MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Maret 2019 11:14
Pengerjaan Proyek Masih Didalami
Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra - Dirkrimsus Polda Kaltara. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Direktorat Reserse Kriminal Khususu (Ditkrimsus) Polda Kaltara terus melakukan pendalaman terhadap sejumlah proyek yang dinilai tidak sesuai kontrak. Penyelidikan dilakukan terhadap pengerjaan proyek yang dinilai dapat merugikan negara.

Mulai dari proyek yang tidak tuntas, kualitas, kuantitas yang tidak sesuai hingga total loss. Hasilnya pemeriksaan saat ini dugaan penyelewengan masih tahap penyelidikan. Sehingga, proses mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti surat dan keterangan saksi. Kemudian gelar perkara dulakukan. Dan memastikan, status kasus ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Hingga saat ini, dari yang didalami belum ada yang naik ke tahap penyidikan. Semuanya masih tahap penyelidikan,” Ucap Dirkrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra melalui Wadir Krimsus, AKBP Marsdianto, Radar Kaltara, Rabu (13/3).

Pendalaman yang telah dilakukan selama ini dengan meminta keterangan ke perusahaan. Namun, pihaknya enggan membeberkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan ke perusahaan tersebut. “Kita sudah minta beberapa klarifikasi. Karena masih tahap penyelidikan belum dapat beritahukan,” jelasnya.

Diketahui sebanyak 12 proyek ini pengerjaan tersebar di lima kabupaten/kota di Kaltara menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) hingga anggarapan pendapatan belanja daerah (APBD) dan dana alokasi khusus (DAK).

Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, drainase dan Tempat Pembuang Akhir (TPA) yang diduga tidak tuntas atau hanya 80 dan 90 persen. “Kalau masih tahap penyelidikan itu, belum bisa di ekspose (diberitakan),” imbuhnya.

Sejak diamanahkan menjadi Ditreskrimsus Polda Kaltara kensep yang digaungkan terkait penindakan hukum sesedikit mungking memidanakan orang. Sebab, upaya pembinaan yang lebih diutamakan. Namun jika tidak bisa dibina tentunya tindakan tegas pasti dilakukan.

“Sebab, jika pelaku yang diamankan, pengerjaan terbengkalai yang rugi siapa? Sudah pengerjaan tidak tuntas dan maanfaat tidak dirasakan masyarakat. Sehingga, jika pengerjaan yang kurang harus diselesaikan,” pungkasnya. (akz/udn)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*