MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17
Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih
DAYA ALTERNATIF: Petugas PDAM IPA Persemaian Tarakan mengoperasikan genset untuk mengolah dan mendistribukan air kepada pelanggan, Selasa (19/3). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses pigging, atau pembersihan pipa yang sempat terhenti akibat kebakaran di Stasiun Pengumpul Gas Utama G-8, di RT 16, Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, Minggu (17/3). Jika proses ini selesai, maka distribusi gas ke sistem pembangkit PT PLN UP3 Tarakan dapat dilakukan. Produksi listrik pun akan berangsur pulih.

Head Public Affairs and Security (PASEC) & Humas dan Security (HSE) PT Medco E&P TarakanZaidTalib menginformasikan jika hingga Selasa (19/3) sore, fase pertama pigging telah selesai. “Fase pertama ini, itu dua pig launcher yang diluncurkan telah sampai. Menyelesaikan pembersihan sepanjang 24,1 km, dari Bunyu ke Tarakan. Selanjutnya, ini menghadap fase kedua. Fase pertama ini sisa pembersihan liquid-nya mudah-mudahan bisa kami tuntaskan,” ulas Zaid kepada Radar Tarakan.

Siang ini fase kedua akan dilanjutkan, butuh waktu sekira 5-6 jam. “Kalau perkiraan. Besok malam, gas sudah didistribusi masuk ke sistemnya PLN. Akan dilakukan bertahap, pulp atau katup tertentu akan kami tutup dulu. Kami membuka mulai dari yang kecil, setelah itu, baru masuk skala penuh,” terangnya.

Kelanjutan proses pigging, setelah dilakukan koordinasi matang, baik di internal Medco, maupun ke kepolisian. “Alhamdulillah, kami menjelaskan langsung ke Pak Kapolres (AKBP Yudhistira Widyahwan). Beliau cukup menguasai teori, compression, tekanan, dan sangat nyambung dengan apa yang kami sampaikan. Beliau cukup tahu, memahami. Termasuk beliau bisa memahami ada kepentingan besar yang harus diperhatikan. Dua hari ini kan, juga kami membahas di internal,” bebernya.

Sementara penyelidikan internal juga terus berjalan. Rencana kerja Medco selanjutnya, meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aspek operasional. “Kami ingin agar pekerjaan kami selanjutnya lebih aman. Kami koordinasi dengan Pertamina, dan PLN,” urainya.

Zaid juga menjelaskan jika aliran gas ke jaringan PT PGN sudah normal sejak Senin (18/3) pagi. “Sebenarnya Lapangan Mamburungan, prioritasnya oil. Basicly kami bekerja untuk negara. Kami jelaskan juga ke Pak Kapolres, ini aset negara. Hanya, pengelolaannya lewat kami. Setiap tahun harus kami laporkan ke Kementerian Keuangan, baik kinerja maupun kondisi asetnya,” sebut Zaid.

Zaid berharap, proses pigging dapat berjalan normal hingga pemanfaatannya dapat dimaksimalkan. “Doakan kami, agar pekerjaan ini berjalan lancar,” pintanya.

Sementara itu Manager PT PLN UP3 Tarakan Totok Suharto menjelaskan jika PLN masih harus melakukan pemadalam bergilir setiap 4 jam, karena kemampuan mesin diesel yang tak mencukupi kebutuhan listrik atau beban puncak se-Kota Tarakan. Diesel diaktifkan, setelah distribusi gas dari PT Medco E&P terhenti. “Pembangkit gas kami sudah siapkan, seandainya besok bisa masuk. Kemungkinan besok (hari ini) siang pembangkit gas sudah bisa beroperasi. Menunggu Medco,” terang Totok.

Secara teknis, distibusi gas ke PLN di tangan Medco. “Gambarannya begitu (di tangan Medco). Harapan PLN, sudah bisa aktif besok (Rabu),” jelasnya lagi.

Totok menjelaskan, adapun pertanyaan masyarakat yang mengaku jika pemadaman kembali meleset dari jadwal, kata dia, disebabkan teknis mengatur beban. Tidak semua load break switch(LBS), berada pada satu titik. Petugas harus mobile dari satu LBS ke LBS yang lain. LBS merupakan alat yang digunas untuk mengatur beban.

“Itu peralatan manuver beban. Masuknya kan beda-beda. Untuk menjaga keandalan, dan mengatur beban. Perlu perjalanan dari satu LBS ke LBS lain. Mirip lampu traffic light, untuk ke satu tiang ke tiang lain, tempatnya kan beda-beda. Kan butuh waktu.

Atau seperti saklar kamar-kamar di rumah. Sehingga butuh waktu untuk melakukan manuver itu,” urai Totok menganalogikan teknis mengatur beban dari satu wilayah ke wilayah lain.

Dikatakan, PLN telah melakukan sebaik-baik prosedur sejak rencana pembersihan pipa PT Medco E&P hingga terjadinya insiden kebakaran di Stasiun G-8. “Saya sebelumnya sudah membuat pemberitahuan ke masyarakat, bahwa ada pelaksanaan pigging. Ternyata meleset ,karena ada insiden. Permohonan maaf sudah kami sampaikan. Apa yang dilakukan PLN sudah sangat tersusun. Dan itu dilaksanakan. Perlu ada pemadaman. Kami juga sudah menjelaskan ke saluran media, untuk diteruskan ke masyarakat, mengenai kendala suplai gas,” bebernya.

 

GELADI UNBK TIDAK SERENTAK

Sementara, Selasa (19/3) pagi, seluruh SMP se-Kota Tarakan kembali menggelar geladi bersih dalam persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 22 April mendatang.
Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan Wiranto menerangkan, geladi kedua terpaksa terhenti karena adanya gangguan pelayanan listrik saat ini. Beberapa sekolah tidak dapat menjalankan geladi sesuai jadwal yang ditentukan.
“Geladi bersih kali ini dilakukan tidak serentak pada semua SMP, tergantung kesiapan masing-masing sekolah. Kami akui adanya gangguan yang memengaruhi pelayanan listrik yang juga berdampak pada agenda penting pendidikan,” terangnya.

Walau begitu, ia menegaskan semua SMP tetap menjalankan kewajibannya meski waktu pelaksanaan di setiap sekolah berbeda. Pihaknya akan segera mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang.

“Kami akan segera melakukan pertemuan membahas dan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian ini tanggal 22 April nanti. kami berharap pelayanan listrik seperti ini tidak terjadi hingga hari-H UNBK,” tuturnya.

Ia menerangkan, geladi terakhir ini sangat penting dijalankan dalam waktu bersamaan. Hal tersebut dikarenakan selain memberi pelatihan siswa dengan suasana UNBK. Lewat geladi, siswa dapat mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi UNBK.
“Geladi bersih ini seharusnya dilakukan pada jam UNBK berlangsung. Yaitu pagi hingga siang karena pada saat itulah konsentrasi siswa maksimal dalam berpikir. Kalau tidak bersamaan kami sulit mengetahui mana yang betul-betul siap mana yang tidak siap. Selain itu membantu siswa untuk mengukur kemampuan dirinya. Agar nantinya siswa ini bisa meningkatkan kemampuannya sebelum UNBK dilaksanakan,” ungkapnya.

Walau begitu, ia menerangkan jika kelulusan tahun ini tidak berpatok pada penilaian UNBK. Kelulusan ditentukan perilaku dan keaktifan selama proses belajar mengajar.

“Sekarang tidak ada standar khusus nilai ujian, tapi patokan kelulusan berdasarkan hasil pertimbangan sekolah. Karena kami lebih menekankan perbaikan karakter. Okelah kalau nilai tidak menjadi acuan lulus tidaknya siswa. Tapi,  perilaku ini yang paling penting. Karena mohon maaf walaupun orang pintar kalau karakternya tidak baik, tidak bisa membuat perubahan juga,” nilainya.

 

BIAYA PDAM MEMBENGKAK

Pemadaman listrik bergilir juga berdampak terhadap PDAM Tirta Alam Tarakan, sebab kini PDAM harus menggunakan tenaga genset dengan memanfaatkan bahan bakar solar.

Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan Said Usman Assegaf mengatakan, bahwa pada dasarnya PLN berbeda dengan PDAM. Sebab jika PLN padam dapat menyala kembali dalam sekejap, sementara PDAM jika terjadi pemadaman listrik, baru dapat bekerja 8 hingga 12 jam setelahnya.

“Itu karena airnya kembali nendang semua, kosong pipa. Jadi begitu hidup, titiknya di nol kembali kemudian mulai tendang air sampai berjam-jam baru bisa normal lagi mengisi pipa yang kosong itu,” jelasnya.

Untuk menjaga kestabilan listrik, PDAM terpaksa menggunakan tenaga genset berbahan bakar solar. Nah, 4 genset yang digunakan PDAM selama 6 jam memakan 8 ton solar. Satu liter solar mencapai Rp 11 ribu. “Kalau satu hari berkali-kali padam, hitung sendirilah. Yang normal-normalnya saja PLN mati satu menit, dua menit, dalam satu bulan itu dapat mencapai Rp 300-an juta solar yang kami beli,” ujarnya.

Meski begitu selama dua hari pemadaman listrik belum diketahui anggaran PDAM yang dikeluarkan. Usman menjelaskan bahwa pihaknya memiliki audit penggunaan genset, produksi dan solar memiliki hitungan per jam. Untuk itu PDAM mengaku rugi karena terjadinya biarpet.

Hingga kini, PDAM hanya menerima laporan keluhan melalui Facebook saja. Namun secara pribadi dirinya menanggapi bahwa setiap pelayanan publik harus mengalami kritik dan komentar dari masyarakat. Pemadaman listrik secara bergilir ini diakui Usman sangat berdampak bagi pihaknya. Sebab seluruh Indonesia belum ada PDAM yang mampu menggunakan genset sendiri.

“PDAM jelas kena dampak, karena PDAM tergantung dari listrik karena 2 kali 24 jam nonstop,” katanya.

Tak hanya itu, booster di 4 instalasi pengolahan air (IPA) seperti pompa hisap, pompa distribusi dan sebagainya seluruhnya menggunakan listrik. Sehingga biaya operasional PDAM terbesar terdapat pada listrik yang mencapai Rp 1 miliar per bulan. (*/zac/*/shy/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*