MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Jumat, 22 Maret 2019 19:00
Dokter Ari Gesit Respons Persoalan Listrik Tarakan 
RESPONS LISTRIK: Anggota Komisi VII DPR RI dr. Ari Yusnita.

PROKAL.CO, TARAKAN - Krisis listrik yang terjadi di Kota Tarakan usai terjadi insiden terbakarnya Stasiun Pengumpul Utama Gas G-8 milik PT Medco E&P membuat distribusi gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) milik Perusahaan Listrik Negara Unit Layanan Khusus (PLN-ULK) Tarakan menjadi terganggu.

Dengan cepat dan gesit anggota Komisi VII DPR RI dr. Ari Yusnita merespons persoalan yang merugikan publik terkait kebutuhan penerangan. Sejauh ini, Ari telah bermitra kerja baik dengan Kementerian ESDM dan SKK Migas. 

 

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina sebagai pemilik gas, dan PLN yang menggunakannya. Mereka sedang berupaya keras untuk mengembalikan kondisi seperti sedia kala. Namun semuanya masih butuh proses, dan secepatnya harus segera dilakukan penanganan supaya warga Tarakan tidak kesulitan lagi dan listrik kembali normal,” ujar Ari.

Sejak warga Tarakan mengalami krisis listrik, putri mantan Wali Kota Tarakan dua periode Jusuf Serang Kasim menuturkan, dirinya sudah menekankan kepada pihak terkait supaya cepat melakukan perbaikan, karena listrik menjadi kebutuhan utama. Dia juga menegaskan, bila pelayanan tidak normal akan berdampak pada kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu, warga juga terganggu karena tidak bisa melakukan aktivitas secara normal.

“Kondisi ini tidak kita inginkan. Sebelumnya juga sudah saya koordinasikan dengan PLN Regional Kalimantan, bahwa kondisi Tarakan ini tolong dikoordinasikan dengan Medco secepat mungkin supaya kondisi kelistrikan berjalan normal seperti biasa. Kita juga sudah koordinasikan dengan Pertamina supaya dapat segera membantu normalkan lagi pasokan gas di PLN,” ungkapnya.

 

Di samping itu, persoalan pemadaman listrik turut dia rasakan. Dia mengaku, juga merasakan sulitnya bila terjadi pemadaman listrik dengan durasi berjam-jam. Selain itu, dirinya juga mendapatkan keluhan dari masyarakat. Ari yang merupakan anggota senayan dari Kaltimtara ini justru merasakan dampak pemadaman yang sangat merepotkan dirinya. 

 

“Bukan hanya masyarakat, saya juga mengeluh. Mau ngecas HP tidak bisa, genset rusak. Saya rasa dokter Khairul juga sudah tahu soal Tarakan. Apapun yang bisa dilakukan, kita lakukan supaya listrik bisa nyala kembali. Kalau PLN sendiri menyampaikan tidak ada masalah selama ada gas, tetapi hanya mampu menghidupkan PLTD dengan kemampuan 15 Megawatt (MW),” ucapnya.

 

Terpantau, sejak Kamis (21/3) malam, listrik sudah kembali normal. Hingga Jumat (22/3) sore, tidak nampak aktivitas pemadaman listrik yang biasanya terjadi beberapa hari belakangan.  (adv/ww/har)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*