MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 15 Maret 2019 14:42
Terduga Mucikari Berikan Keterangan, Ini Kata Dia

Mengaku Tidak Tahu Adanya Prostitusi

BERIKAN KETERANGAN: Kedua terdakwa memberikan kesaksian di PN Tarakan kemarin (14/3). ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua terdakwa terduga mucikari menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kemarin (14/3). Kepada majelis hakim, kedua terdakwa mengakui tidak mengetahui terkait penggerebekan prostusi oleh pihak kepolisian, yang melibatkan ladies tempat kedua terdakwa bekerja.

Terdakwa Yosi yang bekerja sebagai kasir di salah satu tempat hiburan malam (THM), mengakui saat itu ia hanya menerima uang cash terkait DR yang ingin keluar bersama tamu. “Biasanya kalau ada yang mau keluar temani tamu makan, itu harus membayar uang cash. Selebihnya saya tidak tahu mereka mau pergi makan di mana,” katanya.

Diakuinya, uang cash yang harus dibayarkan oleh tamu yang ingin membawa ladies keluar sebesar Rp 350 ribu. Besaran uang cas tersebut merupakan aturan dari perusahaan. “Jam kerja itu, jam 8 (malam) sampai jam 3 (subuh). Jadi setiap yang keluar di jam itu harus membayar uang 350 ribu,” ungkapnya.

Terkait adanya uang Rp 3,5 juta yang dibayarkan oleh saksi Ardiansyah, Yosi membenarkan menerima uang tersebut. Namun uang tersebut merupakan titipan dari DR, yang akan dikirimkan ke orang tuanya. Ia tidak tahu sama sekali bahwa uang tersebut merupakan hasil transaksi DR dan saksi Ardiansyah. “Si DR cuma bilang kalau ambil uang dari si abang, terus nanti minta dikirimkan ke orang tuanya,” tuturnya.

Sementara itu, terdakwa Dewi mengakui saat kejadian tidak berada di Tarakan. Namun terhadap uang cash yang ditentukan setiap ladies, ia membenarkan hal tersebut. “Aturan itu saya yang buat, jadi ladies Rp 350 ribu, dancer Rp 500 ribu kalau mau dibawa tamu keluar,” ungkapnya.

Dilanjutkan Dewi, ia baru mengetahui adanya ladies di tempat usaha karaoke miliknya yang diamankan polisi pada keesokkan harinya. Dirinya yang aat itu berada di Tanjung Selor bergegas ke Tarakan dan setelah sampai langsung menuju Polres Tarakan. “Semua aturan harus dilakukan oleh pekerja dan selebihnya saya tidak tahu mereka ke mana kalau sudah keluar,” singkatnya.

Terpisah penasehat hukum (PH) kedua terdakwa, Mozes Riupassa SH mengungkapkan, berdasarkan keterangan terdakwa tidak satupun yang menyatakan kedua terdakwa terlibat dalam perdagangan orang. Sesuai yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian dari keterangan kedua terdakwa juga, sudah jelas bahwa para ladies hanya membayar uang cash Rp 350 ribu jika ingin keluar dengan tamu.

“Apalagi si Dewi yang tidak berada di tempat, jadi sama sekali tidak tahu. Saya juga konfirmasi ke dia, apakah ada konfirmasi ke dia terkait DR yang akan keluar dan dinyatakan kasir juga tidak ada,” singkatnya. (zar/ash)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*