MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 13 Mei 2019 10:26
At-Taubah Saksi Pertobatan Para Napi Lapas Tarakan

Masjid-Masjid Tua di Kota Tarakan (Bagian-5)

MEMBLUDAK: Suasana Masjid At-Taubah memasuki waktu sholat AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Ramadan selalu disambut rasa sukacita, tak terkecuali para narapidana (napi) di Lapas Kelas II Tarakan. Di momen ini kerap dijadikan masa latihan menuju pribadi yang lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Masjid At-Taubah menjadi saksi, taubat para warga binaan.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

Siang itu, azan berkumandang, para warga binaan berbondong-bondong dari segala blok penjara menuju masjid At-Taubah yang berada di dalam komplek Lapas Tarakan. 

Masjid yang merupakan tempat ibadah umat Islam satu-satunya di Lapas Tarakan yang menjadi saksi pertobatan dan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Baliono selaku Kepala seksi Binaan didik (Binadik) Lapas Kelas II A Tarakan menerangkan, jika masjid At-Taubah berdiri sejak difungsikannya Lapas Tarakan. Meski demikian, ia tidak mengetahui secara pasti tahun difungsikannya lapas satu-satunya di Kota Tarakan ini.

"Masjid At-taubah ini memang sudah difungsikan bersamaan dengan dibukanya lapas ini. Karena memang masjid dan gereja di sini merupakan fasilitas penunjang Lapas Tarakan. Tapi untuk tahun pastinya saya tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas sejak tahun 80an lapas ini sudah difungsikan," ujarnya, kemarin (11/5).

Masjid yang berstatus rumah ibadah khusus ini, selaiknya tidak memiliki program ibadah yang berbeda dari masjid lainnya. Setiap Ramadan, masjid ini selalu membuka program pesantren kilat yang dinaunggi Kementrian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk para napi.

"Di masjid ini, seperti pada umumnya kita melakukan kegiatan seperti salat tarawih. Dan biasa, sebelum salat dzuhur, kita mengadakan pesantren kilat selama 6 hari," tukasnya.

Saat ini, Lapas Tarakan dihuni kurang lebih 1.000 warga binaan muslim yang beribadah di masjid tersebut. Sama seperti umat Mulism pada umumnya, menyambut Ramadan antusias beribadah warga binaan lapas pun kian meningkat dua kali lipat dari hari biasa.

Hal itu tentunya membuat Masjid At-Taubah terlihat lebih sesak dalam beberapa minggu terakhir. Baliono menerangkan, dengan penambahan warga setiap tahunnya membuat kondisi lapas semakin bertambah padat. Alhasil, dengan penambahan tersebut kondisi rumah ibadah pada momen tertentu pun mengalami over kapasitas.

"Warga binaan yang muslim wajib mengikuti program dari hari pertama hingga hari kelima. Memang untuk kapasitas, masjid ini sudah tidak cukup menampung warga binaan sehingga disekitar masjid, kita dirikan tenda-tenda untuk jamaah. Jadi begitu Ramadan seperti sekarang lapangan ini sampai penuh ditempati salat," ungkapnya.

Sebenarnya tidak ada yang spesial dari masjid para narapidana ini. Namun melihat dari segi penamaan nama At-Taubah menyirat makna yang dalam terhadap letak dan status masjid yang diperuntukkan bagi warga binaan lapas.

Kata At-Taubah yang berarti "pengampunan", dimaksudkan agar jamaahnya dapat meniti jalan hidup lebih baik setelah menjalani masa hukuman di lapas.

"Nama At-Taubah diambil karena di sini kan (mungkin) banyak orang yang hidup dengan dosa sehingga nama At-Taubah ini maknanya agar jamaah yang salat di sini dapat bertaubat dan bisa menjalani kehidupan lebih dekat dari Allah dalam artian setelah ini tidak kembali ke dunia kriminal," jelas Baliono.

Dengan jumlah jamaah yang telah melebihi kapasitas masjid, diharapkan kegiatan beribadah tetap bisa kusyhuk. Selain itu, kesulitan yang dialami napi saat menjalankan ibadah karena padatnya masjid, diharapkan dapat menjadi motivasi tersendiri agar para napi meyakini jika ibadah sekali pun juga butuh perjuangan.

"Masjid ini sudah overload jamaah sudah beberapa tahun lalu. Jadi mau bagaimana lagi kalau waktu salat ada warga binaan yang tidak bisa salat di dalam masjid. Tapi anggap saja ini sebagai perjuangan ibadah. Semoga perjuangan ini bisa menjadi pahala berlimpah," pungkasnya. (*/zac/nri)

 

 


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:24

Penyesuaian TBA Dinilai Tak Relevan

Harga tiket pesawat masih mahal? Demikian yang dirasakan sejumlah calon…

Senin, 27 Mei 2019 12:23

Ini Rute Laut Paling Banyak Diminati Warga Tarakan

ANTISIPASI lonjakan arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019,…

Senin, 27 Mei 2019 12:21

Darul Istiqomah, Mirip Masjid Sunan Ampel

Posisinya di pinggir jalan raya, Jalan Jenderal Sudirman. Pusat kota.…

Senin, 27 Mei 2019 12:20

BPJS Kesehatan Bukber dan Santuni Anak Panti

Buka bersama tim Sahur dan Bukber Yuk (SBY) Radar Tarakan…

Senin, 27 Mei 2019 12:19

Kriteria Balon PDIP, Mau Bersinergi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membeberkan telah memiliki tiga kriteria…

Senin, 27 Mei 2019 11:52

Oknum Polisi Divonis 8 Tahun Penjara

TARAKAN- Dituntut 17 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider…

Senin, 27 Mei 2019 11:50

Kapolres Ajak Tokoh Agama Redam Isu Hoaks

TARAKAN- Usai pemilihan umum (pemilu) 2019, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira…

Senin, 27 Mei 2019 11:39

Tidak Temukan Takjil Berbahaya

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat yang…

Senin, 27 Mei 2019 11:35

Badan Jalan Hingga Penutup Drainase Rusak

TARAKAN – Kerusakan jalan di Gang Jembatan Kuning, RT 43,…

Senin, 27 Mei 2019 10:50

Dipaksa Zonasi, tapi Pembangunan Tak Merata

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*