MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 15 Maret 2019 15:16
Langganan Juara, Tak Ingin Dipandang Sebelah Mata

Asa Penyandang Disabilitas di SLB Tarakan

KERAJINAN: Chandra Ramadan (15) dan Rezky Sudirman (17) siswa SLB Tarakan didampingi gurunya membuat tas dompet dari bahan limbah, Kamis (14/3). RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Selama ini penyandang disabilitas selalu diidentikkan dengan manusia yang memiliki kekurangan dan serba terbatas. Namun siapa sangka penyandang disabilitas juga bisa menciptakan karya. Atau mungkin melebihi kualitas karya manusia normal pada umumnya.

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

SUASANA tenang di Sekolah Luar Biasa (SLB) pada Kamis (14/3) pagi. Aktivitas belajar dan mengajar seperti biasa, namun beberapa siswa terlihat sedang sibuk membuat kerajinan tangan. Ialah Resky Sudarmin dan Candra Ramadan, siswa kelas 8 tingkat SMP SLB. Keduanya sedang asyik membuat kerajinan tangan berupa tas dari kardus bekas.

Resky dan Candra merupakan siswa tunarungu. Keduanya dipersiapkan SLB Tarakan untuk mengikuti lomba kerajinan tangan tingkat provinsi Maret ini. Jelang perlombaan, kedua siswa tersebut semakin intens berlatih dengan dibimbing sang guru.

Candra mengaku sangat bersemangat mewakili sekolahnya pada perlombaan kerajinan tangan tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Tanjung Selor. "Sedang buat tas dari kardus. Saya senang sekali mengikuti lomba ini saya berharap bisa menang untuk membanggakan ayah dan ibu," ungkap Candra menggunakan bahasa isyarat dengan diterjemahkan sang guru.

Sementara itu Resky juga memiliki harapan yang sama. Meski begitu, Resky mengakui jika dirinya sangat hobi dalam membuat kerajinan tangan. Telah banyak karyanya terpajang di lemari sekolah.

"Semangat karena mau membanggakan sekolah dan orang tua. Senang dari dulu buat apa saja untuk dijadikan barang yang bagus," tutur Resky yang juga menggunakan bahasa isyarat.

Sementara itu,  Sunarusasi (54) guru ekstrakulikuler kerajinan tangan keduanya, perlombaan kerajinan tangan siswa  diselenggarakan secara rutin setiap tahun. SLB Tarakan tak pernah absen mengirimkan perwakilannya mengikuti perlombaab.

"Setiap tahun memang rutin. Kami pasti dapat juara kalau tidak juara 1 pasti juara 2. Makanya setiap menjelang lomba kami selalu fokuskan siswa latihan secara intens," tuturnya.

Perlombaan yang menyertakan seluruh siswa penyandang disabilitas di Kalimantan Utara tersebut memperlombakan 9 kategori. Kerajinan tangan (hand made), fashion show, batik, tata boga, puisi, drama, nyanyi, tari dan MTQ.

"Banyak, ada sembilan yang dilombakan. Tapi tidak semua kelas kami ikuti, karena kami lihat kondisi dan kemampuan siswa kami juga," tuturnya.

Dari 9 cabang yamg dilombakan, sedikitnya 7 lomba akan diikuti siswa SLB Tarakan seperti kerajinan tangan, fashion show, batik, tata boga, drama, nyanyi dan tari. Ia optimistis siswanya dapat menunjukkan kemampuan pada 7 cabang lomba tersebut.

"Tidak semua karena untuk kelas MTQ dan puisi kemarin perwakilannya baru lulus jadi untuk sementara mencari penggantinya. Kami absen dulu ikut lomba jenis itu. Karena untuk menemuka  bapak itu kita juga pantau mana siswa yang bisa dilatih mana yang tidak. Jadibutuh proses melihat potensi yang ada pada siswa," tuturnya.

Selama ini, siswa setidaknya telah membuat puluhan kerajinan tangan. Bahkan karya itu sudah diperjual belikan. Meski masih dalam skala kecil, ia tetap berbangga karena murid bimbingannya dapat menciptakan sesuatu yang bernilai.

"Selama ini sudah banyak karya yang siswa buat tas, tempat lampu, boneka pernak pernik, ada lampu dari karton dan lain-lain. Ada juga yang beli. Walaupun tidak sering. Walaupun begitu saya sudah cukup bangga siswa saya juga dapat berbuat sesuatu yang berguna untuk orang lain," terangnya.

Dengan potensi yang terus digali, ia berharap semoga siswanya dapat berguna bagi orang banyak. Selain itu, dengan semakin banyaknya hasil kerajinan tangan yang diciptakan penyandang disabilitas, tentu hal tersebut dapat menepis sedikit demi sedikit stigma jika penyandang disabilitas merupakan manusia yang tidak dapat berbuat apa-apa. Ia berharap semoga para siswanya dapat menggunakan keahlian tersebut untuk dapat hidup di atas kaki mereka sendiri.

"Saya selalu berdoa kepada siswa saya agar mereka selalu diberikan kesehatan. Saya juga berharap semoga setelah lulus nanti mereka mampu menciptakan sesuatu yang dapat menginspirasi banyak orang lewat karya yang mereka buat. Karena begini, selama ini penyandang disabilitas selalu dipandang sebelah mata oleh manusia normal. Sehingga harapan saya dengan sebuah karya ternyata dapat membuka mata banyak orang ternyata disabilitas juga dapat berbuat sesuatu," pungkasnya penuh haru. (***/lim)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…

Kamis, 18 April 2019 09:46

Idolakan Joko Widodo, Ada yang Prediksi Prabowo Menang

Antusias embah-embah di panti jompo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*