MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 10:40
ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah
PERBAIKAN GIZI: Siswa SD perlu mengonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga konsentrasi belajar. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali memberikan anggaran program perbaikan gizi kepada sekolah dasar (SD) negeri maupun swasta. Total 20 sekolah di Kabupaten Nunukan mendapatkan bantuan.

Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, H. Junaidi, 20 sekolah di Kabupaten Nunukan baru saja melakukan pematanganan kesepakatan untuk penerimaan anggaran, terkait penyaluran gizi anak sekolah.

“Yang langsung bertanda tangan adalah masing-masing kepala sekolah, jadi tidak menggunakan perpanjangan tangan lagi dari Disdikbud Nunukan,” kata H. Junaidi.

Anggaran untuk gizi anak sekolah diberikan ke masing-masing sekolah sesuai jumlah siswa yang ada. Dengan Rp 10 ribu per siswa, sehingga lebih mudah menyalurkan, karena telah dianggarkan per siswa. Semua siswa harus mendapatkan perbaikan gizi.

Menurutnya, Kemendikbud membuat program gizi anak ini, karena ada beberapa persoalan, seperti yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Karena masih rendahnya kualitas gizi anak sekolah usia 6 tahun hingga 14 tahun. “Rendahnya gizi anak ini, disebabkan dari faktor makanan yang kurang teratur,” ujarnya.

Kebiasaan siswa adalah makan kurang dari tiga kali sehari. Umumnya para siswa berangkat sekolah tanpa sarapan. Padahal sarapan sangat mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar dan bekerja. Ketika tidak sarapan, maka siswa tentu kurang mampu berpikir.

Pemberian gizi anak sekolah ini adalah menggabungkan pemberian sarapan bergizi serta pendidikan hidup bersih dan sehat. Program ini dapat memenuhi minimal seperempat kebutuhan gizi siswa di masing-masing sekolah.

Selain itu, tujuannya pemberian gizi adalah untuk menciptakan program makanan sekolah rumahan untuk mengatasi masalah gizi dan kebersihan yang lazim ditemukan di kalangan siswa sekolah dasar dari keluarga kurang mampu. Makanan yang disediakan menggunakan bahan-bahan yang bersumber makanan sehat, dan bertujuan untuk menyediakan setidaknya seperempat dari kebutuhan kalori harian anak.

Dia menambahkan, selama ini siswa sangat beraktivitas di luar rumah sehingga mendorong perilaku membeli makanan atau jajanan baik di dalam maupun sekitar sekolah. Namun, kebutuhan membeli makanan atau jajanan ini tidak selalu dibarengi dengan ketersediaan makanan atau jajanan yang bersih dan sehat. Hal ini yang menjadi salah satu pemicu anak mengalami permasalahan gizi.

“Jika program ini berjalan dengan baik, tentu akan memberikan dampak terhadap siswa. Untuk saat ini baru 20 sekolah dulu. Selanjutnya jika mendapat anggaran lagi tentu akan ditambah,” pungkasnya. (nal/zia/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*