MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Maret 2019 10:39
Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya
PRODUK TARAKAN: Plywood yang diproduksi di Tarakan diekspor langsung ke sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Asia. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah dilakukan, namun ternyata prosesnya masih harus melalui Pelabuhan Surabaya lebih dulu. GM Area Produksi PT Intraca TarakanInusuka mengaku bahwa dalam sebulan, PT Intraca dapat mengekspor sebanyak 5.000-6.000 meter kubik plywood yang dikirim ke Amerika dan Jepang. Adanya sistem kargo, menurutnya lebih mempermudah proses ekspor plywood sehingga optimistis lebih meningkat. “Kami usahakan naikkan 20 sampai 30 persen. Bahan baku kami banyak,” bebernya.

Head Area Shipping PT Intraca Tarakan Sahril menambahkan  bahwa dalam sekali kirim biasanya mencapai angka 1.200 hingga 1.500 meter kubik. Dalam sebulannya, pihaknya melakukan pengiriman plywood 5 hingga 6 kali ke Jepang, Amerika, Eropa dan beberapa negara Asia lainnya.

“Kalau pengiriman terakhir ini ke Asia. Kualitas plywood-nya macam-macam sesuai dengan permintaan, ada ukuran 24 ada 25 menurut standarisasi nasional,” katanya.

Sementara itu, GM PT Idec Tarakan Wendy Kesuma Dinata mengatakan bahwa pada dasarnya dalam melakukan ekspor plywood, pihaknya melalui dua jalur yakni jalur langsung dengan menggunakan kapal ekspor tujuan Jepang dan melalui Surabaya lebih dulu.

Jika menggunakan kapal ekspor tujuan Jepang, pihaknya hanya mampu melakukan pengiriman dengan jumlah 1.000-2.000 meter kubik plywood dalam dua kali pengiriman, tergantung dari kapal. Dari Kota Tarakan menuju Jepang, ekspor plywood memakan waktu hingga satu minggu.

Wendy menjelaskan bahwa kayu yang digunakan pihaknya untuk membuat plywood merupakan jenis kayu meranti. Sementara itu, plywood yang akan dikirim ke Surabaya menggunakan kontainer.

“Biasanya kalau tunggu kapal terlalu lama, jadi salah satunya harus lewat kontainer. Kalau Tarakan-Surabaya makan waktu 2 hari, habis itu masuk kapal lagi baru ke Jepang,” jelasnya.

Pada proses ekspor pertama kali yang akan dilakukan pada 21 Maret 2019 ini, PT Idec akan melalui jalur langsung ke Jepang. Namun hal tersebut tergantung dari kesiapan kapal yang ada nanti. Jika tidak ada kapal yang langsung menuju Jepang, maka pihaknya harus melalui jalur Surabaya lebih dulu.

“Ongkosnya kurang lebih saja. Menurut saya ekspor langsung lebih bagus, karena langsung ke negara tujuan sehingga tidak memakan waktu,” bebernya.

Selain Jepang, PT Idec juga mengirim ke India. Namun dibandingkan India, Jepang lebih banyak memesan plywood dari PT Idec.

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan Guntur menjelaskan bahwa pada dasarnya akselerasi ekspor, pihaknya memberikan kemudahan seperti pemeriksaan barang di gudang pemilik, sehingga saat berada di pelabuhan sudah tidak dilakukan pemeriksaan lagi.

Secara internasional, pihaknya juga melakukan perundingan agar seluruh barang yang akan diekspor dapat clear sehingga tidak berhalangan sampai ke luar negeri. “Jangan sampai ekspor kita tiba di luar negeri mahal diklaim pihak lain, intinya kami memberi kemudahan kepada para eksportir melalui UPT Karantina yang ada di daerah-daerah,” tuturnya.

Guntur menjelaskan bahwa pihaknya bersama-sama menggali potensi ekspor daerah agar bisa mendapat perhatian, nilai jual dan standar internasional. Pihaknya berharap dari data yang ada saat ini produksi ekspor dapat dinaikkan menjadi 100 persen namun tetap melihat kondisi daerah.

Melalui proses ekspor yang harus melalui jalur Surabaya, Guntur menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Bea Cukai dan PT Pelindo akan membahas proses pengiriman langsung ke luar negeri, misalnya barang yang berasal dari Tarakan, kemudian disertifikasi di Tarakan kemudian dikirim langsung ke luar negeri.

“Di Surabaya itu tinggal tukar kapal. Jangan semua di Surabaya, kita dapat apa? Itu yang diharapkan agar bergerak bersama-sama. Ke depan kami berupaya agar semua bisa dari sini, jadi tidak perlu mengambil sertifikasi dari Surabaya,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, mengatakan bahwa dirinya mengharapkan agar proses ekspor plywood dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui Surabaya maupun Jakarta lebih dulu. “Kami juga punya pelabuhan dan sudah ditunjuk sebagai pelabuhan ekspor dan impor, mudah-mudahan bisa diperluas. Itu artinya bisa langsung termasuk hasil perikanan kelautan yang sedang diupayakan bersama Perum Perindo supaya ekspor laut tidak melalui Surabaya dan Jakarta, tapi langsung dari sini (Tarakan ) saja,” bebernya.

Khairul menjelaskan, berdasarkan ekspor plywood, pihaknya bersama dengan perusahaan melakukan sistem bagi hasil yang belum diketahui jumlahnya, sebab seluruh anggaran masuk lebih dulu di pemerintah pusat. “Tapi kalau ekspornya dari Surabaya, yang tercatat dari Surabaya, kita (Tarakan) enggak kebagian bagi hasil,” ujarnya.

 

CABAI DIEKSPOR KE MALAYSIA

Tak hanya plywood yang diekspor dari Kalimantan Utara, namun ketersediaan hasil kebun seperti buah-buahan dan cabai pun diminati oleh negara tetangga.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Balai Karantina Kelas II Kota TarakanNuralim mengatakan bahwa Kalimantan Utara lebih banyak mengekspor kakao biji yang berasal dari Malinau, serta kernel, buah-buahan seperti alpukat, buah naga dan cabai.

“Ini sesuai data yang ada di kami,” bebernya.

Buah-buahan yang diekspor dari Kaltara ini dikirim ke Malaysia. Bahkan hampir semua permintaan tersebut dibawa ke Negeri Jiran itu, terutama cabai.

“Bahkan ini data dari Tarakan saja, tapi kalau dari keseluruhan banyaklah. Misalnya dari Sebatik, Nunukan pun ada. Tapi kalau dari Tarakan ya ini, ini data valid,” jelasnya.

Dalam sebulan, pihaknya melakukan ekspor tergantung dari hasil komoditas, namun rata-rata mencapai dua hingga tiga kali dalam sebulan. Sementara itu, ekspor plywood hanya mencapai 2 kali dalam sebulan. “Ini (plywood) yang sekarang lagi diekspor sudah yang ketiga kalinya selama bulan ini, kemarin ada rencana tanggal 6 akhirnya ditunda sampai tanggal 18. Habis tanggal 18 ini, tanggal 24 masih ada ekspor lagi, jadi rutin,” jelasnya.

Dalam melakukan ekspor, pihaknya wajib menggunakan kontainer khusus yang datangnya dari Surabaya yang kemudian dimasukkan langsung ke kapal kemudian dikirim ke negara tujuan seperti Jepang, India, Selandia Baru dan Amerika sehingga tidak perlu transit di Surabaya lagi.

“Kalau sudah disegel dan keluar sertifikat ya selesai. Itu jaminan kami di situ,” ujarnya.

Dalam melakukan proses pengecekan, pihak Karantina melakukan pengecekan terhadap hama penyakit yang ada di dalam tumbuhan dalam kayu. Namun tidak pernah ditemukan pihaknya sebab setiap kayu yang dikirim, memiliki proses khusus. Sehingga setiap perusahaan yang hendak melakukan pengiriman tidak akan berani mengirim jika tidak sesuai.

“Jangan sampai di negara tujuan lalu ditolak, termasuk buah-buahan. Ekspor itu pelayanan yang sesuai dengan permintaah negara tujuan,” pungkasnya. (*/shy/lim)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*