MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 April 2019 10:49
Dua Oknum Polisi WN Malaysia Masih Ditahan
MASIH DITAHAN: Dua oknum polisi WN Malaysia yang diamankan aparat gabungan karena masuk ke Indonesia tanpa surat resmi, masih diperiksa di kantor Imigrasi Klas II TPI Nunukan. IMIGRASI UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Imigrasi Klas II TPI Nunukan masih menahan dua oknum Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang ditangkap aparat gabungan TNI-Polri dan instansi terkait saat berada di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) Sabtu (30/3) lalu.

Itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Bimo Mardi Wibowo kepada media ini. Bimo mengungkapkan, pihaknyalah yang memang memproses kedua oknum Polis Diraja Malaysia (PDRM) tersebut.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak, tentang pemberitahuan resmi dan permintaan paspor untuk yang bersangkutan. “Ya, sudah kita kirimkan surat ke Konsulat Jenderal Malaysia. Mereka sudah terverifikasi. Untuk sementara masih menunggu respon dari mereka,” ungkap Bimo kepada pewarta harian.

Lanjut dia, proses pendeportasian pun masih menunggu pihak petugas Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia datang ke Nunukan untuk memberikan yang bersangkutan paspor sekali jalan. Bimo belum bisa memastikan kapan dideportasi, namun Bimo memastikan segera setelah ada kunjungan konjen Malaysia. “Tinggal tunggu informasi Konjen Malaysia terkait acuan cemas atau paspor sekali jalan mereka. Setalah itu ada, langsung akan kami deportasi ke Tawau Malaysia,” beber Bimo.

Kedua WNA tersebut diketahui memang masuk ke Nunukan tanpa disertai dokumen resmi. Ironisnya profesi kedua WNA tersebut diduga PDRM. Tujuan keduanya hanya ingin berbelanja barang-barang di Nunukan sekalian refreshing mencari hiburan pasca tugas di Pos Putih, Kayu Angin.

Memang rencananya keduanya hanya ingin berada beberapa jam saja di Nunukan namun terlanjut ditangkap aparat gabungan TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Keduanya masuk ke wilayah Indoneisa Nunukan dengan menumpang speedboat milik masyarakat yang melintas di Pos Putih dan menuju dermaga tradisional di Pasar Yamaker, Nunukan Utara. Karena masuk ke Nunukan tanpa dokumen resmi, keduanya diduga melanggar Pasal 112 dan Pasal 119 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (raw/zia)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*