MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 April 2019 11:38
Cegah Korban, Bongkar Rumah Warga
ANTISIPASI: Rumah warga di RT 06, Sebengkok, terpaksa dibongkar menghindari timbulnya korban jiwa akibat potensi tanah longsor, kemarin (13/4). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sabtu (13/4) pagi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan melakukan penanganan bencana pada beberapa titik daerah yang mengalami musibah tanah longsor. Dalam penanganan tersebut, BPBD dibantu Kodim 0907 Tarakan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Meski demikian, terjalnya wilayah perbukitan pada beberapa titik longsor membuat petugas sedikit mengalami kesulitan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Tarakan Ir. Kajat Prasetyo menerangkan saat ini pihaknya telah melakukan penanganan pada 7 titik longsor yang terjadi beberapa minggu terakhir. Satu unit rumah pun dibongkar untuk menghindarinya timbulnya korban jiwa.

“Pertama di RT 6 Sebengkok. Rumah itu dorongan dari siring pemakaman umum yang roboh. Itu pemiliknya Pak Latif Bobo. Sudah memberi dan membuat surat pernyataan rela dan bersedia rumahnya dibongkar. Sehingga kami melakukan pembongkaran,” ujarnya, kemarin (13/4).

Ia menerangkan, alasan pihaknya melakukan pembongkaran, tidak lain disebabkan karena kondisi rumah yang sudah sangat miring. Kondisi tanah di sekitar masih rawan, sewaktu-waktu dapat menimpa rumah tersebut.

“Karena tadi kondisi rumah ini sudah sangat miring. Sehingga kami mengkhawatirkan, jika rumah ini kembali ditempati maka sangat berisiko untuk keselamatan penghuninya,” tuturnya.

Selain itu, longsor yang terjadi sepekan terakhir, tidak hanya menimpa permukiman warga, namun juga memutus akses jalan yang berada di RT 28 Kelurahan Pamusian. Sehingga akibat longsor, warga sempat tidak dapat menggunakan jalan.

“Adapun RT 55 Karang Anyar kemudian di sebelahnya ada RT 68 di situ ada 3 titik. Dan khusus 3 wilayah itu kita sudah lakukan penyiringan. Karena memang bukitnya tinggi, terjal dan tidak terdapat pohon. Selanjutnya kami melakukan penanganan di RT 28 Pamusian. Di sana terjadi longsor yang menimpa jalan, sehingga akses jalan tersebut terputus. Baru dapat dilalui setelah ditangani,” terangnya.

Ia menerangkan, sebagian wilayah yang terkena longsor, disebabkan karena minimnya pohon serta tidak adanya penyiringan pada lokasi tersebut. Sehingga dengan kondisi itu, membuat tanah di lokasi tersebut dengan muda bergerak saat hujan dalam intensitas besar datang.

“Jadi totalnya 7 titik. Alhamdulillah sejauh ini tidak korban jiwa. Tidak ada kendala dalam penanganan tersebut. Memang sebagian besar lokasi tersebut, terjadi karena minimnya pohon dan tidak ada siringan pada lokasi longsor. Untuk kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah, karena ada satu rumah juga dalam artian hancur. Walaupun yang robohkan. Cuma itu kan demi keselamatan pemilik rumah. Jadi hitungannya tetap karena dampak longsor itu sendiri. Untuk penanganan sejauh ini kami telah mengeluarkan dana sedikitnya Rp 300 juta rupiah,” bebernya.

 

RAMAI BANGUNAN DI BUKIT

Ada sejumlah kelurahan terus diintai bencana di Tarakan setiap kali cuaca buruk menghampiri. Seperti di Karang Anyar, Tarakan Barat.

Beberapa waktu lalu, Lurah Karang Anyar, Indrayadi Purnama Saputra menjelaskan awal 2019 ini sudah tercatat 16 titik bencana longsor di Kelurahan Karang Anyar.

Sementara ini tak ada upaya lain selain mengimbau dan turut serta gotong royong membersihkan drainase. Paling tidak dari masyarakat sendiri sadar dan peduli dengan lingkungan untuk meminimalisir debit air.

Di beberapa lingkungan RT pun mulai menerapkan membenahi lingkungan semampu mungkin. Maklum, menunggu perbaikan-perbaikan dari pemerintah mekanismenya butuh proses. “Biasa kita menunggu informasi dari RT ini jadwalkan kerja bakti, jadi kita turun bersama-sama. Imbauan seperti itu yang bisa kita lakukan. Alhamdulillah kita sudah mulai ubah mindset masyarakat, jadi tidak hanya berpangku tangan sama pemerintah,” jelasnya Kamis (4/4).

Sementara bencana tanah longsor menimpa warga bertempat tinggal di titik-titik rawan. Dengan pertimbangan kondisi tanah, sebenarnya warga tidak diberi izin mendirikan rumah di daerah curam atau tebing ini. Namun apa daya, meski sudah diimbau, masyarakat tetap ingin mendirikan rumah di tanah tersebut.

Bagaimana tidak, sesuai dengan kemampuan perekonomian warga hanya tanah di daerah tersebut yang mampu dibeli. Itu pun sudah bertahun-tahun tinggal di daerah tersebut.

“Kalau longsor, secara teknis kita tidak bisa berbicara soal itu. Kita tanya ketua RT kenapa diizinkan mendirikan rumah di situ. Tapi katanya meski tidak diberikan izin, warga tetap membangun karena memang sanggupnya membangun di situ. Kalau ada uang mereka tidak mungkin beli tanah di situ. Bahasanya begitu, jadi kita tidak bisa setting hal-hal yang begitu,” katanya.

Padahal untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) di dataran tinggi, dengan kemiringan di bawah 30 derajat. Ia mengaku, dari pihak kelurahan tidak mempunyai kewenangan untuk melarang hingga membongkar bangunan rumah warga.

Sepanjang sudah memberikan imbauan dan teguran, hasil akhirnya berpulang dari masing-masing indvidu.

“Yang pasti aturannya tidak boleh mendirikan rumah di atas 30 derajat kemiringannya, kalau tidak salah. Kalau di atas tebing  begitu tidak punya izin. Tapi tetap membangun karena merasa punya tanah di situ,” bebernya.

 

RSUD TUNJANG KOMPETENSI PERAWAT

Setahun terakhir beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana alam. Seperti gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menelan korban hingga ribuan jiwa.

Pada Jumat (12/4) kemarin, gempa bumi yang berpotensi tsunami berkekuatan 6,9 skala ritcher (SR) kembali terjadi di Sulteng tepatnya di Kota Luwuk Banggai.

Insiden itu menyisakan trauma yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali warga Tarakan.

RSUD Tarakan bekerja sama dengan Emergency Medical Training 911 Jakarta melaksanakan pelatihan basic trauma dan cardical life support (BCLS) 199 di RSUD Tarakan.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 14 April ini diikuti 75 perawat RSUD Tarakan. Tujuannya adalah untuk menunjang kompetensi perawat dalam pelayanan kesehatan kepada pasien utamanya yang mengalami trauma.

 

“BTCLS  adalah salah satu syarat kemampuan yang harus dimiliki perawat dalam menangani pasien, tindakan memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ,” jelas Rohmat selaku Koordinator Pelatihan BTCLS di sela kegiatan tersebut. 

Ditegaskannya, setiap perawat harus memiliki kemampuan dan kompetensi BTCLS sehingga mereka paham dan mengetahui tindakan yang dilakukan dalam menangani pasien gawat darurat.

“Jadi setelah pelatihan ini peserta akan mendapatkan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus, itu artinya dia boleh menangani pasien gawat darurat. Namun jika tidak lulus maka mereka harus mengulang,” urainya.

Karena, jelas dia, bencana alam kapan pun bisa terjadi. “Jadi sebagai tim medis kita harus siap, di mana pun dan kapan pun.  Seandainya ditugaskan ke luar Tarakan tepatnya di lokasi bencana itu kami sudah siap membantu para korban,” tuturnya.

Sejauh ini, katanya, tingkat trauma pasien terhadap kegawatan sudah baik, begitu juga dengan perawatan yang dilakukan petugas kesehatan.

Sementara itu,  Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Tarakan Nurlinda, mengatakan, bahwa kompetensi perawat dalam menangani pasien haruslah terukur sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menangani pasien. “Kami berharap dengan dilaksanakannya pelatihan BTCLS dapat  meningkatkan kemampuan dan keterampilan para peserta,” terangnya. (*/zac/sur/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 16:11

Siswa Patah Tulang Diseruduk Mobil Oknum Guru

TARAKAN - Sekira pukul 06.30 WITA kejadian mencekam di SD…

Selasa, 23 April 2019 16:00

Meski Dilarang, Tetap Membandel

TARAKAN - Pemandangan tak sedap terlihat di depan kompleks ruko…

Sabtu, 20 April 2019 11:02

Empat Partai Kejar-kejaran

TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi…

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*