MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 Mei 2019 10:11
Masih Andalkan Bahan dari Malaysia
DIBUTUHKAN: Saat bulan suci Ramadan, warga perbatasan banyak membutuhkan sembako. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga di Sebatik hingga saat ini masih mengandalkan bahan-bahan pokok kebutuhan dapur asal Malaysia.

Seperti yang dikatakan salah seorang pedagang makanan berbuka puasa di Pasar Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Yati. “Bahan pokoknya seperti sembako semua menggunakan sembako dari Malaysia, seperti tepung, minyak goreng dan lainnya,” kata Yati.

Minimnya penjualan produk dalam negeri di daerah ini menjadi penyebab warga memilih produk asal Malaysia. Warga pun mencari bahan-bahan dapur yang lebih murah.

Harga sembako Malaysia dijual di Sebatik pun sesuai dengan kemampuan masyarakat. Seperti tepung dapat dibeli sekira Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram. Minyak goreng dijual sekira Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per liter. Sedangkan untuk sembako lokal tak pernah ditemukan dijual di Sebatik. “Tidak ada sembako dalam negeri dijual di Sebatik, jadi bagaimana caranya mau dibeli,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Sebatik, Darna, mengatakan, di Sebatik memang masih bebas menjual sembako dari Malaysia, seperti tepung, beras, minyak goreng dan lainnya. “Untuk pembelian sembako dari Tawau, Malaysia, masih diizinkan jika dibawa ke Sebatik. Namun dibatasi tidak dapat melebihi jumlah harga barang sebanyak 600 Ringit,” kata Darna.

Sembako yang dibawa ke Sebatik ini tidak menggunakan kapal besar seperti di Nunukan, sehingga masih dapat dizinkan oleh pemerintah Malaysia. Para pedagang di Sebatik hanya menggunakan perahu dan memiliki nomor perahu dari Malaysia seperti, TW 1527 sebagai kode atau tanda agar mudah diketahui.

Selain itu, pemerintah Malaysia memberikan izin kepada para pedagang untuk mengambil sembako dalam jumlah banyak ketika memiliki izin. Jika tidak, maka dikategorikan melanggar aturan yang berlaku di Tawau, Malaysia. “Harus hati-hati juga, karena sudah banyak sembako dari Tawau yang ditahan akibat mengambil dalam jumlah banyak,” ujarnya. (nal/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:09

Puluhan Desa Terancam Tak Terima ADD

NUNUKAN – Dari 232 desa yang dimiliki Kabupaten Nunukan, hanya…

Senin, 27 Mei 2019 12:00

Ikut Mudik, Kadang Lewat Jalur ‘Samping’

NUNUKAN – Kebiasaan pekerja buruh migran Indonesia (PMI) yang ingin…

Senin, 27 Mei 2019 11:59

Daya Beli Rendah, Tapi Klaim Penghasilan Warganya Tinggi

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid tak menampik…

Senin, 27 Mei 2019 11:54

Mudik dengan Kapal Swasta Masih Normal

NUNUKAN – Arus mudik mulai terlihat di Pelabuhan Tunon Taka,…

Senin, 27 Mei 2019 11:51

Kurir Akui Simpan Sabu Dalam Perut

NUNUKAN – Seorang kurir narkotika golongan satu jenis sabu yang…

Senin, 27 Mei 2019 10:36

Sulit Koordinasi, Bupati Akui Kecewa

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengaku kecewa…

Senin, 27 Mei 2019 10:35

Lonjakan Penumpang Baru 10 Persen

NUNUKAN – Mendekati hari raya Idulfitri, belum ada lonjakan penumpang…

Senin, 27 Mei 2019 09:46

PMI Diprediksi Lebaran di Rusunawa

NUNUKAN – Sejumlah pekerja buruh migran Indonesia (PMI) hingga kini …

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Puluhan CJH Terancam Batal Berangkat

NUNUKAN – Meskipun dapat tambahan kuota sebanyak 200 orang, namun…

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Makan Kue Bersama Usai Tarawih di Masjid

NUNUKAN - Warga perbatasan di Sebatik punya tradisi lain di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*