MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Maret 2019 10:38
Persediaan Air Bersih PDAM Menipis
MENIPIS: Tampak teknisi PDAM Nunukan memeriksa embung Bilal yang saat ini volume airnya semakin menipis akibat tak adanya hujan. PDAM untuk RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan terus menipis. Volume air baku di sejumlah embung dan instalasi pengelohan air (IPA) yang selama ini disuplai ke pelanggan terus mengalami penyusutan akibat tak adanya hujan.

“Hujan tidak ada. Jadi, aliran sungai yang selama ini mengisi embung tidak ada. Jadinya embung kering,” kata Direktur PDAM Nunukan melalui Kepala Bagian Produksi PDAM Nunukan Sulianto kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.

Kendati demikian, Sulianto mengaku jika menipisnya persedian air bersih di embung dan IPA saat ini belum pada tingkat mengkhawatirkan. Sebab, belum mencapai 50 persen dari ketersediaan air baku di cuaca normalnya. Namun, untuk mengantisipasi terjadi kekeringan, maka dilakukan beberapa langkah. Salah satunya menambah durasi penghentian aliran air di setiap zonasi. Dari 12 jam ke 24 jam. “Ini dilakukan agar ada pemerataan suplai air bersih saja,” akunya.

Karena, kata Sulianto, penyaluran air berbeda dengan aliran listrik. “Listrik jika sudah dihentikan lalu dinyalakan bisa langsung hidup. Tapi, kalau air butuh waktu. Jangan sampai durasi 12 jam itu justru membuat pelanggan tidak mendapatkan haknya,” katanya.

 Dijelaskan, jalur pembagian zona ini diberlakukan selama kemarau berlangsung. Dalam zona itu, jalur pendistribusian diatur satu hari mengalir satu hari dimatikan. Jadwal ini mulai berlaku mulai kemarin (19/3) hingga musim kemarau berakhir.

Diungkapkan, pasokan air di setiap embung dan IPA itu memang sangat mengharapkan hujan. Sebab, di Pulau Nunukan dan Sebatik itu tidak ada sumber mata air. Sehingga, keberadaan embung memang menjadi tujuan utama dalam menyiapkan ketersediaan air baku itu. “Kalau dihitung tingkat kerawanannnya itu saat ini penurunan sudah mencapi 5-10 cm per jam. Jadi, perhitungan kami itu ada 20 hari lagi ketersediaan air bersih. Jadi masih aman,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sulianto menjelaskan, jika jumlah pelanggan PDAM Nunukan saat ini mencapai sekitar 9.800 pelanggan. Tapi di lapangan jumlah pengguna air itu mencapai akhirnya 13 ribuan. Karena, ada tambahan pengguna yang bukan termasuk pelanggan. “Mereka itu hanya ikut menikmati air bersih dari pelanggan yang ada,” jelasnya.

Karena ada tambahan di luar dari pelanggan itu, lanjutnya, maka dilakukan upaya pembatasan suplai ke setiap pelanggan. "Kran-kran besar dibatasi dan penyalurannya di bagian per zona. Karena, kalau dibuka secara bebas dikhawatirkan suplainya tidak merata. Ada pelanggan yang dapat terus air di sisi lain justru ada yang kekeringan. Itu salah satu solusi dan upaya kami kepada pelanggan,” imbuhnya. (oya/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*