MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Maret 2019 15:11
Diduga Sabu 7 Kg, Diperiksa Malah Tawas
ULAH BANDAR: Salah satu tangkapan sabu dengan jumlah barang bukti 10,1 kg yang diamankan Polres Tarakan, Minggu (3/3). RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MAKASSAR – Direktorat Reserse Narkoba (Dirreskoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis keterangan, jika barang bukti penangkapan yang diamankan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan tawas.

Barang yang dimaksud terbungkus rapi, beratnya 7 kg. Dugaan awal adalah sabu-sabu. Namun, hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel menunjukkan tawas.

Direktur Reserse Narkoba (Dirreskoba) Polda Sulsel Kombes Pol Hermawan Kombes Pol Hermawan mengatakan, jika kasus yang tengah ditangani tersebut merupakan pengembangan dari Kaltara. "Seperti tawas," katanya kepada FAJAR (Jawa Pos Group), Selasa (12/3).

Diberitakan sebelumnya Satreskoba Polres Sidrap melakukan penangkapan terhadap tersangka sabu. Pengungkapan penyelundupan barang haram ini berkat kerja sama dengan Polres Nunukan. Dua pelaku berhasil lolos ke Sulawesi lewat jalur laut. Lokasi penangkapan para terduga pelaku ini di Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap.

Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Badollahi mengatakan ada empat terduga pelaku diamankan. Dua ditangkap di Nunukan dan dua lainnya di Sidrap. "Keempatnya merupakan warga Kabupaten Bone. Untuk terduga pelaku belum bisa di-ekspose. Sebab ini masih dilidik bersama petugas Polres Nunukan," ungkapnya.

Untuk sementara ini, kata dia, masih melakukan interogasi terkait asal usul barang bukti itu termasuk daerah tujuan peredarannya. Diakuinya, ini kasus pengungkapan terbesar di awal tahun ini. "Ini ditangani bersama Polres Nunukan penanganan perkaranya. Nunukan memang jalur favorit para bandar narkoba menyelundupkan barang haram ini," terangnya.

Pada Minggu (3/3) lalu, Satreskoba Polres Tarakan sempat mengamankan tersangka kasus sabu 10,1 kg berinisial MI (22). Uniknya setelah diperiksa, MI mengaku pernah meloloskan sabu sebanyak 20 kg ke Sulawesi melalui Tarakan.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kaur Bin Ops Sat Reskoba Ipda Raja Taufik mengatakan, pengiriman pertama yang dilakukan MI dilakukan pada tahun 2018 lalu dengan barang bukti berjumlah 7 kg.

“Namun pelaku lupa kapan itu dikirim. Pada Januari 2019 lalu pelaku juga sudah mengirimkan sabu sebanyak 13 kg,” kata Ipda Raja.

Kemudian dari hasil pemeriksaan tes urine yang sudah dilakukan terhadap MI, polisi mendapati hasilnya negatif. Dari mengirimkan sabu, beber Raja, pelaku bisa mendapatkan upah hingga puluhan juta. Namun ia tidak sadari bahwa akibat perbuatannya tersebut ia terancam hukuman mati atas perbuatannya.

“Biasanya setelah dia mengambil barang itu, ia kemudian mengemasnya kembali untuk dibagi-bagi,” ungkapnya.

Sabu tersebut dikirim MI ke Sulawesi menggunakan kapal laut. Namun MI mengakui ia melakukan semua itu lantaran hanya mendapatkan perintah. Komunikasinya dengan sang bandar melalui telepon.

“Dia mengaku dulu kenal dan sempat dekat dengan bandarnya. Kemudian dia hanya kasih barang ke orang yang akan bawa ke Sulawesi barang itu,” jelasnya.

Usai diamankan oleh polisi, diketahui ada dua tempat yang dilakukan penggeledahan oleh polisi. Yaitu di belakang BRI, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit dan di Kelurahan Karang Rejo yang tidak lain adalah rumah MI dan rumah pacarnya. “Dari penggeledahan ini kami hanya mengamankan kartu ATM dan buku rekening,” ujarnya.

Sebenarnya pihak kepolisian menargetkan satu orang lain dalam kasus tersebut, namun pihaknya masih melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan,  meski barang bukti yang diamankan cukup besar namun belum diketahui siapa bandarnya. Rencananya sabu 10,1 kg tersebut akan dikirim pelaku ke Makassar melalui jalur laut.

“Pelaku sudah kami intai sejak lama. Jadi tindak pidana narkoba kami lakukan penangkapan pelaku dan ada barang bukti,” ungkap dalam rilis di Ruang Imbaya Pemkot Tarakan, Senin (4/3). (gun/jpg/lim)

 


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*