MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 10:52
Brigjen Ery: Vonis Mati Sesuai dengan Perbuatan
Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan yang menjatuhkan vonis mati terhadap kedua terdakwa perkara sabu 4 kg yakni Herman Tawau dan Lukman Sanai dinilai sudah sewajarnya didapatkan kedua terdakwa atas apa yang diperbuat keduanya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari kepada pewarta, Minggu (17/3). Dirinya nilai vonis yang dijatuhi kepada keduanya sudah sesuai, karena perbuatannya sangat merugikan negara, di mana generasi muda menjadi korban dari barang haram tersebut.

"Vonis itu sesuailah dengan apa yang diperbuatnya," ujarnya.

Apalagi keduanya dirinya nilai tidak kooperatif selama ini untuk membantu penyidik mengungkap jaringannya. Sehingga dirinya menyambut baik keputusan dari majelis hakim PN Tarakan yang memberikan hukuman maksimal kepada keduanya, yakni vonis hukuman mati.

"Dengan adanya vonis hukuman mati ini bisa menjadi contoh bagi bandar atau kurir yang belum tertangkap, bahwa hukuman terhadap pelaku terkait kasus narkoba tidak main-main," ujarnya.

Pria dengan bintang satu di pundaknya ini juga berharap keputusan serupa juga bisa diambil kepada terdakwa kasus narkoba lainnya. Dirinya menilai pemberian hukuman maksimal kepada terdakwa kasus narkoba berdampak efek jera kepada terdakwa atas apa yang diperbuatnya.

"Saat ini ada beberapa lagi yang belum disidangkan, seperti kurir 10 kg berinisial MI yang diungkap oleh Polres Tarakan, kami harapkan nantinya dihukum maksimal juga karena barang buktinya yang tidak sedikit," ujarnya.

Sebelumnya kedua terdakwa yakni Herman Tawan dan Lukman Sannai terjerat kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kg yang berhasil diungkap tim gabungan BNNP Kaltara, Bea Cukai Kalbagtim dan Bea Cukai Tarakan pada April 2017.

Ini merupakan kali kedua PN Tarakan menjatuhkan hukuman mati kepada tersangka sabu. April 2018 lalu. Vonis mati terhadap dua terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 11,4 kilogram. Dua terdakwa yang dihukum mati itu adalah Amin dan Andi. Mereka diadili bersama tiga terdakwa lain yang juga dihukum berat. Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah, ketiganya dipidana seumur hidup. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55

Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:50

Dari Diskusi PMI di Tengah Hoaks Kesehatan

Takut gemuk karena donor darah adalah hoaks. Pasalnya, akan ada…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:32

Pengawas Pertandingan dari IMI Pusat

TARAKAN - Kejuaraan Kapolres Bhayangkara Open grasstrack yang digelar di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:27

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Usai perayaan Idulfitri aktivitas pembuangan sampah nampaknya semakin…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:24

PLIISS BAH..!! Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan yang berada di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:20

Kesadaran Bayar Pajak Sudah Tinggi

TARAKAN - Setelah adanya cuti bersama hari raya Idulfitri pada…

Jumat, 14 Juni 2019 14:34

Ramadan, Produksi Sampah Warga Tarakan Rerata Lebih 123 Ton Sehari

TARAKAN – Peningkatan volume sampah terjadi sebesar 10 hingga 15…

Jumat, 14 Juni 2019 14:33

Bangun Perusahaan dengan Semangat Kebersamaan

TARAKAN – Dalam rangka menjalin silaturahmi antarkaryawan, Radar Tarakan Group…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Bangun Kanreg, BKN Pilih Tarakan

TARAKAN - Pada Kamis (13/6) pagi sekira pukul 10.30 WITA…

Jumat, 14 Juni 2019 11:16

Sidang PHPU, TNI Polri Siaga

TARAKAN - Sidang penetapan hasil pemilihan umum (PHPU) akan berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*