MANAGED BY:
KAMIS
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 09:35
SDM Menipis, Usulan Tambahan Nihil
BERKURANG: Keberadaan PNS di Pemkab Nunukan berkurang seiring adanya mutasi, pensiun, pindah tempat tinggal dan meninggal dunia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Jumlah SDM  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus menipis. Khususnya untuk jabatan administrasi. Hal ini akibat ditinggal sejumlah ASN. Mulai dari proses mutasi, pensiun, pindah tempat tingga dan yang meninggal dunia.

“Jabatan di dinas-dinas saat ini memang masih banyak kosong. Utamanya di kecamatan-kecamatan itu. Sementara keberadaan ASN terus menyusut pemenuhan seleksi resmi juga belum terjadi sampai saat ini,” kata Sabri, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan kepada media ini kemarin.

Usulan penambahan calon ASN telah dilakukan sejak Desember 2017 lalu. Yang paling diutamakan itu hanya tenaga fungsional di bidang pendidikan dan kesehatan saja. Sementara untuk tenaga administrator sifatnya terbatas. Karena, karier kepangkatannya berjenjang dan bersifat. Diungkapkan, pihaknya telah mengajukan sebanyak 1.000 orang untuk diangkat menjadi calon ASN. Hanya saja, dari total itu hanya untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan saja. Sementara untuk administrasi belum ada. Sebab, analisa jabatan dan analisa beban kerja (anjab dan ABK) belum selesai dilaksanakan.

Untuk jabatan administrasi ini, menyesuaikan kuota yang diberikan BKN kepada Pemkab Nunukan dan didukung dengan hasil anjab dan ABK yang dilakukan. Karena dengan pelaksanaan anjab dan ABK itu maka dapat diketahui kebutuhan riil dari jabatan yang dibutuhkan. Datanya yang ada akan disesuaikan lagi. “Kalau sekarang mengusulkannya tentunya tidak tepat. Karena, kebutuhannya tidak riil. Tenaga apa yang dibutuhkan, berapa tenaganya dan lainnya. Karena harus dilampirkan anjab dan ABK,” jelasnya.

Dua tahun ke depan ini memang banyak pejabat yang pensiun, kata Sabri. Khususnya ASN eselon II atau jabatan-jabatan pimpinan tinggi. Hanya saja, lanjutnya, Pemkab Nunukan tidak merasa kesulitan dalam mengisi jabatan kosong tersebut. Sebab, ada saja ASN yang eselon dan pangkatnya naik dan dapat dipromosikan. Karena ada proses seleksi jadi banyak pilihan. Bisa ASN dari luar daerah atau bahkan dalam daerah saja. “Yang repot itu yang dari bawah. Apalagi untuk level pelaksana. Yang ingin pindah ke Nunukan terbatas sementara yang pensiun dan ke luar daerah banyak,” ungkapnya.

Tentunya, untuk menghadapi persoalan ini sudah ada koordinasi dengan setiap OPD. Khususnya di Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan. Karena, dalam setiap perpindahan dan pengangkatan itu harus penyesuaian lagi. Maka ada lagi ASN yang di non-job kan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setkab Nunukan Kaharuddin Tokkong SS mengaku segera menyelesaikan proses anjab dan ABK yang saat ini sempat tertunda akibat minimnya anggaran. Ia memastikan jika proses anjab dan ABK dapat selesai di Juni mendatang. “Karena sudah prioritas dan anggarannya ada, maka dipastikan selesai Juni mendatang,” tegasnya. (oya/zia)

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*