MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 April 2019 10:49
Dua Oknum Polisi WN Malaysia Masih Ditahan
MASIH DITAHAN: Dua oknum polisi WN Malaysia yang diamankan aparat gabungan karena masuk ke Indonesia tanpa surat resmi, masih diperiksa di kantor Imigrasi Klas II TPI Nunukan. IMIGRASI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Imigrasi Klas II TPI Nunukan masih menahan dua oknum Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang ditangkap aparat gabungan TNI-Polri dan instansi terkait saat berada di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) Sabtu (30/3) lalu.

Itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Bimo Mardi Wibowo kepada media ini. Bimo mengungkapkan, pihaknyalah yang memang memproses kedua oknum Polis Diraja Malaysia (PDRM) tersebut.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak, tentang pemberitahuan resmi dan permintaan paspor untuk yang bersangkutan. “Ya, sudah kita kirimkan surat ke Konsulat Jenderal Malaysia. Mereka sudah terverifikasi. Untuk sementara masih menunggu respon dari mereka,” ungkap Bimo kepada pewarta harian.

Lanjut dia, proses pendeportasian pun masih menunggu pihak petugas Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia datang ke Nunukan untuk memberikan yang bersangkutan paspor sekali jalan. Bimo belum bisa memastikan kapan dideportasi, namun Bimo memastikan segera setelah ada kunjungan konjen Malaysia. “Tinggal tunggu informasi Konjen Malaysia terkait acuan cemas atau paspor sekali jalan mereka. Setalah itu ada, langsung akan kami deportasi ke Tawau Malaysia,” beber Bimo.

Kedua WNA tersebut diketahui memang masuk ke Nunukan tanpa disertai dokumen resmi. Ironisnya profesi kedua WNA tersebut diduga PDRM. Tujuan keduanya hanya ingin berbelanja barang-barang di Nunukan sekalian refreshing mencari hiburan pasca tugas di Pos Putih, Kayu Angin.

Memang rencananya keduanya hanya ingin berada beberapa jam saja di Nunukan namun terlanjut ditangkap aparat gabungan TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Keduanya masuk ke wilayah Indoneisa Nunukan dengan menumpang speedboat milik masyarakat yang melintas di Pos Putih dan menuju dermaga tradisional di Pasar Yamaker, Nunukan Utara. Karena masuk ke Nunukan tanpa dokumen resmi, keduanya diduga melanggar Pasal 112 dan Pasal 119 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (raw/zia)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Ingin Proyek, Ikuti Aturan yang Berlaku

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah menegaskan kepada…

Jumat, 19 Juli 2019 09:18

Berdayakan Masyarakat untuk Keamanan, Poskamling Ditambah

NUNUKAN – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105…

Jumat, 19 Juli 2019 09:16

Warga Desa Harus Tanggap Bencana

NUNUKAN – Dalam menghadapi bencana secara sigap yang sewaktu-waktu bisa…

Jumat, 19 Juli 2019 09:14

Kemenhub RI Beri Bantuan Satu Unit Kapal Pelra

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima bantuan satu unit…

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*