MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 11:38
Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

Warga Pantai Amal Rekor Padam 24 Jam

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama G-8, di RT 16, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah yang terjadi pada Minggu (17/3) pagi, berdampak pada suplai gas dari Bunyu ke PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan.

Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tarakan Totok Suharto menjelaskan, dengan adanya insiden ini, gas tidak mengalir. Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) tidak dapat dioperasionalkan. Alhasil untuk penyaluran listrik kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan, di-back up dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Diesel (PLTMD).

“Sehingga berdampak pada gas yang mengalir di PT PLN (Persero) terganggu. Di PLN ada dua mesin pembangkit, yaitu gas dan diesel. Karena tidak ada suplai gas, sekarang pakai mesin diesel,” terangnya saat jumpa pers, Senin (18/3).

Lebih lanjut dijelaskannya, kapasitas mesin diesel yang dioperasionalkan dengan optimal ini sebesar 15,5 megawatt (MW). Sementara beban puncaknya sebesar 40 MW. Dalam artian masih defisit sekitar 24,5 MW dan tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kota Tarakan secara bersamaan.

Maka dilakukan pemadaman secara bergilir selama empat jam untuk menghindari black out se-Kota Tarakan.

“Karena tidak mungkin dengan beban puncak yang lebih besar, bisa terpenuhi semua. Jadi salah satu jalannya dilakukan pemadaman secara bergilir, supaya masyarakat tetap bisa menikmati listrik,” jelasnya.

Ditegaskannya, kondisi mesin pembangkit maupun jaringan penyaluran dalam kondisi aman, normal dan siap dioperasionalkan. Namun karena terkendala penyaluran atau suplai gas dari Bunyu, sehingga mesin pembangkit gas tidak bisa dioperasionalkan.

Saat ini pun, aliran listrik yang ada murni menggunakan bahan bakar solar alias mesin diesel.

“Saat ini sama sekali tidak menggunakan gas, jadi kami optimalkan mesin diesel. Listrik menyala ini karena mesin diesel yang dioperasionalkan. Kondisi mesin kami aman, normal dan siap dioperasionalkan,” tegasnya.

Pemadaman bergilir selama empat jam, namun mengapa di beberapa daerah merasakan pemadaman lebih dari empat jam? Penormalan aliran listrik ini dilakukan secara bertahap.

Lantas sampai kapan pemadaman bergilir dirasakan masyarakat Kota Tarakan? Begitu suplai gas sudah normal, mesin gas dioperasionalkan, aliran listrik ke masyarakat pun kembali normal. Dalam artian, selama suplai gas masih terganggu, ia tidak bisa menjamin atau memberi kepastian normalnya aliran listrik ini.

“Begitu gasnya sudah siap, mesin pembangkit gasnya segera kami operasionalkan. Saat ini gasnya belum ada, kalau sudah sampai ke kita, segera kita gunakan. Penyalurannya tergantung dari Medco,” katanya.

Terkait hal ini tentu sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait. Pekerjaan pigging atau perawatan pipa gas dilakukan secara bertahap, sementara dari PT PLN (Persero) menyiapkan mesin pembangkitnya.

“Dari kami juga berupaya memberikan informasi pemadaman ke masyarakat, dan sudah koordinasi dengan Medco, tapi dilakukan secara bertahap,” tutup Totok.

Sementara itu, salah seorang warga RT 07, Kelurahan Pantai Amal, Anto (26) mengaku sejak Minggu (17/3) sekitar pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA, Senin (18/3) aliran listrik di daerahnya padam.

“Ini pagi (Senin) baru menyala, jam 8 tadi. Padahal matinya dari kemarin sebelum jam 9 (Minggu). Ini jam 8 baru nyala, tapi sekarang padam lagi, jam 12 padamnya,” bebernya.

24 jam lamanya aliran listrik tidak menyala di daerahnya, produktivitas warga pun terbengkalai.

“Air tidak mengalir, jadi enggak mandi karena tidak ada air. Isi kulkas juga mencair, jadi tidak bisa buat apa-apa,” jelasnya dengan nada kesal. (*/one/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…

Jumat, 19 Juli 2019 09:41

Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Disdikbud Nilai Tarakan Belum Butuh SMA Baru

TARAKAN - Pembentukan 2 SMP baru oleh Dinas Pendidikan dan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:05

Nilai Ada Perusahaan Nakal yang ‘Bebas’

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Himpunan Mahasiswa Islam…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Harapkan Jalan Semenisasi Dilakukan Peningkatan

TARAKAN - Perlunya peningkatan terhadap jalan semenisasi yang ada di…

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*