MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 15 Maret 2019 15:08
Calon Jamaah Haji Wajib Rekam Biometrik

Upayakan Kemenag Miliki Kantor VFS

ATURAN BARU: Sebelum mengajukan visa, CJH harus terlebih dahulu melakukan perekaman biometrik. Tampak jamaah haji tahun lalu. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara (Kaltara) menyebutkan, penyelenggaraan haji 2019 akan berbeda dengan penyelenggaraan haji tahun lalu. Hal itu karena adanya peraturan terbaru dari Pemerintah Arah Saudi.

Adanya aturan itu, semua calon jamaah haji (CJH) yang ingin mengajukan visa haji harus menggunakan perekaman biometrik terlebih dahulu. Tidak hanya haji saja, umrah pun harus melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muhammad Aslam menjelaskan, biometrik itu scan (memindai). Mulai dari jari hingga mata akan dpindai.

“Kalau tahun 2018, CJH hanya melakukan biometrik ketika mau berangkat ke Arab Saudi,” ungkap Aslam kepada Radar Kaltara kala ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Sementara untuk tahun ini, sebelum keluar visa harus melakukan perekaman biometrik terlebih dahulu. Nantinya, hasil biometrik dan paspor akan disimpan, setalah melakukan pelunasan baru data dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan visa, setelah CJH mengajukan.

“Pengajuan itu tidak lama, kalau pagi diajukan, sore sudah bisa keluar,” bebernya.

Setelah semua selesai baru CJH bisa berangkat. Pada tahun 2018, ketika masuk Imigrasi Arab Saudi di Bandara Jeddah atau Bandara Madinah, CJH harus melakukan scan jari terlebih dahulu. Tapi tahun ini sudah tidak ada lagi sistem scan jari. “Jadi ketika datang CJH bisa langsung keluar. Tidak ada juga sistem cek paspor. Tapi paspor tetap ditahan,” jelasnya.

Untuk biometrik sendiri, kata Aslam, masih ada beberapa provinsi yang belum memiliki, salah satunya Kaltara. Selama ini CJH yang melakukan biometrik di embarkasi Balikpapan.

“Dari hasil pertemuan di Jakarta, biometrik kita akan dilakukan dengan sistem mobile, jadi CJH yang datang ke Kemenag di kabupaten/kota untuk melakukan scan biometrik,” ujarnya.

Ke depan, sambung Aslam, di Kaltara juga akan dibukan kantor VFS (Visa Facilitation Service) atau pihak ketiga yang mengoperasikan pelayanan biometrik. Kantor VFS ini sudah sangat mendesak untuk dibangun di Kaltara. “Kita juga sudah sampaikan hal ini kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Dalam usulan, pihaknya berharap setiap kantor Kemenag di kabupaten/kota memiliki kantor VFS. Jika di kemudian hari tidak semua kabupeten/kota dibangun kantor, minimal di Kota Tarakan dan Tanjung Selor. “Yang kita pikirkan jangka panjang, karena bukan hanya haji saja, umrah pun harus melakukan biometrik,” ucapnya.

Namun, kata Aslam, meskipun sudah diusulkan tahun ini, kemungkinan besar pengoperasian kantor VFS itu akan dimulai pada tahun  2020. “Kita berdoa saja, semoga bisa terealisasi, kalau kantor itu terealisasi tentu akan sangat memudahkan CJH dan orang-orang yang akan melakukan umrah, karena tidak lagi harus ke Balikpapan untuk melakukan biometrik,” bebernya.

Menyoal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Aslam menjelaskan, sebenarnya sejak 5 Maret usulan dari Kemenag sudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik (DPR RI) hanya saja belum ditandatangani Presiden. “Kalau sudah ditanda tangani baru keluar Keputusan Presiden (Keppres),” jelasnya.

Setelah Keppres keluar, tahap selanjutnya akan keluar Peraturan Menteri Agama (PMA), setelah itu baru bisa dilakukan pembayaran. Setiap tahun akan ada Keppres yang dikeluarkan. Keppres yang ditandatangani Presiden itu per embarkasi, jika Kaltara tergabung dalam emberkasi Balikpapan.

“Untuk nominalnya masih sama dengan BPIH tahun 2018. Yakni Rp 35.235.602,” pungkasnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 10:01

Laura Tolak ke ‘Provinsi’, Siap Dua Periode di Nunukan

TANJUNG SELOR – Beberapa tokoh politik yang namanya diisukan bakal…

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*