MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 14:54
ASTAGA..!! Di OPD Ini, Samakan Wartawan dengan Peminta Sumbangan

Larang Wartawan Masuk, BPKAD Kaltara Minta Maaf

LARANG: Tulisan larangan yang tertempel di pintu masuk BPKAD Kaltara, sebelum dilepaskan. Foto: Iwan Kurniawan/ Radar Kaltara

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kondisi tidak menyenangkan kembali dialami wartawan. Kali ini terjadi di Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara), yang mana ditemukan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara yang tertutup untuk wartawan. 

Berdasarkan pantauan Radar Kaltara di lapangan, tanda larangan masuk bagi wartawan itu terpasang di pintu masuk kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan tulisan 'yang tidak berkepentingan dilarang masuk!!! (pedagang, wartawan dan tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun).Padahal profesi wartawan dilindungi Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. 

Ketua PWI Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnain mengatakan, sebenarnya wartawan sudah dibatasi sejak masuk kantor dengan wajib mengisi buku tamu. Maka, kurang bijaksana menyamakan profesi wartawan dengan peminta sumbangan.  

"Karena bisa saja terjadi pelanggaran, pasal 18 ayat 1 yang berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tidakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3 dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000," ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (19/3).

 

Adapun bunyi pasal 4 ayat 2, terhadap Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran dan bunyi pasal 4 ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

 

"Pemerintah dan wartawan adalah mitra untuk bisa menjalankan tugas dengan baik. Jika tujuannya membatasi wartawan abal-abal, maka setiap wartawan bisa diminta indentitas dari organisasi yang diatur dalam UU Pers, bukan menyamaratakan wartawan," tegasnya.

 

Ia menyarankan, sebaiknya tulisan itu dicabut karena terkesan melecehkan profesi wartawan yang dijamin UU serta mengimbau pejabat publik jangan membuat kebijakan yang justru tidak produktif serta menimbulkan kegaduhan. 

Ketua Aliansi Wartawan Harian (Awan), Agus Wiyanto mengatakan, sikap inkonstitusional ini dinilai sebagai bentuk menghalang-halangi peliputan wartawan. Dalam hal ini, wartawan mempunyai tugas sebagai penyampai informasi publik.  

"Media terbukti telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional, tak terkecuali di Kaltara. Kalau ada yang menghalang-halangi, patut dipertanyakan," tegas Agus. 

Agus menyebutkan, wartawan se-Tanjung Selor sangat kecewa terhadap institusi publik yang terkesan ekslusif dan konservatif terhadap media. Mestinya lembaga pemerintah berterima kasih karena peran media selain menyampaikan informasi, juga sebagai mitra kerja dalam proses pembangunan daerah. 

"Sangat disayangkan ada sikap skeptis terhadap media atau profesi wartawan. Kami dilindungi Undang-Undang Pers. Salah satunya ditekankan dalam Pasal 18," kata Agus. 

Tak hanya itu, sebagai wartawan yang sudah meliput di Tanjung Selor sejak pertama Pemprov Kaltara terbentuk, Agus mengaku belum pernah mendapatkan perlakuan atau penolakan dari jajaran OPD seperti ini. Apalagi dalam pengumuman itu profesi wartawan disandingkan dengan pedagang keliling dan peminta sumbangan. "Ini sangat tidak etis," tegasnya.

 Atas nama profesi wartawan se-Tanjung Selor, ia mendesak Kepala BPKAD Kaltara untuk segera mencabut pernyataan dan meminta maaf secara terbuka kepada wartawan. Kenapa harus minta maaf? Karena ini sikap melawan hukum sebagaimana yang telah ditetapkan dalam UU Pers. 

"Saya meminta Pak Gubernur memberikan pemahaman kepada jajaran ASN di lingkup Pemprov Kaltara tentang kerja-kerja jurnalistik," imbuhnya.  

Sementara itu, Kepala BPKAD Kaltara, Saprianoor meminta maaf apabila ada kesalah pahaman tentang penulisan di pintu tersebut.  "Kami menjaga integritas pegawai BPKAD serta banyak berkas berkas yang rahasia sehingga dilarang masuk," tuturnya. 

Dalam hal ini, BPKAD sudah menyiapkan ruangan khusus di depan untuk konsultasi dan informasi. BPKAD juga memberikan semua layanan melalui meja Front Office. Dan pihaknya juga sudah mencopot tulisan tersebut supaya tidak disalah artikan. "Semoga kami tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kaltara," sebutnya. (iwk/nri)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:35

Sabu-Sabu 38 Kg Itu Sudah Sebulan Diintai

TANJUNG SELOR – Inilah barang bukti terbesar sepanjang sejarah penangkapan…

Senin, 22 Juli 2019 10:30

Usulan Anggaran KPU Dinilai Kebesaran

TANJUNG SELOR – Komoisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan saat ini…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Kantor KUA Seperti Ngapung di Atas Air

TANJUNG SELOR - Lima tahun mangkrak, bangunan Kantor Urusan Agama…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Untuk Hal Ini, Ombudsman RI Akan Temui Kemenhub RI

TANJUNG SELOR – Hingga kini speedboat nonreguler yang beroperasi di…

Senin, 22 Juli 2019 10:28

Ikuti Perkembangan Teknologi, Hapus Metode Manual

Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, nyaris setiap harinya mengeluarkan berbagai…

Senin, 22 Juli 2019 09:32

Tanah Kuning-Mangkupadi Tak Pernah Sepi

TANJUNG SELOR – Berlibur di akhir pekan bersama kerabat dan…

Senin, 22 Juli 2019 09:17

Pemkab Usul ‘Adukan’ ke Kemen-PUPR

TANJUNG SELOR - Beberapa ruas jalan di Kabupaten Bulungan saat…

Senin, 22 Juli 2019 09:16

Perbaikan Jalan Bunyu Terbentur Status Aset

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan warga Kecamatan Bunyu terkait rusaknya…

Senin, 22 Juli 2019 09:15

Dua Pelabuhan Diusulkan Masuk RIPN

TANJUNG SELOR – Guna mempercepat rencana pembangunan dua pelabuhan di…

Senin, 22 Juli 2019 09:14

Atlet Kaltara Mampu Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

Cabang olahraga (cabor) Woodball menjadi cabor perdana di Komite Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*