MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 April 2019 11:02
Empat Partai Kejar-kejaran

Caleg Muda Peluang Duduk di Senayan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai bergerak, Jumat (20/4). Hingga pukul 20.00 WITA, sejumlah partai unggul sementara dalam penghitungan.

Empat partai terus saling menguntit perolehan suara, di antaranya Nasdem, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Perolehan ini ketat, sebab diketahui Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltara untuk DPR RI hanya 3 kursi. 

Dalam Daftar Calon Tetap (DCT), nama-nama di empat partai itu, dari PKB masing-masing Surya Maulana, S.AP, M.AP, Akhmad Fathoni Futhaki, S.Sos, dan Ninik Rianti Kaharu. Kemudian PDIP, masing-masing Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A, Meriyanti YK Pongmakamba, S.IP, dan Drs. Jhonny Laing Impang, M.Si. Sementara di Nasdem, dr. Ari Yusnita, Arkanata Akram, S.T, B.E (Hons), MengSc, dan Rustam, S.T. Di PAN, H. Anang Dachlan Djauhari, Elita Karlina, S.Th.I, dan H. Jamaluddin Jafar, S.H, M.H.

Sementara perolehan DPRD Kaltara, ada tiga partai dengan persentase di atas 10 persen, PAN, Golkar dan Hanura. Sisanya disusul PDIP, Demokrat, Gerindra, PKS, Perindo, PKB, Nasdem, dengan perolehan di atas 5 persen.

Sekilas terkait input data dari TPS, hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS akan dimasukkan ke formulir C-1. Kemudian, formulir itu akan dimasukkan ke Situng oleh KPU kabupaten/kota untuk dipublikasikan.

Situng awal dibuat untuk mempermudah kerja KPU. Selain itu, data dalam situng biasanya dapat digunakan oleh peserta pemilu dalam mengajukan sengketa.

Situng menjadi bagian dari pemilu Indonesia yang dianggap menarik oleh negara lain. Situng menjadi alat untuk mempublikasikan hasil perhitungan di setiap TPS. Namun, bukan merupakan hasil resmi yang ditetapkan KPU. Hasil resmi merupakan rekapitulasi secara berjenjang oleh KPU.

 

PELUANG CALEG MUDA

Politik Indonesia, termasuk di Kaltara setidaknya sejak Orde Baru, didominasi para politisi senior. Namun belakangan ini generasi milenial pun mencoba merebut posisi itu.

Hal ini telah dibuktikan dari hasil perolehan suara yang dikantongi oleh sejumlah calon legislatif (caleg) maupun calon senator usia muda, baik dari tingkat DPR RI, DPD RI maupun DPRD kabupaten/kota melalui Pemilu Legislatif 17 April 2019 lalu.

Ricky Valentino misalnya. Meskipun belum menerima hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara dari tingkat kecamatan, calon senator DPD RI Dapil Kaltara ini mengklaim telah mengantongi 6.000-an suara.

"Berdasarkan data internal, kami sudah dapatkan lebih 6.000 suara dari 200 TPS (tempat pemungutan suara) di Tarakan," sebut pria 32 tahun ini, Jumat (19/4).

Artinya, perolehan suara yang didapatkan Ricky, sapaan akrabnya, berpotensi akan terus bertambah. Sebab, ungkap dia, masih ada sebagian daerah dari luar Tarakan seperti Kabupaten Bulungan, Nunukan, Tana Tidung belum ia kantongi. "Dari Malinau sama sekali belum kami terima," cetusnya.

Pada Pemilu 2019, lanjut dia, ia menargetkan meraih 25 ribu suara atau berada di peringkat tiga atau empat besar. "Di Tarakan kemarin kami targetkan dapat 70 persen dari jumlah daftar pemilih tetap," ungkapnya.

Meski begitu, Ricky masih menunggu hasil ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU).  "Sampai saat ini saya masih menghargai keputusan KPU, apa pun hasilnya kami terima," katanya.

Menurutnya, perolehan suara DPD Dapil Kaltara menuju Senayan sangat sengit. Meski begitu dirinya mengaku optimistis masuk empat besar.

Sementara itu, Surya Maulana salah satu caleg DPR RI dari PKB ini mengatakan sudah mengantongi lebih 13 ribu suara. Perolehan suara itu berdasarkan hasil rekapan tim pemenangan dari sejumlah TPS yang tersebar satu kota dan empat kabupaten di Kaltara.

"Sampai pagi tadi (kemarin) berdasarkan data formulir C-1, kami sudah dapat 13 ribu suara, meliputi dari KTT ada 6.900 suara, Nunukan 1.172, Malinau 500-an suara, selebihnya dari Bulungan dan Tarakan tapi masih berproses," sebutnya.

Kendati demikian, sebut dia, pada Pemilu tahun ini, pria berusia 29 tahun ini menargetkan 40-60 ribu. "Dari hasil yang kami dapatkan itu, kami sudah menampung sekitar 30 persen. Tapi jelasnya kami tunggu ketetapan KPU," kata putra pertama Bupati Tana Tidung H. Undunsyah ini.

"Pada kontestasi ini kami optimistis PKB dapat satu kursi di DPR RI. Karena sampai saat ini kami belum mendata semuanya hasil dari perhitungan suara," tambah dia.

Caleg muda tingkat DPRD Kaltara bernama Herman dari Partai Hanura juga mengaku optimistis dapat menduduki kursi dewan di tingkat provinsi.

Perolehan suara yang dia dapatkan berdasarkan hasil rekapan para saksi parpol dari beberapa TPS di Tarakan, pria berusia 34 tahun berhasil meraih lebih 2.200 suara. "Sebenarnya target kami 4.000 suara. Ya mudah-mudahan dari 2.000-an itu masih bisa bertambah minimal 3.000 suara, " kata caleg nomor urut 6 ini.

Ia menegaskan apa pun hasilnya berdasarkan ketetapan KPU nanti, dirinya menyatakan siap untuk menang dan kalah. "Tapi kami sangat optimistis Hanura dapat satu kursi di legislatif nanti,” ucapnya.

Dari tingkat Kota Tarakan juga tak mau ketinggalan. Salah satu anak muda yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat akan menduduki kursi DPRD Tarakan adalah Dino Andrian.

Caleg dari Partai Hanura Dapil Tarakan Barat ini mengklaim sudah mengantongi 2.644 suara. "Sementara kami masih dapat segitu, Insyaallah akan dapat lebih dari itu, ya kisaran 2.700 suara, " sebut pria berusia 33 tahun ini.

Penghitungan perolehan suara itu dia dapatkan berdasarkan hasil rekapan data saksi parpol di semua TPS Dapil Tarakan Barat. "Alhamdulillah kami dapat kepercayaan dari masyarakat. Jumlah ini sebebarnya lebih dari target yakni 2.500 suara," bebernya.

 

GERINDRA OPTIMISTIS 4 KURSI

Meski rekapitulasi penghitungan masih berjalan, namun beberapa partai melakukan penghitungan mengaku tengah menjaga peluang marih kursi di parlemen.

Sekertaris Gerindra Ir. Yancong mengatakan, sementara ini pihaknya belum dapat memberikan hasil secara pasti terkait hasil Pemilu di Kota Tarakan. Hanya, Gerindra telah mengantongi angka sementara dari hasil pantauan seluruh TPS. Meski begitu, angka tersebut hanya bersifat hitung cepat dan masih sangat bisa berubah.

"Sementara data yang kami pegang belum fixed yah, karena saat ini kami masih melakukan pengolahan data pada setiap TPS-TPS dalam bentuk C-1. Ini berdasarkan hitungan kami sementara, Tarakan Utara sekitar 1.500 suara, Tarakan Barat sekitar 3.000-an suara, Tarakan Tengah itu di kisaran 2.200 suara, sedangkan Tarakan Timur di kisaran 2.200 suara," terangnya.

Dengan hasil penghitungan cepat internal tersebut, sehingga pihak optimistis mampu meraih satu kursi pada setiap dapil. di Tarakan. Meski demikian, pihaknya hingga saat ini juga masih menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU.

"Kami yakin setiap kecamatan memenangkan 1 kursi. Untuk provinsi sendiri dari data yang sudah masuk juga, mudah-mudahan kami juga bisa dapat kursi. Cuma kami juga masih menunggu hasil rekapitulasi saat ini," ujarnya.

Menurutnya hasil saat ini lebih baik dari Pemilu 2014  yang saat itu Gerindra mampu memenangkan 3 kursi. "Jadi 4 dapil ini kami optimistis dapat 1 kursi. Kalau 2014 kemarin kami hanya mendapatkan 3 kursi. Meski perhitungan resmi belum selesai, tapi tahun ini hasil Pemilu sudah sesuai target kami. Mungkin karena salah satu capres dari partai kami, sehingga memengaruhi itu," ujarnya.

Sementara Hanura masih tengah fokus pada penghitungan internal partai. Menurut H. M. Rusli Jabba yang juga ketua Fraksi Hanura DPRD Tarakan, hasil belum bisa diketahui saat ini. “Sementara penghitungan masih berjalan. Semua pasti optimistis bisa meraih kursi. Namun, akan tetap menunggu pada rekapitulasi penyelenggara Pemilu. Untuk saat ini, kami berusaha mengawal laporan dari semua TPS,” tukasnya.

Pada Pemilu 2014, Hanura mendudukan tiga wakilnya di DPRD Tarakan atau satu kursi di masing-masing dapil. Selain nama H.M. Rusli Jabba, juga ada Yulius Dinandus dan Fredy Layuk Allo.

 

REKAPITULASI MARATON DI PPK

Rekapitulasi penghitungan surat suara calon presiden dan wakil presiden di Kecamatan Tarakan Barat berlangsung 17 jam. Meski melelahkan, PPK tetap berencana untuk melanjutkan proses rekapitulasi pada hari ini (20/4).

Kepada Radar Tarakan, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tarakan Barat Arbain mengatakan, bahwa hingga pukul 17.00 WITA, pihaknya telah melaksanakan rekapitulasi surat suara dari 14 TPS di Kelurahan Karang Anyar.

Berdasarkan hasil kesapakatan saksi dan PPK Tarakan Barat, disebutkan bahwa proses rekapitulasi dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, kemudian istirahat pada pukul 11.00 hingga 14.00 WITA, yang kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 hingga 17.00 WITA, kemudian istirahat dari pukul 17.00 hingga 19.30 WITA, dilanjutkan dari pukul 19.30 hingga 01.00 WITA. “Kalau masih mampu, ya lanjut lagi,” tuturnya.

Secara aturan, Arbain mengatakan bahwa pihaknya harus menyelesaikan proses rekapitulasi surat suara calon presiden dan wakil presiden lebih dulu, lalu kemudian disusul oleh DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kota. Hingga pada pukul 17.00 WITA, Kecamatan Tarakan Barat telah memperoleh hasil, pasangan Joko Widodo-K.H. Ma’ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Rekapitulasi dihadiri oleh 14 saksi DPD RI, 16 parpol, KPU dan Bawaslu serta pengamanan TNI-Polri. Pelaksanaan rekapitulasi suara diberiwaktu hingga 29 April. “Mudah-mudahan 8 hari sudah selesai. Tapi waktu kami sampai 29 April 2019,” ujarnya.

Di PPK Tarakan Utara, dimulai dari rekapitulasi suara wilayah Kelurahan Juata Kerikil. Ketua PPK Tarakan Utara Guslansyah menjelaskan, selesainya penghitungan surat suara presiden dilanjutkan dengan penghitungan surat suara untuk DPR RI.

Dalam penghitungan ini, lima kotak suara untuk wilayah Kelurahan Juata Kerikil harus dituntaskan dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan kelurahan lainnya. Yakni Kelurahan Juata Permai, kemudian disusul Kelurahan Juata Laut.

"Jadi satu kelurahan diselesaikan dulu, baru masuk ke kelurahan yang lainnya. Jadi untuk Tarakan Utara, giliran pertama adalah Juata Kerikil, setelah seluruh TPS dan seluruh jenis pemilihan telah dilakukan rekap di tingkat Kelurahan Juata Kerikil, baru lanjutkan Juata Permai dan Juata Laut," terangnya kepada Radar Tarakan.

Guslansyah melanjutkan, untuk jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Tarakan Utara sebanyak 72 TPS. Lantas sejauh ini siapakah yang unggul berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan surat suara presiden dan wakil presiden?

Ya, sementara ini pasangan nomor 01, Jokowi-Amin.

Perbedaan suara antar pasangan 01 dan 02 terpaut 780 suara. Pasangan nomor 01 memperoleh 1.729 suara. Sementara pasangan nomor 02, 949 suara.

Dari 15 TPS yang ada di wilayah Kelurahan Juata Kerikil.

"Yang unggul sementara ini pasangan 01, dari penghitungan suara di Kelurahan Juata Kerikil yang sudah selesai," jelasnya.

Setelah penghitungan surat suara untuk Kelurahan Juata Kerikil ini, dilanjutkan penghitungan surat suara untuk DPR RI.

Lantas apakah ada kendala dalam proses penghitungan surat suara ini? Ia mengaku sejauh ini berjalan lancar. Namun memasuki penghitungan surat suara DPR RI ada kendala. Yakni adanya perbedaan antara jumlah surat suara yang sah dan tidak sah dengan jumlah pengguna hak pilih.

"Makanya kami akan selesaikan ini dulu, dengan catatan persetujuan dari saksi," bebernya.

Dalam satu TPS saja, sedikitnya membutuhkan waktu tiga jam untuk menyelesaikan penghitungan surat suara. Itu pun jika selama proses penghitungan surat suara tidak ada kendala. "Ini kami lanjutkan saja, soal jamnya kami kondisikan sampai mana kemampuan kami," tutupnya.

Di PPK Tarakan Timur. Dari hasil pantauan Radar Tarakan, hingga pukul 18.00 WITA penghitungan surat suara masih dilakukan untuk Kelurahan Mamburungan Timur.

Ketua PPK Tarakan Timur Anwar saat dikonfirmasi mengungkapkan, hingga pukul 18.00 WITA baru menyelesaikan rekapitulasi suara Pilpres wilayah Kelurahan Mamburungan Timur.

“Masih ada satu data TPS yang belum sinkron, hasilnya pasti belum sinkron,” ungkapnya.

Rekapitulasi kembali dilanjutkan pukul 20.00 WITA, dengan penghitungan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pihaknya memastikan perhitungan suara akan dilakukan hingga pukul 01.00 WITA. “Besok akan dilanjutkan pada pukul 08.00 WITA lagi,” singkatnya. (shy/*/one/sur/zar/*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:24

Penyesuaian TBA Dinilai Tak Relevan

Harga tiket pesawat masih mahal? Demikian yang dirasakan sejumlah calon…

Senin, 27 Mei 2019 12:23

Ini Rute Laut Paling Banyak Diminati Warga Tarakan

ANTISIPASI lonjakan arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019,…

Senin, 27 Mei 2019 12:21

Darul Istiqomah, Mirip Masjid Sunan Ampel

Posisinya di pinggir jalan raya, Jalan Jenderal Sudirman. Pusat kota.…

Senin, 27 Mei 2019 12:20

BPJS Kesehatan Bukber dan Santuni Anak Panti

Buka bersama tim Sahur dan Bukber Yuk (SBY) Radar Tarakan…

Senin, 27 Mei 2019 12:19

Kriteria Balon PDIP, Mau Bersinergi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membeberkan telah memiliki tiga kriteria…

Senin, 27 Mei 2019 11:52

Oknum Polisi Divonis 8 Tahun Penjara

TARAKAN- Dituntut 17 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider…

Senin, 27 Mei 2019 11:50

Kapolres Ajak Tokoh Agama Redam Isu Hoaks

TARAKAN- Usai pemilihan umum (pemilu) 2019, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira…

Senin, 27 Mei 2019 11:39

Tidak Temukan Takjil Berbahaya

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat yang…

Senin, 27 Mei 2019 11:35

Badan Jalan Hingga Penutup Drainase Rusak

TARAKAN – Kerusakan jalan di Gang Jembatan Kuning, RT 43,…

Senin, 27 Mei 2019 10:50

Dipaksa Zonasi, tapi Pembangunan Tak Merata

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*