MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 08:31
Peserta Termuda, Sampaikan Perdamaian di Hadapan 70 Negara

Pemuda Desa Atap Jadi Delegasi Indonesia di Turki

PESERTA TERMUDA: Didi Admanur saat berpose di depan bangunan Blue Mosque, Turki. DOK PRIBADI UNTUK RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Pemuda asal Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menoreh prestasi gemilang di tingkat internasional dalam kegiatan The 4 Istanbul Fellowship Turkey.

PIJAI PASARIJA

Awalnya, pria kelahiran Desa Atap, 15 Juni 1995 itu mendaftarkan diri secara online melalui website program The 4 Istanbul Fellowship Turkey. Selanjutnya ia mulai membaca beberapa persyaratan serta menjawab pertanyaan.

Setelah terdaftar, pria yang masih tercatat sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda itu harus menunggu selama 1 bulan. Tepat pada 1 Januari lalu, ia pun mendapatkan email dari panitia untuk mengikuti program tersebut. Hal itu diakuinya sebagai kado terindah di awal tahun.

Untuk bisa ikut program The 4 Istanbul Fellowship Turkey tidaklah mudah, karena harus melewati seleksi yang sangat ketat. Ada sekitar 70 negara yang ambil bagian dan mendaftar secara online. Total pendaftar ada sekitar 10.000 orang dan yang lolos hanya 200 orang. 

“Saya beruntung menjadi bagian dari 200 orang yang bisa duduk bersama bangsa Amerika, Jerman, Australia, Rusia, dan England,” ujarnya.

Pertama kali menginjakan kaki di tanah Turki ia langsung bersujud syukur dan terharu, karena merasa masih tidak percaya kalau ia saat itu berada di Turki. “Saya langsung sujud dan menangis terharu ketika pertama menginjakan kaki di tanah Turki,” bebernya.

Kegiatan yang berlangsung sejak 26 hingga 28 Februari itu bertujuan untuk mengumpulkan para professor, dosen, penulis, dan mahasiswa untuk membahas tentang keberlanjutan dalam bidang perdamaian dunia, publikasi, dan Sustainable Development Goals (SDGs). “Pada kegiatan itu saya juga menjadi peserta termuda,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, pria yang piawai berbahasa Inggris itu berkesempatan menyampaikan perdamaian dunia yang menjadi tolok ukur dalam penyatuan negara yang berdaulat. “Saya juga menyampaikan gagasan tentang pentingnya publikasi online millennial di zaman industri 4.0 bagi mahasiswa,” sebutnya.

Makalah yang disampaikan itupun disaksikan oleh 70 negara, tentu hal itu membuat perasaannya samakin bercampur aduk. Meski begitu ia tetap percaya diri namun tidak terlalu percaya diri.

“Saya membawa nama Indonesia, otomatis saya harus memperlihatkan kepada seluruh negara yang hadir kalau masyarakat Indonesia itu santun, ramah dan professional,” jelasnya.

Selain mengikuti forum ilmiah, pria yang bercita-cita menjadi diplomat handal ini bersama rombongan The 4 Istanbul Fellowship diajak city tour (tur kota) di Kota Istanbul. Di antaranya ke Blue Mosque, Hagia Shopia, dan Museum TopKapi. Kegiatan dilanjutkan 1 hingga 8 Maret 2019, dan ditutup secara resmi pada 8 Maret 2019.

“Saya mengajak kepada rekan mahasiswa di Indonesia untuk bisa berkompetisi dalam ajang strategis ini di tahun depan, karena tahun depan akan diadakan lagi The 5 Istanbul Fellowship Turkey,” katanya.

Sebelum mengakiri, anak dari pasangan Husin Arif dan Masrawiyah itu memberikan motivasi kepada pemuda Kaltara dengan menggunakan bahasa Inggris. I just an ordinary person, but I try to do little things for a big effect. so, I try to focus on my main goal. Every successful person must have a failure. Do not be afraid to fail because failure is a part of success. Your future is determined by what you start today, so do the best, keep humble, and never give up. Jika diterjemahkan, saya hanya orang biasa, tetapi saya mencoba melakukan hal-hal kecil untuk efek yang besar. jadi, saya mencoba fokus pada tujuan utama saya. Setiap orang yang sukses pasti mengalami kegagalan. Jangan takut gagal karena kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Masa depan Anda ditentukan oleh apa yang Anda mulai hari ini, jadi lakukan yang terbaik, tetap rendah hati, dan tidak pernah menyerah. (***/eza)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*