MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 April 2019 10:37
Demi BBM, Antre Sejak Pagi Hingga Sore Hari
MENGULAR: Untuk mendapatkan BBM, nelayan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah terkadang antre sejak pagi hingga sore hari. Tampak, puluhan jeriken yang berbanjar dan memanjang. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat, khususnya yang bekerja sebagai nelayan di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Bahkan, untuk mendapatkan BBM, diketahui masyarakat harus rela antre dari pagi hingga sore hari. Pasalnya, banyak nelayan yang membutuhkan BBM untuk aktivitasnya di laut ataupun sungai sehari-hari untuk mencari nafkah bagi keluarga kecilnya.

Berdasarkan pantauan awak media Radar Kaltara di lapangan, antrean BBM di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Desa Salimbatu kala itu cukup panjang. Bahkan, jika dilihat lebih jauh antrean seperti ular.  Tak lain, ini dikarenakan jeriken ukuran 30 liter kali dua tampak berbanjar dan berbelok arah secara rapi di depan pintu gerbang APMS.

Salah seorang nelayan yang saat itu ditemui dan enggan namanya disebutkan mengatakan, pemandangan antrean BBM seperti itu sejatinya bukan kali pertama. Melainkan cukup sering lantaran memang nelayan setiap harinya butuh BBM untuk kebutuhan kerja. “Antrenya bisa dari pagi sampai sore,” akunya kepada awak media kala itu.

Namun lanjutnya, sekalipun antrean itu cukup panjang rata-rata ia bersama nelayan lain tetap terlayani dengan baik. Karena memang kuota yang ada mencukupi bagi nelayan di Desa Salimbatu. “Ini antre memang untuk ketertiban saja. Ini juga arahan dari pihak Kepala Desa (Kades) Salimbatu,” katanya.

Di sisi lain, ia berharap ke depannya kebutuhan BBM bagi nelayan dapat terus terpenuhi. Sehingga tidak sampai terjaadi kekurangan. Mengingat, BBM dibutuhkan setiap hari bagi ia dan nelayan lainnya. “Ya, tapi syukurlah sejauh ini kami belum pernah mengeluh soal BBM,” tutupnya.

Terpisah, Kades Salimbatu, Asnawi saat ditemui mengatakan, sejak adanya APMS yang telah berjalan lebih dari setahun ini, sudah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di desanya. Adapun, mengenai antrean BBM hingga menunggu waktu sampai sehari, sejatinya tak menjadi masalah berarti bagi nelayan. Pasalnya, memang masyarakat dibudayakan untuk antre demi ketertiban bersama. “Seperti ini memang pemandangannya, warga antre untuk mendapatkan BBM,” ungkapnya.

Bahkan, orang nomor satu di Desa Salimbatu ini mengaku, adanya APMS ini pun secara tak langsung dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat. Sebab, biasanya mereka untuk mendapatkan BBM harus ke Tanjung Selor. “Ini setahun terakhir sudah tak perlu ke sana (Tanjung Selor), karena memang BBM yang ada mencukupi,” tuturnya.

Lebih lanjut, BBM di APMS ini pun melayani tak hanya warga di Desa Salimbatu. Melainkan, warga di Tanjung Palas Utara terkadang juga mengambil BBM di sini untuk kebutuhan mereka. “Cuma tetap paling banyak BBM bagi warga Salimbatu,’’ katanya.

Sementara, seperti diketahui sebelumnya bahwa APMS di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah mulai beroperasi sejak pertengahan Desember 2017 lalu. Pemilik APMS, H. Abdul Wahid mengatakan, pengoperasi itu merupakan arahan langsung dari pihak Pertamina. Dan mengenai pasokan BBM tahap awal akan menggunakan kapal dari Tarakan. Karena menggunakan mobil sangat tidak memungkinkan dengan melihat kondisi jalan.

“Sangat berbahaya dengan kondisi jalan yang rusak parah, apalagi kalau lewat jembatan kayu,” ujarnya seraya mengatakan sudah menyiapkan tiga tangki yang akan digunakan untuk menampung bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium, sedangkan untuk pertalite belum.

“Tapi saya sudah ada siapkan untuk tangki pertamax. Tapi untuk sementara saya jual solar dan premium  saja. Dengan kemampuan tangki bisa menampung 10 kiloliter (kl) sesuai kebutuhan. Kalau kebutuhan meningkat, nanti akan ditambah lagi tangki,”ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan APMS satu-satunya di Tanjung Palas Tengah dan ketiga di Kabupaten Bulungan ini menghabiskan dana sekira Rp 2 miliar. “Tapi tidak masalah, karena saya kasihan melihat warga di sana (Tanjung Palas Tengah) beli BBM, warga harus pergi ke Tanjung Selor menggunakan perahu,” ungkapnya. (omg/fly)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:39

Transportasi Laut Diprediksi Dipadati Pemudik

TANJUNG SELOR – Belakangan ini sejumlah masyarakat yang ingin pulang…

Jumat, 24 Mei 2019 10:37

Dugaan Pencemaran Sungai Tanjung Rumbia Tak Terbukti

TANJUNG SELOR – Hasil uji sampel air sungai yang diduga…

Jumat, 24 Mei 2019 10:36

Perkara Oknum Caleg Dilimpahkan ke Kejaksaan

TANJUNG SELOR – Proses tahapan pemilu 2019 yang sudah berlangsung…

Jumat, 24 Mei 2019 10:35

Kemiskinan Jadi Catatan BPK

TANJUNG SELOR – Meski memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),…

Kamis, 23 Mei 2019 13:53

Driver Dilarang Melebihi Kecepatan

TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Indrajit…

Kamis, 23 Mei 2019 13:51

Tak Jalankan Inpres, Rapor Merah Menanti

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Kamis, 23 Mei 2019 13:50

Tanpa Papan Tulis, Ruang Belajar Tetap Menyenangkan Bagi Murid

DUNIA pendidikan awal bagi generasi penerus bangsa memang sangatlah penting.…

Kamis, 23 Mei 2019 13:49

Tak Ada Toleransi Pelaku Pencabulan Anak

TANJUNG SELOR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk…

Kamis, 23 Mei 2019 13:47

Makam Kerap Dijadikan Tempat Mabuk-Mabukan

TANJUNG SELOR – Lokasi area tempat pemakaman umum (TPU) Tanjung…

Kamis, 23 Mei 2019 13:46

Dua Kali Beraksi, Pelaku Berhasil Diciduk

TANJUNG SELOR – Pelaku predator anak yang beraksi jam pulang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*