MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 10:43
Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan
MEREPOTKAN: Para nelayan sulit mendapatkan dokumen karena membutuhkan waktu yang cukup lama. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau dokumen yang wajid dimiliki nelayan, seperti surat kapal atau perahu yang berlaku sementara. Bahkan ada dokumen nelayan seperti surat izin yang berlaku hanya tiga bulan.

Seperti diungkapkan salah seorang pengurus himpunan nelayan Sebatik, Tamrin, bahwa nelayan di Sebatik membutuhkan kepastian hukum dan kenyamanan dalam melakukan penangkapan ikan. Sebaiknya surat izin atau dokumen yang digunakan para nelayan berlaku permanen. “Yang harus diperbaiki adalah dokumen para nelayan, tidak berlaku sementara lagi. Agar bebas melakukan tangkapan ikan,” kata Tamrin.

Ia menyampaikan, para nelayan tentu tidak bebas melakukan penangkapan ikan jika dokumen yang digunakan hanya berlaku sementara. Karena jika dokumen yang digunakan terkadang tidak berlaku, pasti menjadi incaran pihak keamanan.

Kendalan para nelayan yang ada saat ini adalah surat ukur kapal dan pas besar. Padahal telah diurus ke instansi terkait, namun yang berlaku hanya sementara. Karena jika surat yang digunakan nelayan bersifat sementara tentu nelayan sulit mencari nafkah. “Harus ada koordinasi antar instansi agar nelayan lebih aman, karena para nelayan murni mencari nafkah di laut,” ujarnya.

Senada dikatakan salah seorang pemilik perahu nelayan, Aminah, bahwa untuk melakukan proses surat ukur perahu atau kapal membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi membutuhkan banyak persyaratan. “Pengajuan surat ukur perahu atau kapal dilakukan di salah satu instansi,” kata Aminah.

Menurutnya, nelayan berusaha untuk melengkapi dokumen, namun terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga mau tidak mau tetap bekerja meskipun dokumen masih dalam pengurusan. “Mustahil nelayan harus menunggu surat dokumen perahu selesai, baru dapat melakukan penangkapan ikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebaiknya pembuatan dokumen perahu dapat diproses dengan cepat. Tidak membutuhkan waktu yang lama. Apalagi dalam mengajukan surat ukur perahu harus ke pulau Nunukan. Terkadang ketika sudah mengurus ke instansi di Nunukan, nelayan asal Sebatik hanya diminta menunggu panggilan. “Surat perahu atau dokumen nelayan lainnya sebaiknya dibuat hanya sekali. Bukan berkali-kali. Kalau bisa berlaku seumur hidup,” harapnya. (nal/ash)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*