MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Maret 2019 11:12
Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia
ANGKAT POTENSI KALTARA: Deputi Pemasaran I Kemenpar RI Rizki Handayani Mustafa (kiri) menyerahkan cendera mata ke Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, Selasa (19/3). HUMAS PEMPROV KALTARA

PROKAL.CO, JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak dan fas, mineral maupun hasil kelautan, Kalimantan Utara (Kaltara) juga memiliki kekayaan hutan yang sangat luas, yang berpotensi menjadi objek wisata berkelas dunia.

Adalah kawasan hutan konservasi Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang merupakan bagian dari Heart of Borneo (HoB), yang oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal dijadikan sebagai ekowisata.

"Atas nama masyarakat Indonesia di Kalimantan Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI, dan juga WWF dan lembaga lainnya yang telah menginisiasi kampanye pariwisata Kalimantan. Yaitu melalui Visit the Heart of Borneo," ujar Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat menjadi narasumber dalam press conference Visit The Heart of Borneo di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Selasa (19/3).

Selain Gubernur, bertindak sebagai narasumber juga dalam kegiatan itu, Deputi Pemasaran I Kemenpar RI Rizki Handayani Mustafa, Dr. Prabianto Mukti Wibowo dari Kemenko Ekonomi, serta Rizal Malik CEO WWF Indonesia.

Dengan mengusung tema, Jantung Kalimantan tempat kekayaan keanekaragaman hayati hayati dan budaya menyatu, program Visit The Heart of Borneo (HoB), adalah program pelestarian hutan yang dikolaborasikan dengan ekowisata. "Program ini merupakan inisiasi tiga negara. Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam," terangnya.

Kaltara, kata Irianto, dengan luas wilayah mencapai 75.467 hektare, persentase tutupan hutannya  85,4 persen. HoB sendiri memiliki luas 22 juta hektare, di mana 16,8 juta hektare di antaranya ada di Kalimantan (Indonesia). Dan dari itu, 30 persennya atau 5,19 juta hektare ada di Kaltara.

Gubernur mengungkapkan, di areal HoB yang ada di Kaltara, memiliki berbagai flora dan fauna, dan aneka ragam hayati lainnya, yang sangat potensi menjadi daya tarik wisata. Selain itu, juga ada kekayaan budaya, dan berbagai potensi yang menjadi keunggulan komperatif. "Meski demikian kami akui, HoB sejauh ini belum banyak mendatangkan wisatawan. Kalah dengan Malaysia," ungkap Irianto. Kenapa kalah? Dijelaskan, pertama karena infrastruktur yang kurang memadahi, konektifitas, dan juga marketing yang kurang. "Namun patut disyukuri, secara cepat sarana infrastruktur terus dibenahi. Atas sinergi Pemerintah daerah dan pusat, jalan-jalan ke wilayah perbatasan telah dibangun. Hal ini diharapkan bisa mendukung program pariwisata di Kaltara. Termasuk program visit Heart of Borneo," imbuhnya.

Untuk diketahui, WWF–HoB Program berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, dalam mempromosikan kampanye Visit HoB, dan program peningkatan pengetahuan bagi beberapa tour operator di wilayah Kalimantan.

WWF–HoB Program juga memasarkan kegiatan ekowisata di tingkat internasional melalui partisipasi di ITB Berlin, salah satu pameran wisata yang besar di tingkat internasional.

Pada tingkat tapak, WWF–HoB aktif mendukung penguatan tour operator dan masyarakat lokal dalam pengembangan paket wisata berstandar ekowisata. Visit the Heart of Borneo (HoB) merupakan kampanye yang diluncurkan oleh pemerintah tiga negara pendukung inisiasi Heart of Borneo yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia di tahun 2017.

Pulau Borneo, pulau terbesar nomor 3 di dunia, memiliki sekitar 6 persen keanekaragaman hayati dunia di area hutan tropisnya. Spesies flora dan fauna mencapai ribuan variasi, termasuk bunga raflesia, dan beberapa fauna endemik, seperti orangutan, gajah borneo (gajah terkecil di dunia), dan kera proboscis. Kawasan Jantung Kalimantan merupakan bagian dari pulau ini yang sebagian besar masih natural. (*/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 10:49

Antre Panjang, Beli Pertalite Tak Dibatasi

TARAKAN – Ditiadakannya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, diharapkan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:46

Tempuh Solusi Jangka Pendek

TARAKAN - Persoalan lahan di kawasan Pantai Amal Kota Tarakan,…

Selasa, 23 Juli 2019 10:44

Usulkan 30 Nama untuk Dilantik

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan akhirnya menggelar rapat…

Selasa, 23 Juli 2019 10:12

Menyediakan 516 Lowongan Pekerjaan

TARAKAN – Tercatat 23 perusahaan di beberapa daerah di Kalimantan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:08

Pemeliharaan Berakhir, Listrik Berangsur Normal

TARAKAN – Sesuai dengan rencana awal, kegiatan pigging atau  maintenance…

Selasa, 23 Juli 2019 09:55

Hadirkan Monster di Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pelaksanaan pawai pembangunan sisa 27 hari lagi. Pawai…

Selasa, 23 Juli 2019 09:02

Antisipasi Hama, Turunkan Babinsa

TARAKAN – Upaya antisipasi serangan hama yang menyerang tanaman padi,…

Selasa, 23 Juli 2019 08:59

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku

TARAKAN – Pihak kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:58

Kejaksaan Masih Lidik Perkara Korupsi

TARAKAN – Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan tengah menyelidiki…

Selasa, 23 Juli 2019 08:56

Warga Butuhkan Pelebaran Drainase

TARAKAN – Dinilai minim, masyarakat RT 9 Kelurahan Selumit berharap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*