MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Maret 2019 11:24
Hukuman Mati, Efek Jera untuk Pengedar Narkoba
Pengamat hukum pidana, Yasser Arafat. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Dua terdakwa perkara sabu 4 kg, yaitu Lukman Sanai dan Herman Tawau divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut pun sangat diapresiasi oleh pengamat hukum pidana Yasser Arafat SH, MH. Terhadap putusan tersebut, ia menilai merupakan satu langkah maju lagi bagi penegak hukum yang ada di Indonesia. Apalagi perbuatan pelaku yang dianggap undang-undang sudah bisa dijerat hukuman mati, maka diperlukan keberanian bagi penegak hukum menegakkan hukuman tersebut.

“Apalagi yang dijerat hukuman mati ini adalah terdakwa perkara dengan barang bukti 4 kg, itu cukup besar dan bukan kejahatan kecil lagi,” ungkapnya.

Dipaparkannya, kejahatan narkoba merupakan suatu kejahatan yang sangat luar biasa dampaknya, terutama bagi pelaku yang tertangkap merupakan bandar atupun pengedar. Sebenarnya para penegak hukum juga harusnya tidak segan-segan memberikan hukuman tegas terhadap para bandar ataupun kurir dengan barang bukti cukup banyak.

“Di Tarakan ini sepertinya sudah berapa kali terdakwa yang dihukum mati. Bagi saya sangat mengapresiasi langkah berani penegak hukum yang ada di Tarakan,” tutur pria yang juga sebagai dosen di Universitas Borneo itu.

Dengan vonis hukuman mati, lanjut Yasser, tentu akan bisa memberikan efek jera dan ancaman bagi para pengedar narkotika yang sudah maupun belum tertangkap oleh aparat hukum. Namun tidak bisa dipungkiri juga, secara faktualnya kejahatan dalam dunia narkotika masih saja sering dijumpai. Meski sudah ada ancaman hukuman mati yang menunggu.

“Kalau bicara kejahatan banyak sekali motif yang dilakukan, bisa dengan alasan ekonomi dan tidak mau kalau sudah alasan ekonomi, pasti akan mereka lakukan. Namun hukuman mati harusnya bisa memberikan efek jera, karena semua orang takut mati,” imbuhnya.

Dilanjutkan pria lulusan Universitas 11 Maret Surakarta tersebut, meski hukuman mati dianggap bisa memberikan efek jera. Namun di satu sisi hukuman mati terkadang dianggap juga tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Kendati demikian, penegakkan hukuman yang tegas diharapkan bisa mengurangi aksi kejahatan, khusus kejahatan narkoba.

Terlebih lagi sudah jelas bahwa Indonesia merupakan negara hukum dan semua hukuman yang ditetapkan berlandaskan aturan hukuman yang berlaku. Terlepas adanya pro kontra hukuman bagi para pengedar narkoba yang dianggap sadis, namun bagi Yasser selama kejahatan tersebut termasuk­ extra ordinary crime, maka hukuman sangat bisa diterapkan.

“Terutama dampak yang ditimbulkan sudah cukup besar. Selama masih diatur undang-undang, kenapa tidak. Kemudian majelis hakim sudah mempunyai pertimbangan juga,” sebutnya.

Dibeberkannya, peredaran narkotika di Kaltara saat ini memang cukup memprihatinkan. Terbuktinya aparat hukum berhasil melakukan pengungkapan dengan jumlah barang bukti yang cukup besar. Untuk itu, diperlukan penegasan dari efek jera juga untuk menekan peredaran narkotika semakin banyak.

“Mudahan ke depannya sudah tidak ada lagi yang macam-macam memasukkan narkoba, apalagi Tarakan di Kaltara merupakan daerah yang rawan,” pungkasnya. (zar/eza)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*