MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Maret 2019 11:27
Beri Pelatihan Konstruksi, Narapidana Wanita Hasilkan Batik Tulis

Upaya Lapas Kelas II A Tarakan Membina Warga Binaannya

PELATIHAN : Sejumlah peserta yang terdiri dari warga binaan dan petugas lapas melakukan praktik konstruksi di Lapas kelas II A Kota Tarakan, Selasa (12/3). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Mungkin sebagian orang menyandang status warga binaan dilihat sebagai hal negatif. Hal tersebutlah yang berusaha diubah Lapas Kelas II A Tarakan dengan memberikan pelatihan peningkatan kompetensi sebagai bekal yang bisa digunakan ketika kembali ke masyarakat

JANURIANSYAH

SEBAGAI upaya mengubah citra negatif yang lekat dengan warga binaan, Lapas Kelas II A Tarakan memberikan kesempatan kepada 60 warga binaan terdiri dari 54 pria dan 6 wanita untuk mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi bidang keahlian konstruksi batu dan kayu.

Pemberian pelatihan kepada warga binaan kali ini merupakan kaloborasi program Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pelatihan kali ini diberikan selama tiga hari dimulai dari 11 Maret hingga 13 Maret.

Tujuan dari pelatihan kali ini tidak lain  untuk memberikan modal keterampilan bagi warga binaan, nantinya keterampilan yang didapatkan diharapkan dapat digunakan ketika sudah kembali ke masyarakat.

Salah satu warga binaan Lapas Kelas II A Tarakan, Koyansah menyambut baik program peningkatan kompetensi bidang keahlian konstruksi batu dan kayu. Dirinya menilai program ini ke depannya bermanfaat bagi dirinya.

“Kalau kita warga binaan menyambut baik program ini, karena memberikan kita keahlian yang dapat digunakan kelak ketika kembali ke masyarakat,insyaallahdengan keahlian yang dimiliki nantinya bisa saya gunakan untuk membantu perekonomian keluarga saya ke depannya,” jelasnya

Terpisah Kepala Lapas Kelas II A Tarakan, RB Danang mengatakan, adanya pelatihan peningkatan kompetensi bidang keahlian konstrusksi batu dan kayu kali ini diharapkan dapat mampu memberikan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang ada di lapas.

“Program ini dilakukan kepada warga binaan di seluruh Indonesia, kebetulan Tarakan mendapatkan gelombang ketiga,” bebernya.

Dirinya mengungkapkan bahwa warga binaan yang mengikuti pelatihan ini, nantinya mendapatkan sertifikasi berstandar nasional keahlian kontruksi batu dan kayu. Artinya warga binaan tersebut memiliki keahlian yang sudah diakui.

“Kita harapkan dengan keahlian yang dimilikinya nanti, bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan yang halal,” ujarnya.

Dirinya juga berharap dengan kemampuan yang dimiliki warga binaan ini nantinya, bisa ikut serta mengambil peran dalam pembangunan Kaltara ke depannya. “Warga binaan kita juga siap ikut bekerja dengan TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa,” tuturnya.

Sebelumnya Lapas Kelas II A Tarakan juga memberikan pelatihan rutin kepada warga binaan khusus wanita. Di mana warga binaan wanita tersebut mendapatkan pelatihan untuk membuat batik tulis, kini batik tulis hasil buatan warga binaan wanita tersebut sudah dijual di pasaran secara online, bahkan pihaknya berencana untuk menjualnya ke negara tetangga Malaysia.

“Untuk batik tulis buatan warga binaan wanita tidak kalah dengan batik tulis buatan orang yang sudah profesional di bidangnya, kalau harga biasanya dijual Rp 450 ribu, untuk batik tulis karya warga binaan kami hanya dijual dengan harga Rp 350 ribu. Yang membanggakan lagi ada perusahaan yang siap menampung warga binaan kami untuk membuat batik tulis ketika sudah bebas nantinya,” ungkapnya.

Terpisah Kasi Direktorat Kerja sama dan Pemberdayaan pada Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Afwani Harahap mengatakan, tujuan program ini merupakan keinginan Presiden Joko Widodo yang sedang gencarnya menggalakan pembangunan infrakstruktur.

“Pak Presiden Joko Widodo menginginkan infrastruktur yang baik, sehingga beliau meminta kepada masyarakat yang memiliki keahliaan dalam hal pembangunan infrastruktur untuk memiliki sertifikat. Artinya beliau menginginkan tenaga kerja kita sama dengan tenaga kerja luar yang memiliki sertifikat,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan pemberian pelatihan peningkatan kompetensi bidang keahlian kontruksi batu dan kayu tidak hanya dilakukan kepada warga binaan lapas saja. Namun masyarakat umum juga diberikan kesempatan. “Pelajar SMK, masyarakat umum atau tenaga kerja konstruksi yang ada di perusahaan tapi belum memiliki sertifikat juga bisa mengikuti program ini,” bebernya.

Terkait kenapa program ini juga menyasar warga binaan, dikarenakan warga binaan ini nantinya diharapkan ketika kembali ke masyarakat memiliki keahlian yang dapat menjadi mata pencariannya untuk membatu perekonomian keluarganya.

“Kita harapkan ini bekal mereka nantinya ke depan ketika kembali lagi ke masyarakat, bila mau jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di bidang konstruksi juga diakui karena sudah memiliki sertifikat,” pungkasnya. (***/eza)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*