MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 11:00
BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

Diduga Api dari Truk Vacuum

MELEDAK: Petugas dari PT Medco E&P, Pertamina dan BPBD Tarakan berjibaku memadamkan api di Stasiun Pengumpul Gas Utama G-8, di RT 16, Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, Minggu (17/3) pagi. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar vacuum truck yang tengah bekerja mengisap kondensat hasil akumulasi kegiatan pigging, sekira pukul 07.00 WITA, Minggu (17/3). Kondensat dari kegiatan pigging atau pembersihan pipa gas milik PT Medco E&P Tarakan dikumpulkan di Stasiun Pengumpul Gas Utama G-8, di RT 16, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah.

Sudarman dan Boy membawa vacuum truck, termasuk 2 unit tangki portabel yang digunakan menampung kondensat. Baru beberapa menit alat itu bekerja, ledakan terjadi. Sudarman dan Boy menjadi korban. Sudarman meninggal dunia di tempat kejadian.

Warga yang tinggal di sekitar wilayah kerja pertambangan (WKP) Kampung Satu Skip, pun dikejutkan dengan suara ledakan hebat itu. Ismail (50), warga setempat menyaksikan bagian rumahnya bergetar. Pdahal jarak rumahnya dengan lokasi kejadian hampir 1 km.

"Saya kira tadi gempa karena getarannya yang cukup kuat, saya baru tahu ketika orang di luar rumah ribut dan melihat kepulan asap, bilang orang ada sumur yang meledak," kisahnya.

Pria yang akrab disapa Daeng Lili ini kemudian dimintai oleh petugas untuk meninggalkan rumah, karena dianggap area di lokasi tersebut masih rawan. "Tadinya sempat mau mengungsi bawa anak dan istri, karena asapnya juga cukup besar, namun setelah pasti aman dan apinya juga sudah padam, saya dan sekeluarga tidak jadi ngungsi," ujarnya.

Isnawati (49) warga lainnya mendengar ledakan beruntun. "Kami lagi di dapur masak-masak buat acara hari ini, tidak lama terjadi ledakan beberapa kali. Kemudian ada getaran kami kira gempa, makanya orang-orang berlarian keluar rumah," ungkap Isnawati.

Kepulan asap hitam terus membumbung tinggi di lokasi kejadian. Warga juga sempat mengira jika kebakaran rumah. "Saya kira ada rumah yang terbakar, karena di sekitar area WKP ini ada juga rumah warga. Ternyata yang terbakar punya Medco," ujarnya.

Boy, rekan Sudarman yang juga mengalami luka serius menerima langsung diberi tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kendati begitu, ia masih harus dirawat di intensive care unit (ICU).

"Tadi dari kejauhan saya lihat ada yang dibawa ke kamar jenazah, kondisinya sudah hitam terbakar, saya sempat lihat tangan kanannya saja tadi yang sudah melepuh," tutur Yanti, menyaksikan evakuasi terhadap dua korban.

Dirinya memperkirakan tubuh korban mengalami luka bakar yang cukup parah sehingga tidak bisa diselamatkan. "Sepertinya luka bakarnya parah, karena tangan kanannya saja sudah tidak bisa digerakkan lagi," tuturnya.

Korban Sudarman langsung disemayamkan di rumah duka, di Jalan Padat Karya, RT 05, Mamburungan Timur, Tarakan Timur. Keluarga korban sangat terpukul. Hal tersebut lantaran korban meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil.

Di mata Ketua RT 5 Baco (50), Sudarman merupakan seorang yang ramah terhadap tetangga. Selain itu korban juga dikenal berjiwa sosial di lingkungannya. "Beliau itu orangnya ramah sekali, selain sibuk bekerja dia juga seorang pengurus masjid di sini. Jadi setiap ada kegiatan masjid beliau orang yang paling sibuk mempersiapkan  segalanya," tutur Baco. 

Ia melanjutkan, malam hari sebelum kejadian, ia sempat bertemu Sudarman pada rapat pengurusan kegiatan RT di masjid. Meski demikian dirinya tidak melihat tanda-tanda jika Sudarman akan berpulang.

"Tadi malam barusan rapat sama-sama di masjid bahas masalah sosialisasi kesehatan. Saya juga kaget mendengar kejadian ini, karena bisa dibilang saya paling dekat dengan almarhum karena sama-sama terlibat mengurus warga. Tidak ada tanda-tanda, biasa-biasa saja. Makanya saya tidak menyangka musibah ini," imbuhnya.

Kepala Public Affairs and Security (PASEC) & Humas dan Security (HSE) PT Medco E&P TarakanZaidTalib kepada Radar Tarakan mengaku jika manajemen Medco sangat menyesalkan kejadian yang menimbulkan korban jiwa itu. Dari penyelidikan sementara yang dilakukan pihaknya diketahui kejadian sekira pukul 07.16 pagi. Dan kemudian baru dapat diatasi secara penuh pukul 08.30 WITA.

“Mungkin beberapa teman-teman tahu, ada pigging. Pembersihan pipa, dari Bunyu ke Tarakan, kurang lebih panjangnya 24,1 km. Dalam pekerjaan ini, sebenarnya kami sudah antisipasi. Akan ada tambahan aliran kondensat, kondensat itu produk sampingan dari gas atau minyak bumi. Kondensat bentuknya cair sudah mirip BBM di pasaran. Cairan, warnanya putih kebiru-biruan,” jelas Zaid.

“Nah, di dalam stasiun itu ada 5 tangki, kami tambahkan 2 unit portabel. Pekerjaan pigging itu jam 00.00 sampai jam 11.00 siang kami meluncurkan tiga kali pig launcher, bahan kimia berbentuk foam yang padat. Itu kami luncurkan jam 00.00, ditunggu sampai jam 05.00, belum keluar (kondensat). Kami luncurkan kedua, jam 06.00. Jam 07.00 mulai banyak kondensatnya. Kami datangkan vacuum truck-nya, untuk menghisap kondensat. Di Stasiun Pengumpul Gas Utama G-8,” urai Zaid mengenai kronologi kejadian.

Di tengah vacuum bekerja, tiba-tiba meledak. “Tiba-tiba ada percikan api, timbul ledakan itu, apinya dari beberapa saksi mata, dari belakang mesin vacuum menuju ke tangki portabel itu. Itulah yang menyebabkan api membesar. Bukan berasal dari kegiatan pigging,” jelasnya lagi.

Api membesar di dua tangki tambahan. Lokasinya tepat di bagian pojok kanan Stasiun G-8. “Truk vacuum-nya yang meledak. Tangkinya enggak apa-apa,” kata Zaid.

Medco masih melakukan melanjutkan penyelidikan. Dugaan awalnya dari vacuum truck.

Sementara penanganan terhadap korban, disanggupi Medco sesuai prosedur ketenagakerjaan. “Kami sudah menyampaikan belasungkawa ke keluarga korban. Teman pekerja juga ikut menyalatkan. Ada satu korban yang luka sekira jam 02.00 dilakukan operasi bedah, tapi masih harus masuk ke ICU. Terkena api,” tutur Zaid.

Akibat kejadian itu, turut menimbulkan gangguan pada distribusi listrik PT PLN UP3 Tarakan dan jaringan gas PT PGN. Medco akan maksimalkan gas dari area Mamburungan masuk ke jaringan PGN dan sistem pembangkit PLN.

“Kami sudah koordinasi, intinya kita tetap berkomitmen memastikan pelayanan jargas tetap berjalan maksimal. Walaupun saat ini belum maksimal. Kalau diperhatikan, mengenai rencana pemadaman dan hal-hal lain, sudah kita antisipasi. Sebenarnya sudah terencana dengan baik, fire truck sudah dari Sabtu sore. Yang kami perkirakan, kerawanan itu di area flaring. Karena itu yang paling banyak menerima asupan kondensat. Nah, flaring itu gas buang yang kita bakar. Kalau dibuang ke lingkungan, berbahaya bagi lingkungan, seperti H2S, CO2, dan gas-gas berbahaya lainnya,” kata Zaid.

Dalam penanganan kejadian, Medco E&P dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan dan Pertamina. “Kami juga sudah koordinasi dengan kepolisian. Kapolsek Timur Pak Barokah sudah datang ke lokasi. Kemudian dari timnya Pemkot, kalau kita perhatikan sudah sangat sigap membantu pemadaman, walaupun di area yang berisiko,” imbuhnya.

Medco E&P masih akan melakukan pembersihan dalam beberapa bulan ke depan untuk menguji kondisi pipa, dengan meluncurkan intelegen pigging. “Yang lebih canggih, berupa alat yang akan mengeluarkan sensor sehingga kita bisa mengetahui kondisi pipa lebih detail atau disebut eye to eye. Bisa melihat kondisi atas dan bagian bawah pipa, keraknya bagaimana,” terangnya. (jnr/*/zac/lim)

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 10:49

Antre Panjang, Beli Pertalite Tak Dibatasi

TARAKAN – Ditiadakannya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, diharapkan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:46

Konflik Tanah Warga dan TNI, Tempuh Solusi Jangka Pendek

TARAKAN - Persoalan lahan di kawasan Pantai Amal Kota Tarakan,…

Selasa, 23 Juli 2019 10:44

Usulkan 30 Nama untuk Dilantik

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan akhirnya menggelar rapat…

Selasa, 23 Juli 2019 10:12

Menyediakan 516 Lowongan Pekerjaan

TARAKAN – Tercatat 23 perusahaan di beberapa daerah di Kalimantan…

Selasa, 23 Juli 2019 10:08

Pemeliharaan Berakhir, Listrik Berangsur Normal

TARAKAN – Sesuai dengan rencana awal, kegiatan pigging atau  maintenance…

Selasa, 23 Juli 2019 09:55

Hadirkan Monster di Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pelaksanaan pawai pembangunan sisa 27 hari lagi. Pawai…

Selasa, 23 Juli 2019 09:02

Antisipasi Hama, Turunkan Babinsa

TARAKAN – Upaya antisipasi serangan hama yang menyerang tanaman padi,…

Selasa, 23 Juli 2019 08:59

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku

TARAKAN – Pihak kepolisian sudah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan…

Selasa, 23 Juli 2019 08:58

Kejaksaan Masih Lidik Perkara Korupsi

TARAKAN – Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan tengah menyelidiki…

Selasa, 23 Juli 2019 08:56

Warga Butuhkan Pelebaran Drainase

TARAKAN – Dinilai minim, masyarakat RT 9 Kelurahan Selumit berharap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*