MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 10:52
Brigjen Ery: Vonis Mati Sesuai dengan Perbuatan
Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan yang menjatuhkan vonis mati terhadap kedua terdakwa perkara sabu 4 kg yakni Herman Tawau dan Lukman Sanai dinilai sudah sewajarnya didapatkan kedua terdakwa atas apa yang diperbuat keduanya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari kepada pewarta, Minggu (17/3). Dirinya nilai vonis yang dijatuhi kepada keduanya sudah sesuai, karena perbuatannya sangat merugikan negara, di mana generasi muda menjadi korban dari barang haram tersebut.

"Vonis itu sesuailah dengan apa yang diperbuatnya," ujarnya.

Apalagi keduanya dirinya nilai tidak kooperatif selama ini untuk membantu penyidik mengungkap jaringannya. Sehingga dirinya menyambut baik keputusan dari majelis hakim PN Tarakan yang memberikan hukuman maksimal kepada keduanya, yakni vonis hukuman mati.

"Dengan adanya vonis hukuman mati ini bisa menjadi contoh bagi bandar atau kurir yang belum tertangkap, bahwa hukuman terhadap pelaku terkait kasus narkoba tidak main-main," ujarnya.

Pria dengan bintang satu di pundaknya ini juga berharap keputusan serupa juga bisa diambil kepada terdakwa kasus narkoba lainnya. Dirinya menilai pemberian hukuman maksimal kepada terdakwa kasus narkoba berdampak efek jera kepada terdakwa atas apa yang diperbuatnya.

"Saat ini ada beberapa lagi yang belum disidangkan, seperti kurir 10 kg berinisial MI yang diungkap oleh Polres Tarakan, kami harapkan nantinya dihukum maksimal juga karena barang buktinya yang tidak sedikit," ujarnya.

Sebelumnya kedua terdakwa yakni Herman Tawan dan Lukman Sannai terjerat kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kg yang berhasil diungkap tim gabungan BNNP Kaltara, Bea Cukai Kalbagtim dan Bea Cukai Tarakan pada April 2017.

Ini merupakan kali kedua PN Tarakan menjatuhkan hukuman mati kepada tersangka sabu. April 2018 lalu. Vonis mati terhadap dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 11,4 kilogram. Dua terdakwa yang dihukum mati itu adalah Amin dan Andi. Mereka diadili bersama tiga terdakwa lain yang juga dihukum berat. Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah, ketiganya dipidana seumur hidup. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:02

Empat Partai Kejar-kejaran

TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi…

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*