MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Maret 2019 15:11
Diduga Sabu 7 Kg, Diperiksa Malah Tawas
ULAH BANDAR: Salah satu tangkapan sabu dengan jumlah barang bukti 10,1 kg yang diamankan Polres Tarakan, Minggu (3/3). RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MAKASSAR – Direktorat Reserse Narkoba (Dirreskoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis keterangan, jika barang bukti penangkapan yang diamankan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan tawas.

Barang yang dimaksud terbungkus rapi, beratnya 7 kg. Dugaan awal adalah sabu-sabu. Namun, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel menunjukkan tawas.

Direktur Reserse Narkoba (Dirreskoba) Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan Kombes Pol Hermawan mengatakan, jika kasus yang tengah ditangani tersebut merupakan pengembangan dari Kaltara. "Seperti tawas," katanya kepada FAJAR (Jawa Pos Group), Selasa (12/3).

Diberitakan sebelumnya Satreskoba Polres Sidrap melakukan penangkapan terhadap tersangka sabu. Pengungkapan penyelundupan barang haram ini berkat kerja sama dengan Polres Nunukan. Dua pelaku berhasil lolos ke Sulawesi lewat jalur laut. Lokasi penangkapan para terduga pelaku ini di Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap.

Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Badollahi mengatakan ada empat terduga pelaku diamankan. Dua ditangkap di Nunukan dan dua lainnya di Sidrap. "Keempatnya merupakan warga Kabupaten Bone. Untuk terduga pelaku belum bisa di-ekspose. Sebab ini masih dilidik bersama petugas Polres Nunukan," ungkapnya.

Untuk sementara ini, kata dia, masih melakukan interogasi terkait asal usul barang bukti itu termasuk daerah tujuan peredarannya. Diakuinya, ini kasus pengungkapan terbesar di awal tahun ini. "Ini ditangani bersama Polres Nunukan penanganan perkaranya. Nunukan memang jalur favorit para bandar narkoba menyelundupkan barang haram ini," terangnya.

Pada Minggu (3/3) lalu, Satreskoba Polres Tarakan sempat mengamankan tersangka kasus sabu 10,1 kg berinisial MI (22). Uniknya setelah diperiksa, MI mengaku pernah meloloskan sabu sebanyak 20 kg ke Sulawesi melalui Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kaur Bin Ops Sat Reskoba Ipda Raja Taufik mengatakan, pengiriman pertama yang dilakukan MI dilakukan pada tahun 2018 lalu dengan barang bukti berjumlah 7 kg.

“Namun pelaku lupa kapan itu dikirim. Pada Januari 2019 lalu pelaku juga sudah mengirimkan sabu sebanyak 13 kg,” kata Ipda Raja.

Kemudian dari hasil pemeriksaan tes urine yang sudah dilakukan terhadap MI, polisi mendapati hasilnya negatif. Dari mengirimkan sabu, beber Raja, pelaku bisa mendapatkan upah hingga puluhan juta. Namun ia tidak sadari bahwa akibat perbuatannya tersebut ia terancam hukuman mati atas perbuatannya.

“Biasanya setelah dia mengambil barang itu, ia kemudian mengemasnya kembali untuk dibagi-bagi,” ungkapnya.

Sabu tersebut dikirim MI ke Sulawesi menggunakan kapal laut. Namun MI mengakui ia melakukan semua itu lantaran hanya mendapatkan perintah. Komunikasinya dengan sang bandar melalui telepon.

“Dia mengaku dulu kenal dan sempat dekat dengan bandarnya. Kemudian dia hanya kasih barang ke orang yang akan bawa ke Sulawesi barang itu,” jelasnya.

Usai diamankan oleh polisi, diketahui ada dua tempat yang dilakukan penggeledahan oleh polisi. Yaitu di belakang BRI, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit dan di Kelurahan Karang Rejo yang tidak lain adalah rumah MI dan rumah pacarnya. “Dari penggeledahan ini kami hanya mengamankan kartu ATM dan buku rekening,” ujarnya.

Sebenarnya pihak kepolisian menargetkan satu orang lain dalam kasus tersebut, namun pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan,  meski barang bukti yang diamankan cukup besar namun belum diketahui siapa bandarnya. Rencananya sabu 10,1 kg tersebut akan dikirim pelaku ke Makassar melalui jalur laut.

“Pelaku sudah kami intai sejak lama. Jadi tindak pidana narkoba kami lakukan penangkapan pelaku dan ada barang bukti,” ungkap dalam rilis di Ruang Imbaya Pemkot Tarakan, Senin (4/3). (gun/jpg/lim)

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*