MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 09:36
Peluang Terangkat ASN Hilang
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi alasan kuat jika sudah tidak ada pengangkatan honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN). Seperti yang terjadi pada honorer kategori satu (K1) dan kategori dua (K2) sebelumnya.

Padahal, masih ada puluhan bahkan ratusan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang telah lama mengabdi memilih bertahan dan berharap adanya pengangkatan menjadi ASN daerah tersebut. Khususnya mereka yang bertugas sebagai bagian administrasi dan berpendidikan setingkat sekolah menengah atas (SMA) saja.

“Beberapa teman yang sama-sama sudah lama bekerja menjadi honorer masih berharap ada pengangkatan pegawai negeri. Karena, sayang juga sudah lama tapi tiba-tiba berhenti. Semoga saja, ada perubahan dari pemerintah pusat nanti,” ungkap Asri, salah seorang pegawai honorer yang ditemui media ini.

Ia mengatakan, pengkatan pegawai honorer K2 di Kabupaten Nunukan itu masih ada tersisa. Sebab, kuota pengangkatan K2 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) hanya diberikan 300 orang saja. Padahal, pemerintah daerah sudah mengusulkan 700 pegawai honorer yang ada. “Saya termasuk honorer K2 yang terpaksa menunggu. Karena tidak masuk dalam kuota yang ada. Waktu itu, pemerintah berjanji akan memperjuangkan. Tapi, sampai sekarang sudah tidak jelas. Apalagi sudah ada P3K itu. Nasib kami semakin tak jelas,” bebernya.    

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Sabri mengatakan, adanya PP tentang P3K itu sudah sangat jelas jika nasib pegawai honorer itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Apalagi sampai adanya pengangkatan menjadi ASN. Karena, dalam aturan itu, hanya ada dua jenis ASN yang diakui. Yakni, ASN daerah atau pegawai negeri saat ini, dan P3K yang juga merupakan ASN. “Jadi, kalau melihat aturan ASN, bukan saja tipis peluangnya. Tapi memang sudah tidak ada. Karena sudah ada namanya P3K itu. Itulah yang menggantikan pegawai honorer,” jelas Sabri kepada media ini kemarin.

Namun, lanjutnya, untuk pegawai honorer yang memiliki bidang kompetensi khusus, seperti guru dan tenaga kesehatan masih memiliki peluang ASN untuk menjadi P3K. Karena, perekrutan tenaga kesehatan dan pendidikan masih saja terus dilakukan karena Kabupaten Nunukan masih memerlukan tenaga seperti itu. “Kalau tenaga administrasi umum atau formasi umum itu biasanya seleksi ASN langsung,” bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, khusus untuk perangkat daerah yang dipimpinnya, seluruh pegawai honorer telah disampaikan. Bahwa, jika masih berharap untuk terangkat menjadi ASN sudah tidak ada peluang. “Makanya, kepada pegawai honorer yang masih berusia muda di tempat saya itu sudah diminta untuk berpikir demi masa depan mereka. Apakah bertahan atau mencari pekerjaan lain. Karena honorer ini hanya berlaku sampai 5 tahun ke depan saja. Setelah itu sudah tidak tahu seperti apa mereka nantinya. Dan, peluang menjadi ASN itu hanya melalui seleksi yang begitu ketat,” pungkasnya. (oya/zia)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 09:26

Mulai Sulit Dapatkan Kayu

NUNUKAN – Para pengusaha kayu di Nunukan mulai sulit mendapatkan…

Selasa, 23 Juli 2019 09:12

Salurkan Hak Pilih Menyesuaikan Jam Kerja

NUNUKAN – Pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) untuk wilayah…

Selasa, 23 Juli 2019 09:01

Budiman Jalani Hukuman di Lapas Tarakan

NUNUKAN – Permohonan kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan dikabulkan oleh…

Senin, 22 Juli 2019 13:16

Bupati Suarakan Penundaan PP 34/2019

JAKARTA - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid SE MM…

Senin, 22 Juli 2019 10:25

Butuh Waktu Panjang Selesaikan Persoalan PLB

NUNUKAN – Kondisi perdagangan lintas batas (PLB) masih menjadi perbincangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:23

Ditinggal Sarapan, Pondok Kecil Ludes

NUNUKAN – Pondok kecil berukuran 3x5 meter di Jalan Sianak…

Senin, 22 Juli 2019 10:22

Demokrat Prioritas Kader Sendiri

MESKI tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 09:07

Lagi, Puluhan WNI Dipulangkan

NUNUKAN – Baru berselang sepekan setelah mendeportasi ratusan Pekerja Migran…

Senin, 22 Juli 2019 09:04

Personel Satgas Pamtas Jadi Guru ‘Dadakan’

NUNUKAN – Sejumlah personel Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas)…

Senin, 22 Juli 2019 09:02

Temukan Pecandu, Harus Berani Melapor

NUNUKAN – Ratusan pelajar hampir di seluruh Sekolah Menengah Atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*