MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 11:02
Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?
penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja, Kecamatan Sei Manggaris dari dermaga feri Sei Jepun semakin tak jelas nasibnya.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja, Kecamatan Sei Manggaris dari dermaga feri Sei Jepun semakin tak jelas nasibnya. Bahkan, jika tak dimanfaatkan akan terancam mangkrak. Sebab, jalan dari dermaga menuju jalan utama sebagai akses vital tak mampu diselesaikan pihak kontraktor. Padahal, peningkatan jalan tersebut telah dianggarkan senilai Rp 13 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataaan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan, Muhammad Sufyang menjelaskan, dihentikannya proyek peningkatan jalan itu karena adanya sejumlah masalah yang terjadi. Salah satunya persoalan lahan antara pemilik kebun yang dilalui jalan dengan pemerintah yang belum diselesaikan. “Jadi, yang dibayar itu yang dikerjakan saja. Tidak tuntas 100 persen. Hanya 20 persen saja dibayar. Sisa anggarannya dikembalikan lagi ke negara,” kata Muhammad Sufyang saat dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya, agar tidak menimbulkan kerugian negara pihaknya memilih menghentikan proyek itu sebagai solusi paling pas dilakukannya. Karena, jika diteruskan maka sudah dipastikan terjadi keterlambatan dalam pengerjaanya dan tentunya terjadi kerugian negara pula. “Kalau diteruskan pasti lebih bermasalah lagi. Makanya kami tegas menghentikannya,” ujarnya.

Sebenarnya, katanya, jalan tersebut masih dapat dilalui. Hanya saja kondisinya tidak baik karena masih berupa jalan agregat tanah. Sehingga, warga yang melewatinya tentunya tidak nyaman. “Makanya diusulkan peningkatannya. Setelah diperjuangkan anggarannya ternyata di lapangan masih bermasalah. Makanya dihentikan saja dulu,” ungkapnya.

Dikatakan, solusi mengenai persoalan tersebut akan terus dicarikan. Pihaknya akan melakukan koordinasi kembali dengan sejumlah pihak terkait. Khususnya terhadap camat sebagai pemilik wilayah. Agar ketika dilakukan pembangunan tak ada penolakan lagi dari warga. “Apa yang terjadi ini menjadi pelajaran penting untuk melakukan pembangunan sebagai instansi teknis,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan Edy SH mengatakan, akses dari dan menuju jalan utama atau jalan trans Kalimantan ke dermaga feri tersebut masih bermasalah. Sebab, tak ada kesepakatan yang ditemukan hingga akhirnya membuat fasilitas negara itu tak dapat dinikmati masyarakat.

Akibatnya, lanjutnya, jalur KMP Manta akhirnya dialihkan ke dermaga feri Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat. Dalam sepekan, penyebarangan dari Pulau Nunukan ke Pulau Sebatik dilakukan hingga empat kali. Lalu, selebihnya ke Kota Tarakan dan sebaliknya. Lalu, untuk jalur penyeberangan atau jalur laut yang dilalui kapal feri sudah tidak ada masalah.

Menurut Edy, persoalan yang membuat dermaga Semaja ini tak beroperasi ada pada jalur daratnya saja. Sehingga, apa yang terjadi bukan menjadi kewenangan pihaknya. “Karena menyangkut pembangunan jalan, jadi yang mengetahui perkembangannya itu di dinas pekerjaan umum,” ujarnya. (oya/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*