MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 08:39
Biaya Naik Haji Turun

Pelunasan Tahap Pertama Berakhir 15 April

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019/1440 H telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 8 tahun 2019, untuk kategori reguler. Untuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), biaya ibadah haji tahun ini mengalami penurunan.

Kaltara yang masuk di zona embarkasi Balikpapan ini nilainya Rp 38.259.345. Biaya ini menurun Rp 266.100 jika dibandingkan dengan BPIH tahun 2018 yang nilainya Rp 38.525.445. 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara, H. Suriansyah Hanafi mengatakan, meski nilainya mengalami penurunan, namun pelayanan yang diberikan kepada calon jamaah haji tidak akan berubah. 

“Menteri Agama, Bapak H. Lukman Hakim Saifuddin memastikan pelayanan yang akan didapatkan calon jamaah haji kita dari Indonesia, sama sekali tidak berubah. Bahkan tahun ini akan terus ditingkatkan,” ujar Suriansyah kepada Radar Kaltara di Tanjung Selor, Jumat (15/3).

Setelah diketahui nominal yang harus dibayarkan, Suriansyah berharap calon jamaah haji dari provinsi termuda Indonesia ini yang sudah masuk daftar pemberangkatan tahun 2019 bisa mempersiapkan pelunasan haji tahap pertama maupun tahap kedua. 

“Kalau untuk pelunasan tahap pertama, tempo waktu pelunasan dimulai 19 Maret sampai 15 April 2019. Sedangkan tahap kedua dimulai sejak 30 April sampai 10 Mei 2019,” jelasnya.

Berdasarkan daftar calon jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2019, diketahui Kaltara mendapat kuota sebanyak 417 orang. “Kuota (reguler) untuk kita di Kaltara ada 414 orang, yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota, plus tiga orang TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah),” katanya. 

Selain itu, pihaknya juga punya alokasi petugas kelompok terbang (kloter) dua orang, terdiri dari satu orang tim pemandu haji Indonesia (TPHI) dan satu orang lagi tim pembimbing ibadah haji Indonesia (TPIHI). Tak hanya itu, ada juga tiga orang tim kesehatan haji Indonesia (TKHI), yaitu untuk dokter dan tenaga perawat. Lalu petugas non kloter berjumlah empat orang yang bertugas memberikan pelayanan atau pendampingan ibadah, konsumsi, transportasi dan akomodasi.

Kakanwil menambahkan mengenai palayanan yang akan didapatkan oleh calon jamaah haji Kaltara, saat ini, Kemenag yang menjadi penyelenggara ibadah haji Indonesia telah menyeleksi petugas pendamping haji. Termasuk di Kaltara, rekrutmen telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kami sudah melakukan seleksi untuk petugas pendamping haji. Nanti dalam pelayanannya sudah terbagi. Ada yang mengurus transportasi, akomodasi, konsumsi, serta yang menyangkut ibadah,” tuturnya.

“Insyaallah mereka sudah profesional di bidang itu. Dengan demikian, kami berharap mutu pelayanan yang didapatkan para tamu Allah ini semakin berkualitas. Kalau pelayanannya prima, jamaah bisa lebih fokus saat prosesi ibadah untuk menuju haji mabrur,” jelasnya.

Pasca ditetapkannya Keppres tentang BPIH ini, di tiap-tiap embarkasi, ada yang mengalami kenaikan. Tapi, ada juga yang turun. Pada umumnya, biaya haji embarkasi di Pulau Jawa mengalami kenaikan. Adapun embarkasi di Sumatera, banyak yang turun.

Yang mengalami kenaikan, antara lain, embarkasi Jakarta Pondok Gede dan Bekasi. Tahun lalu BPIH di dua embarkasi itu dipatok Rp 34.532.190/jamaah. Tahun ini biayanya naik menjadi Rp 34.987.280. Ongkos haji di embarkasi Surabaya juga naik dari Rp 36.091.845 menjadi Rp 36.586.945 atau naik Rp 495.100. Besaran BPIH di embarkasi Solo pun naik dari Rp 35.933.275 menjadi Rp 36.429.275 atau naik Rp 496.000.

Kondisi beberapa embarkasi di Sumatera malah sebaliknya. Banyak yang turun. Contohnya, embarkasi Batam. Tahun lalu Rp 32.456.450/jamaah menjadi Rp 32.306.450/jamaah. Kemudian, embarkasi Palembang dari Rp 33.529.675 menjadi Rp 33.429.575.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan syukur karena Presiden Jokowi sudah menandatangani Keppres BPIH 2019. Proses berikutnya, Kemenag mengumumkan secara resmi jadwal pelunasan BPIH. Dari pengumuman yang keluar tadi malam, pelunasan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai 19 Maret hingga 15 April. Tahap kedua 30 April hingga 10 Mei.

Lukman menegaskan, pelunasan BPIH 2019 tetap menggunakan mata uang rupiah, sama seperti tahun lalu. ”Jamaah haji yang ditetapkan berangkat tahun ini bisa segera melunasi biaya haji. Karena mereka sudah membayar setoran awalnya Rp 25 juta,” katanya saat ditemui di kompleks Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, secara rata-rata, BPIH tahun ini sama dengan tahun lalu. Meskipun tidak naik signifikan, ada sejumlah peningkatan pelayanan untuk jamaah haji. Di antaranya, tenda di Arafah. Lukman menjelaskan, seluruh jamaah haji di Arafah akan menempati tenda yang dilengkapi pendingin udara (AC). ”Ini pertama kali dalam sejarah haji Indonesia. (Jamaah) akan tinggal di tenda ber-AC. Selama ini tidak,” katanya. Selain itu, Kemenag berupaya tidak menurunkan kualitas layanan lainnya di Makkah maupun Madinah.

Menag menerangkan, hotel di Makkah maksimal berjarak 4,5 km dari Masjidilharam. Kemenag juga menyiapkan bus gratis dari pemondokan (hotel) ke Masjidilharam. Bus itu beroperasi selama 24 jam nonstop. Dia mengatakan, Kemenag bersama pemerintah Saudi mengupayakan agar seluruh jamaah haji menggunakan sistem fast track saat kedatangan di bandara Jeddah maupun Madinah. Dengan sistem itu, jamaah tidak perlu lagi antre melalui proses imigrasi. Sebab, pengecekan visa, paspor, dan lainnya dilakukan di embarkasi tanah air. ”Setidaknya separo (jamaah haji, Red) akan melalui jalur fast track,” ujarnya.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Abdul Hanif menuturkan, tidak ada perbedaan teknis dalam pelunasan BPIH tahun ini dengan tahun lalu. Hanya, tahun ini ada sejumlah bank penerima setoran (BPS) BPIH yang melayani pelunasan tanpa harus melalui teller (non-teller). Di antaranya, melalui e-banking. Bank yang membuka layanan non-teller adalah BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri yang menggunakan e-banking. Sementara itu, Bank Muamalat Indonesia menggunakan ATM. (iwk/wan/jpg/eza) 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:23

Pembangunan Pelabuhan Bunyu Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Perovinisi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*