MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Maret 2019 10:55
SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat
BELUM MAKSIMAL: Meski sudah dibangun dengan tujuan membantu berbagai permasalahan yang dikeluhkan nelayan, keberadaan institusi ini masih tak dimanfaatkan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun telah berdiri Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik. Namun masih minim nelayan yang ingin memanfaatkan tempat tersebut dengan berbagai alasan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Rais mengatakan, di Sebatik ada kekeliruan dalam pengelolaan perikanan. Karena ikan yang ada di Sebatik didapatkan dari Tawau.

“Nelayan di Sebatik hanya menggunakan alat tangkap jaring, sehingga sulit menangkap ikan yang seperti dibeli dari Tawau, Malaysia,” kata Muhammad Rais.

Menurutnya, ada kesalahan dalam pengelolaan perikanan di Pulau Sebatik. Yakni ikan dibawa dulu ke Tawau, Malaysia lalu dijual kembali ke Sebatik. Hal ini menjadi target, untuk nelayan harus dibekali alat yang canggih.

Sangat disayangkan sumber daya ikan di perairan Kaltara sangat melimpah, namun dimanfaatkan oleh negara lain. Maka perlu ada perubahan, selama ini terjadi praktik ilegal ikan disebabkan masih banyak kekurangan.

Dia menjelaskan, terkait SKPT Sebatik hingga saat ini belum dapat beroperasi dengan maksimal, karena berbagai masalah. Seperti status pelabuhan belum  ada hingga saat ini. Status pelabuhan belum ada, disebabkan status lahan belum jelas.

Status lahan seharusnya diserahkan ke pemerintah pusat, cara menyerahkan harus dari kabupaten ke provinsi. Selanjutnya provinsi ke pusat. Fungsi SKPT sangat baik, karena akan menjadi pengerak ekonomi masyarakat di pesisir.

“Status lahan SKPT hingga saat ini belum selesai, jadi belum dapat difungsikan,” ujarnya.

Persoalan nelayan yang lain adalah, proses hasil tangkapan nelayan. Sulit untuk beralih ke tempat pembeli yang lain. Karena para nelayan masih ada yang bergantung dengan para pembeli dari Malaysia. Karena mudah dipinjamkan uang.

SKPT Sebatik sulit maksimal, karena nelayan Sebatik tidak menyerahkan tangkapan ke pelabuhan perikanan. Melainkan langsung ke pembeli ikan atau pengepul ikan. Pengepul ikan langsung membawa ikan ke Tawau, Malaysia.

Nelayan di Sebatik masih tidak pernah berpikir, bahwa setelah ikan ditangkap langsung dijual ke pengepul. Apalagi untuk melakukan pengelolaan ikan sendiri. Dan kenyataannya, nelayan sulit lepas ikatan dari pengepul, karena persoalan modal.

“Pembeli ikan di Tawau, Malaysia atau sering disebut toke memberikan modal kepada pengepul dan pengepul dapat memberikan modal kepada nelayan,” tambahnya. (nal/zia)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*