MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 11:16
Investasi Industri Metanol 700 Juta USD

Mampu Serap 1.000 Tenaga Kerja

Irianto Lambrie - Gubernur Kaltara. IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Sejauh ini Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilirik oleh banyak investor, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Salah satu sasaran dari investor ini adalah potensi sumber daya alam (SDA) di Pulau Bunyu, Bulungan.

Kemarin (18/3), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie bersama dengan Bupati Bulungan, H. Sudjati dan Kapolda Kaltara, Brigjen Indrajit beserta beberapa kepala organisaai perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara melakukan pertemuan dengan PT Karya Mineral Jaya (KMJ) di Kantor Gubernur Kaltara.

“Rencananya mereka (TP KMJ) akan berinvestasi untuk membangun industri metanol di Pulau Bunyu dengan memanfaatkan gas yang sudah dihasilkan oleh PT Pertamina hulu hilir di Blok Nunukan,” ujar Irianto kepada Radar Kaltara saat ditemui usai pertemuan itu.

Irianto mengatakan, meskipun saat ini kapasitas produksinya belum memenuhi, tapi menurutnya itu dapat dilakukan secara bertahap. Adapun nilai investasi pembangunan industri metanol itu sekitar 700 juta USD, dengan 70 persen bersumber dari pinjaman luar negeri atau investor luar, dan 30 persen dari dalam negeri. Sementara, untuk rencana kapasitas produksinya 1 juta ton per tahun.

“Pada saat dimulai tahun pertama kilang itu, tenaga kerja yang terserap langsung 3.000 orang. Ini (3.000 orang) terdiri dari 1.000 tenaga teknis proyek dan 2.000 tenaga kerja yang mendukung melayani kegiatan proyek itu,” jelasnya.

Pembangunan proyek itu diestimasikan memerlukan waktu sekitar empat tahun. Tapi, saat ini pihak investor masih dalam proses melakukan pelengkapan sejumlah persyaratan perizinan untuk pembangunan kilang metanol tersebut.

“Studi kelaikannya sudah selesai. Kedatangan mereka (manajemen PT KMJ) ini untuk meminta persetujuan prinsip dari Gubernur. Inilah yang kita rapatkan hari ini (kemarin, Red),” kata mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

Dalam hal ini, pihaknya berkomitmen untuk mengeluarkan izin prinsip itu secepatnya. Diusahakan waktu 2 x 24 jam itu sudah bisa diberikan, karena itu perlu cepat. Setelah itu, baru PT KMJ mengurus izin lainnya. Termasuk nanti akan ada pengurusan izin lokasi dari Bupati Bulungan. “Itu nanti akan ada tim teknis tersendiri,” sebutnya.

Namun, hal yang paling ditekankan Gubernur kepada PT KMJ, jika rencana ini terwujud dan dijalankan, tenaga kerja lokal harus jadi perhatian khusus untuk dipekerjakan. Artinya, pekerjaan yang sifatnya dapat dikerjakan oleh tenaga kerja lokal, jangan mendatangkan tenaga kerja dari luar. 

“Satpam, misalnya. Ini bisa menggunakan tenaga kerja lokal. Termasuk juga urusan administrasi yang bisa dikerjakan oleh sarjana lulusan universitas di Kaltara. Kalau memang mereka belum memiliki kompetensi yang memadai, harus diberikan pelatihan,” imbuhnya.

Termasuk dari pemprov juga saat ini masih terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas dan kemampuan dari tenaga kerja lokal. Pastinya, saat sudah mulai berproduksi, akan dibutuhkan sekitar 1.050 tenaga kerja.

“Metanol ini produk turunannya ada ratusan, di antaranya untuk bahan cat dan bahan bangunan lainnya,” sebutnya. Untuk diketahui, PT KMJ ini dibentuk oleh orang-orang yang ahli di bidang migas. Bahkan, manajemen PT KMJ semuanya merupakan pensiunan Pertamina.

Sementara, Bupati Bulungan, Sudjati mengatakan, Pemkab Bulungan pasti akan mendukung rencana itu. Tapi dalam hal ini kabupaten hanya menangani masalah izin lokasi dari aktivitas ini.

“Kita tunggu action dari investor ini. Pastinya kita berharap ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah itu (Bunyu, Red). Setidaknya nantinya mereka mendapatkan peluang kerja di perusahaan,” pungkasnya. (iwk/eza)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 09:53

12 Perda Baru Ditetapkan

TANJUNG SELOR - Setelah melewati proses pembahasan yang cukup panjang,…

Selasa, 23 Juli 2019 09:51

Jalur Mobilisasi Alat ke PLTA Disurvei

TANJUNG SELOR - Pengusaha lokal Bulungan sedang melakukan survei jalur…

Selasa, 23 Juli 2019 09:49

Tiga Parpol ‘Borong’ 15 Kursi

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 23 Juli 2019 09:46

BNN Dalami Keterangan Pelaku

TANJUNG SELOR – Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mendalami peran…

Selasa, 23 Juli 2019 09:42

Kejari Tetapkan Tersangka Baru Kasus Tipikor di KTT

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan menetapkan satu tersangka…

Selasa, 23 Juli 2019 09:39

Usulan Pembangunan Lapas Belum Terealisasi

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan terus mengupayakan percepatan…

Senin, 22 Juli 2019 10:35

Sabu-Sabu 38 Kg Itu Sudah Sebulan Diintai

TANJUNG SELOR – Inilah barang bukti terbesar sepanjang sejarah penangkapan…

Senin, 22 Juli 2019 10:30

Usulan Anggaran KPU Dinilai Kebesaran

TANJUNG SELOR – Komoisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan saat ini…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Kantor KUA Seperti Ngapung di Atas Air

TANJUNG SELOR - Lima tahun mangkrak, bangunan Kantor Urusan Agama…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Untuk Hal Ini, Ombudsman RI Akan Temui Kemenhub RI

TANJUNG SELOR – Hingga kini speedboat nonreguler yang beroperasi di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*