukan bakal…

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*