MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 15 Mei 2019 10:53
Gerindra Bulat Usung Kader
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Partai Gerindra memastikan akan mengusung kadernya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) tahun depan. Untuk itu, ada enam nama yang telah disiapkan Gerindra baik sebagai bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur Kaltara periode 2020-2025.

Keenam kader terbaik Gerindra itu adalah Liet Ingai, Dicky Wainal Usman, Ibnu Saud, Andi Hamzah, Adnan Hasan Galoeng, dan Jufri Budiman. (lihat grafis)

Tak hanya Pilgub Kaltara, Gerindra juga memastikan akan mendorong kadernya ikut dalam Pilkada di Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.

"Sebenarnya kami belum ada rapat resmi karena masih berkonsentrasi mengenai hasil Pemilu, tapi untuk Pilkada di daerah maupun di provinsi kami sudah siapkan kader-kader terbaik kita, baik nantinya di posisi nomor satu atau dua tergantung hasil kesepakatan dengan partai koalisi," ungkap Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerindra, Kosmas Kajan, Selasa (14/5).

Dikatakan, alasan Gerindra ingin mengusung kader sendiri agar jika mereka terpilih nanti tidak lupa dengan partai pengusungnya. Sehingga visi misi pemerintahan yang dijalankan tak berseberangan dan bisa bersama-sama mewujudkan cita-cita rakyat Kaltara dalam membangun Bumi Benuanta yang adil dan sejahtera.

"Gerindra selama ini kan selalu menjadi partai pengusung orang yang bukan kader sendiri, tapi setelah dia jadi, dia lupa dengan kami, tahun depan kami ubah itu, makanya bagaimana caranya Gerindra harus mengusung kader sendiri," cetus anggota DPRD Kaltara periode 2014-2019 ini.

"Khusus di Pilgub kalau memang nanti kami terhambat masalah dana, ya kami akan gotong royong seperti yang dilakukan di Pilgub DKI Jakarta untuk Pak Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil gubernur bersama Anies Baswedan waktu itu," sambungnya.

 

Meski demikian, Gerindra juga akan memberikan kesempatan kepada bakal calon dari partai lain dan figur ketokohan non partai politik untuk kepentingan Pilgub dan Pilkada di empat kabupaten. "Yang jelas kader-kader Gerindra akan kami pasang, setidaknya sebagai bakal calon wakil gubernur dan bakal calon wakil bupati," katanya.

Menyinggung soal keenam kader Gerindra yang diusung di Pilgub, dikatakan Kosmas, menurut kacamata partai mereka memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik dalam membangun provinsi termuda ini.

"Secara kriteria mereka layak karena mereka sudah mengikuti bimtek salah satunya tentang kepala daerah melalui program pusat Partai Gerindra, tapi nantinya akan ditentukan melalui seleksi Tim Pilkada, yang jelas mereka itulah gambarannya bakal calon dari Gerindra nanti," jelasnya.

Kepada Radar Tarakan, Kosmas juga menjelaskan alasannya mengusung sejumlah kader Gerindra itu di Pilgub dan Pilkada tahun 2020. "Liet Ingai adalah kader terbaik yang pernah dimiliki Gerindra di Bulungan, dia juga mantan wakil bupati Bulungan, nah inilah salah satu pertimbangan kami. Sementara Dicky Wainal Usman juga kader terbaik Gerindra dari pusat meski di DPR RI tidak lolos tapi dia layak dan punya kapasitas, kemudian Ibnu Saud ketua DPW Gerindra Kaltara, menurut kami patut dan sangat layak untuk kami usung. Andi Hamzah dan Adnan Hasan Galoeng, dua orang ini sosok yang sederhana dan kemampuanya juga tidak diragukan lagi, terutama Adnan Hasan Galoeng,” sebutnya.

“Kami juga punya satu nama dari Kaltim untuk Pilgub Kaltara nanti, yaitu bapak Andi Harun yang sekarang Ketua Gerindra Kaltim," bebernya.

Sementara di Pilkada Bulungan, Gerindra menyiapkan Achmad Djufrie dan saya sendiri karena penilaian yang sama, kalau saya secara pribadi, nomor satu atau dua sangat siap untuk Pilkada Bulungan, tapi semuanya tergantung situasi nanti bagaimana," tambahnya.

 

PAN TUNJUK KADER

Baru saja menang dalam pelaksanaan Pemilu 2019, membuat H. Khaeruddin Arief Hidayat tak ingin turut serta dalam pemilihan gubernur mendatang. Meski dikatakan sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang berpotensi maju sebagai calon di Pilgub, namun mantan wakil wali kota Tarakan ini justru menyatakan bahwa Asnawi Arbain yang mampu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Tarakan ini mengatakan bahwa dirinya ingin fokus di legislatif lebih dulu dan menginginkan senior-senior politik untuk terjun seperti H. Undunsyah, H. Udin Hianggio dan lainnya.

Arief menuturkan bahwa PAN juga harus melihat peluang saat mengusung kadernya di Pilgub Kaltara mendatang.

“Artinya tidak harus kader. Saya harus konsen di pemilu dulu,” katanya.

Jika ingin menjadi salah satu kandidat harus memiliki dukungan finansial yang kuat. Meski telah memiliki pengalaman dalam dunia perpolitikan, namun figur yang maju di Pilgub nanti sangat kompetitif. Untuk itu, PAN akan membuka jalur umum sehingga DPP PAN yang akan memutuskan siapa figur yang akan diusung PAN nantinya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kaltara Asnawi Arbain tidak menampik adanya figur yang layak di PAN.

“Tapi kami belum berpikir sejauh itu mengenai siapa yang kami usung di Pilgub, karena mekanismenya kami harus membentuk tim pilkada dulu, sementara tim pilkada pun belum kami bentuk. Nanti baru di-SK-kan,” bebernya.

Disinggung terkait dorongan Arief yang menunjuk Asnawi sebagai kader yang dianggap berpotensi maju di Pilgub, Asnawi menegaskan bahwa dirinya tak ingin membahas orang per orang. Namun secara pribadi, dirinya tidak pernah berpikir untuk ikut serta dalam pemilihan.

“Saya pikir sudahlah, saya akan fokus di tugas saya sebagai ketua DPW PAN. Biar tokoh-tokoh lain yang muncul dulu,” ucapnya.

Hingga kini, Asnawi mengaku belum ada satu figur pun yang berkomunikasi kepada PAN untuk maju di Pilgub Kaltara. Namun usai 22 Mei 2019 nanti, barulah PAN akan membahas lebih jauh terkait Pilgub mendatang.

Secara normatif, PAN menginginkan figur yang dapat membawa Kaltara lebih baik dan sejahtera, serta dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, kesejahteraan dan mengayomi masyarakat.

“Kami hanya menerima pendaftaran, jadi yang bisa menjawab peluang adalah DPP. Kalau ada yang langsung melobi tanpa mendaftar, itu tidak bisa karena harus melalui proses administrasi, kalau begitu pasti langsung ribut karena DPP akan melanggar aturan kalau melakukan itu,” imbuhnya. (sur/shy/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:23

Ini Rute Laut Paling Banyak Diminati Warga Tarakan

ANTISIPASI lonjakan arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019,…

Senin, 27 Mei 2019 12:21

Darul Istiqomah, Mirip Masjid Sunan Ampel

Posisinya di pinggir jalan raya, Jalan Jenderal Sudirman. Pusat kota.…

Senin, 27 Mei 2019 12:20

BPJS Kesehatan Bukber dan Santuni Anak Panti

Buka bersama tim Sahur dan Bukber Yuk (SBY) Radar Tarakan…

Senin, 27 Mei 2019 12:19

Kriteria Balon PDIP, Mau Bersinergi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membeberkan telah memiliki tiga kriteria…

Senin, 27 Mei 2019 11:52

Oknum Polisi Divonis 8 Tahun Penjara

TARAKAN- Dituntut 17 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider…

Senin, 27 Mei 2019 11:50

Kapolres Ajak Tokoh Agama Redam Isu Hoaks

TARAKAN- Usai pemilihan umum (pemilu) 2019, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira…

Senin, 27 Mei 2019 11:39

Tidak Temukan Takjil Berbahaya

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat yang…

Senin, 27 Mei 2019 11:35

Badan Jalan Hingga Penutup Drainase Rusak

TARAKAN – Kerusakan jalan di Gang Jembatan Kuning, RT 43,…

Senin, 27 Mei 2019 10:50

Dipaksa Zonasi, tapi Pembangunan Tak Merata

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…

Senin, 27 Mei 2019 10:49

Tenang di Sungai Ancam

WEEKEND menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan. Momen itu bisa menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*