MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18
Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

Polisi Tunggu Audit Internal PT Medco

LISTRIK PADAM: Kondisi Jalan Yos Sudarso saat mati listrik. Hanya kendaraan yang melintas menerangi jalan, Rabu (20/3). IFRANSYAH/RADARTARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan PT Medco E&P Tarakan Rabu (20/3). Dengan selesainya proses ini, maka distribusi gas ke sistem pembangkit PT PLN UP3 Tarakan dapat dilakukan dan sistem kelistrikan di Kota Tarakan juga akan berangsur normal hari ini.

Kepala Kepala Public Affairs and Security (PASEC) & Humas dan Security (HSE) PT Medco E&P Tarakan, Zaid Talib membenarkan proses pigging yang sempat tertunda akibat insiden Minggu (17/3) lalu di Stasiun Pengumpul Gas Utama G8, Kampung Satu, akhirnya dapat dirampungkan kemarin.

Dengan selesainya pemiliharaan pipa gas itu, maka distribusi gas juga dapat dilakukan mulai hari ini. Namun, ia menegaskan distrubusi dilakukan dengan bertahap atau berangsur-angsur mulai pagi ini hingga siang.

“Intinya pekerjaan pigging sudah selesai. Besok pagi hingga siang sudah dapat dilakukan (distribusi gas, Red) dengan berangsur-angsur,” ujarnya saat dihubungi awak media ini malam tadi.

Mengenai volume distribusi yang dilakukan hari ini, ia tidak mengetahui angka pastinya. Tapi, sudah dapat disalurkan ke PT PLN UP3 Tarakan. Selain itu, akibat insiden yang terjadi tersebut, pihaknya menerapkan prosedur kerja yang lebih ketat lagi. Bahkan, tim khusus dari Jakarta turun langsung untuk ikut melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Meski demikian ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang sama-sama membantu agar persoalan yang terjadi saat ini dapat segera ditangani dengan cepat dan baik. “ Kami juga berterima kasih kepada Wali Kota yang memberikan pernyataannya kepada masyarakat dan menjelaskan apa persoalanya yang terjadi saat ini,” tuturnya.

“Bahkan di akhir pernyataannya beliau juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan saat ini,” sambungnya seraya penutup pernyataannya terkait proses pigging yang sudah rampung dilakukan.

Manager PT PLN UP3 Tarakan Totok Suharto juga telah menerima informasi proses pembersihan pipa gas yang dilakukan PT Medco E&P Tarakan sudah selesai. Rabu (20/3) malam pihaknya pun melakukan rapat internal untuk melakukan penormalan sistem kelistrikan di Kota Tarakan ketika distribusi gas dari PT Medco E&P dilakukan pagi ini.

Ia menjelaskan, meski suplai gas telah dilakukan, penormalan listrik tetap dilakukan secara bertahap hingga seluruh sistem dapat normal kembali seperti semula. “Tetap harus bertahap, pelan-pelan untuk melakukan penormalan ke engine (mesin, red),” bebernya.

Meski tidak dapat memastikan, ia akan berupaya hari ini sudah tidak ada pemadaman lagi. Namun dengan catatan tidak ada kendala yang ditemui di lapangan saat proses penormalan tersebut. “Ya namanya mesin kalau sudah tidak beroperasi dua sampai tiga hari, jadi harus bertahap,” jelasnya singkat yang mengaku sedang melakukan rapat sembari menutup sambungan teleponnya.

Terkait penyebab kebakaran di salah satu tangki penampungan dan truk vacum milik PT Medco masih dalam penyelidikan Polres Tarakan. Kejadian yang terjadi di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8 pada Minggu (17/3) lalu itu, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan saat dikonfirmasi Radar Tarakan mengatakan, saat ini pihaknya juga masih menunggu hasil audit dari internal medco terkait kejadian tersebut. Selain itu, penyidik Satreskim juga nantinya akan meminta second opinion dari Komisi Keselamatan Kerja Pertamina, sebagai saksi ahli.

“Untuk sekarang kita masih fokus lakukan pemeriksaan saksi. Kemarin (19/3) kami melakukan pemeriksaan terhadap keterangan sopir yaitu Sugeng, yang selamat dari kejadian tersebut,” jelasnya.

Dilanjutkan mantan penyidik KPK itu, pihaknya juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap Manajer Operasional Medco. Untuk keterangan korban yaitu Boy, pihaknya belum meminta keterangan lantaran mendapatkan perawatan di luar Tarakan.

“Korban dibawa ke Jakarta karena harus mendapatkan perawatan lebih maksimal. Tapi untuk itu kami kurang tahu apa saja pertimbangan medisnya secara detail. Tapi, demi keselamatan yang bersangkutan dan percepatan recovery, maka dirujuk ke Jakarta,” tuturnya.

Diketahui, Boy yang mendapatkan luka bakar yang sangat parah merupakan salah satu saksi kunci dari kejadian tersebut. Namun pihaknya akan menunggu kondisi kesehatan dari Boy membaik, untuk dimintai keterangan. Kemudian untuk saat ini juga penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap security, yang didapati bertugas saat itu.

“Kita juga periksa semua yang terkait dengan kegiatan sebelum terjadinya kebakaran. Untuk sub kontraktor juga dimintai keterangan,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian mendapati bahwa ada tiga orang yang beraktivitas di area tersebut sebelum terjadinya kebakaran. Di antaranya yaitu sopir truk, korban yang meninggal yaitu Sudarman dan korban luka bakar Boy. Namun dari hasil penyelidikan sementara ini juga, pihaknya belum dapat memastkan apakah ada unsur kelalaian kesengajaan dan sabotase yang mengakibatkan terjadinya kebakaran.

“Untuk hasil audit internal Medco nanti akan dikonsultasikan dengan ahli dari Pertamina itu ditambah penelitian lebih mendalam,” imbuh pria yang berpangkat melati dua itu.

Terlepas dari itu, Kapolres memastikan bahwa kejadian terbakarnya tangki penampungan dan bak truk vacum milik PT Medco tidak ada hubungannya dengan pemadaman listrik bergilir oleh PLN. Pemadaman yang terjadi saat ini lantaran adanya pembersihan cairan atau pigging yang ada di pipa aliran gas dari Bunyu sampai ke Tarakan.

“Jadi cairan ini didorong dan dikeluarkan demi keamanan pengguna gas juga. Jika cairan tidak dibersihkan, mengalir ke aliran gas yang terhubung, bisa mengakibatkan kebakaran. Jadi kami informasikan ke masyarakat tidak ada hubungannya kebakaran ini dengan pemadaman listrik,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul mengatakan bahwa Minggu (17/3) merupakan jadwal pemeliharaan dan  pembersihan pipa gas Bunyu-Tarakan. Sehingga pembangkit listrik yang menggunakan gas dihentikan sementara dan hanya menggunakan atau mengandalkan mesin pembangkit listrik yg menggunakan tenaga diesel yang berkapasitas 15,5 MW. Sedangkan kebutuhan listrik se-Kota Tarakan adalah 40 MW. Sebab itu menurut Khairul perlu dilakukan suplai secara bergilir ke pelanggan setiap 4 jam sembari menunggu selesainya pemeliharaan pipa gas oleh PT  Medco.

Khairul mengungkapkan bahwa saat ini daya mampu sistem kelistrikan di Kota Tarakan mencapai angka 41,6 MW dengan perincian gas 26,1 MW dan diesel 15,5 MW. Sehingga kondisi keandalan listrik menurutnya tidak memiliki masalah. “Diinformasikan kondisi pembangkit listrik dan jaringan listrik PT PLN (Persero) UP3 Tarakan dalam keadaan aman, normal dan siap dioperasikan,” bebernya.

“Giliran waktu pemadaman bisa maju dan mundur sekitar 30 menit, karena mobilisasi ke lapangan, untuk mencapai tiap seksion, kondisi jalannya berbeda beda,” sambungnya.

Sementara itu, menurut informasi dari PT Medco Kota Tarakan, proses pemeliharaan pipa gas akan selesai pada Kamis, 21 Maret 2019 pukul 17.00 WITA. Efek jika line gas tidak bersih, maka cairan kondensat akan sampai ke pengguna, dan dapat menimbulkan kebakaran. Jika terhisap ke mesin PLN akan menimbulkan kerusakan yang serius.

“Kami harapkan masyarakat  tetap menjaga suasana kondusif, dan agar berhati hati dan meminimalisir alternatif penerangan lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” harapnya.

Melalui hal tersebut, atas nama Pemerintah Kota Tarakan, Khairul menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tarakan atas ketidaknyamanan pelayanan publik ini. Menurutnya, doa dan dukungan dari masyarakat merupakan semangat untuk terus berbenah guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, persoalan kelistrikan di Kota Tarakan menjadi perhatian Anggota Komisi 7 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dr. Ari Yusnita. Pasalnya biarpet yang terjadi ini dianggap sebagai sebuah hal yang tidak menguntungkan, sehingga perlu diselesaikan dengan cepat.

Kepada Radar Tarakan, dr. Ari Yusnita mengatakan bahwa selama 4 hari proses pemadaman listrik bergilir di Kota Tarakan. Selama itu, dirinya telah melakukan komunikasi secara langsung ke PLN. Melalui pertemuan tersebut, PLN menjelaskan bahwa jaringan dan gas telah dimiliki PLN saat ini. Hanya saja proses pigging sempat tertunda akibat sebuah insiden.

“Jadi permasalahannya cuma itu, tinggal bagaimana kami dan Medco berkomunikasi agar dipercepat karena kondisi ini tidak menguntungkan bagi kita semua,” bebernya.

Ari mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN, Machnizon untuk melakukan koordinasi langsung bersama PT Medco. Namun Machnizon menjelaskan bahwa dirinya sudah mengetahui terkait permasalahan listrik yang ada di Kota Tarakan, sehingga ditarget pertengahan pekan ini kondisi listrik akan kembali normal.

Tak hanya itu, Ari juga melakukan komunikasi bersama General Manager Pertamina MOR VI Boy J Lapian menyampaikan kepada Ari untuk berkomunikasi langsung dengan PT Medco. Namun hingga Rabu kemarin, Ari hanya mendapat kontak Humas Medco saja. “Makanya saya lagi mencari koordinasi Medco untuk membahas persoalan listrik yang ada di Kota Tarakan ini,” jelasnya.

 “Ini bukan kesalahan PLN seluruhnya, jadi kita sama-sama mengawal supaya listrik kembali normal. Bukan hanya masyarakat, saya juga mengeluh karena mandi tidak bisa dan cas hp pun nggak bisa, makanya kita sama-sama menekan di Medco, apapun akan kita lakukan supaya listrik dapat kembali normal,” pungkasnya. (eza/zar/*/shy/eza)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 10:49

Antre Panjang, Beli Pertalite Tak Dibatasi

TARAKAN – Ditiadakannya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, diharapkan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:46

Tempuh Solusi Jangka Pendek

TARAKAN - Persoalan lahan di kawasan Pantai Amal Kota Tarakan,…

Selasa, 23 Juli 2019 10:44

Usulkan 30 Nama untuk Dilantik

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan akhirnya menggelar rapat…

Selasa, 23 Juli 2019 10:12

Menyediakan 516 Lowongan Pekerjaan

TARAKAN – Tercatat 23 perusahaan di beberapa daerah di Kalimantan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:08

Pemeliharaan Berakhir, Listrik Berangsur Normal

TARAKAN – Sesuai dengan rencana awal, kegiatan pigging atau  maintenance…

Selasa, 23 Juli 2019 09:55

Hadirkan Monster di Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pelaksanaan pawai pembangunan sisa 27 hari lagi. Pawai…

Selasa, 23 Juli 2019 09:02

Antisipasi Hama, Turunkan Babinsa

TARAKAN – Upaya antisipasi serangan hama yang menyerang tanaman padi,…

Selasa, 23 Juli 2019 08:59

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku

TARAKAN – Pihak kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:58

Kejaksaan Masih Lidik Perkara Korupsi

TARAKAN – Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan tengah menyelidiki…

Selasa, 23 Juli 2019 08:56

Warga Butuhkan Pelebaran Drainase

TARAKAN – Dinilai minim, masyarakat RT 9 Kelurahan Selumit berharap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*