MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Maret 2019 13:37
Polda Kerahkan Seluruh Polres
HANGUS: Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api kebakaran hutan lahan di kabupaten/kota yang ada di Kaltara. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol Partomo Iriananto mengerahkan seluruh Polres. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi.

Sebab, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan sudah terjadi karhutla. Tentunya, instruksikan ke Polres yang berada diwilayah hukum Polda Kaltara segera melakukan pengecek dan mencari dalang pembakaran lahan. “Sudah saya perintahkan Kasat Reskrim berikan tindakan tegas kepada pelakunya. Karena, kemungkinan itu ada unsur kesengajaan,” ucap Kombes Pol Partomo Iriananto.

Dijelaskan, wilayah Kaltara memiliki sejumlah potensi sumber daya alam (SDA) seperti perkebunan dan pertambangan. Tentunya hal ini dapat menjadi indikasi pembakaran hutan dilakukan. Sebab, dengan pembakaran hutan dapat memudahkan pelaku membuka lahan atau land clearing.

“Kaltara banyak SDA mulai dari perkebunan, pertambangan. Sehingga caranya paling mudah dan tidak mengeluarkan biaya besar, dengan cara dibakar. Dan dapat dilakukan perusahaan,” jelasnya.

Karhutla yang terjadi tentunya perlu mendapatkan penanganan cepat. Sebab, terjadinya karhutla memberikan dampak pada lingkungan, gangguan kesehatan, sosial, perekonomi, transportasi, ekosistem hingga pencemaran. “Kita sudah mendapatkan atensi dari pimpinan untuk pencegahan karhutla yang terjadi,” tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya mengutamakan pencegahan agar tidak terulang. Caranya dengan memberikan imbauan ke masyarakat, perusahaan dan pelaku usaha. Jika tidak diindahkan dan terbukti melakukan pembakaran lahan, sanksi tegas pastinya menanti.

Dan berdasarkan Undang-Undang nomor 41/1991 tentang Kehutanan, UU nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kemudian UU nomor 39/2014 tentang Perkebunan serta Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). “Dijerat dengan hukum pidana. UU Kehutanan lebih tegas kepada pelaku. Tentunya jika terbukti diganjar dengan hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 10 miliar,” tambahnya. 

Kemudian, melalui peran Babinkamtibmas dimanfaatkan melalui desa binaan mulai pelaksanaan penyuluhan kepada warga agar tidak menggunakan cara pintas dengar cara pembakaran. Selanjutnya, imbau kepada masyarakat maupun perusahaan agar tidak melakukan pembakar lahan dan hutan sebab, akan berujung pidana. 

“Kerja sama dari stakeholder untuk mencegah. Baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam kita,” tegasnya.

Sementara itu, di Kota Tarakan belum ada kasus karhutla yang sampai ke tingkat penyidikan pihak kepolisian. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, meski adanya kebakaran hutan dan lahan terjadi, namun pihaknya bersama satgas Karhutla berhasil menanganinya.

“Untuk di Tarakan kebakaran hutannya tidak terlalu besar dan setiap kali terjadi berhasil kita padamkan bersama PMK dan TNI yang ikut turun,” katanya.

Dari beberapa kali kejadian kebakaran hutan yang terjadi, pihaknya menilai hampir semua terjadi lantaran musim kemarau, sehingga membuat daun-daun di hutan kering dan sangat mudah terbakar. Namun pihaknya juga mendapati ada beberapa laporan yang dicurigai kebakaran hutan terjadi lantaran dibakar oleh masyarakat.

“Apabila kita mendapati ada masyarakat membakar lahan kemudian tidak bisa menggendali sehingga merembet ke lahan yang lain, itu bisa diancam dengan pidana,” tegasnya.

Diakui Kapolres, untuk di Tarakan paling rawan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kecamatan Tarakan Timur dan Utara. “Meski sering terjadi satu dua minggu ini, namun belum sampai meresahkan. Tarakan ini daerah belum luas, jadi begitu asap timbul kita bisa lihat dan masyarakat melapor kemudian kita bisa mengantisipasi,” pungkasnya.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, titik api padam di Nunukan sudah mencapai angka 100 persen. Menangani kasus tersebut, tentu instansi terkait seperti TNI Polri, Pemkab Nunukan dan juga komponen masyarakat punya kesiapan memonitor sebagai bentuk pencegahan. “Ya, dengan kesiapan itu, titik api alhamdulillah padam 100 persen. Setelahnya tetap dimonitor sebagai wujud pencegahan,” ujar Teguh.

Dalam kasus ini pula, pihaknya optimis akan menangkap pelaku pembakar lahan. Apalagi penyidik Polres Nunukan bersama instansi terkait telah melakukan penyelidikan ke sejumlah lokasi kebakaran lahan. Jika memang ada indikasi perbuatan manusia, pihaknya tidak segan proses hukum yang bersangkutan.

“Ya, nanti lihat hasil penyelidikan dahulu, apakah ada perbuatan manusia atau karena faktor lain sepeti alam dan sebagainya. Tentu nantinya akan kami informasikan jika ada yang kami tangkap,” beber Teguh.

 

Pasokan Air Jadi Kendala Utama

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kebakaran (PMK) Kabupaten Bulungan, M. Amin Wiryono mengungkapkan, terkait kendala personelnya di lapangan dalam memadamkan kobaran api di hutan ataupun lahan milik masyarakat utamanya soal ketersediaan air.

Pasalnya, tak dapat dipungkiri bilamana di hutan ataupun lahan terjadi kobaran api yang jauh semakin membesar. Maka, otomatis kebutuhan akan air untuk proses pemadaman jauh meningkat. Sementara, dari masing-masing armada tentu ada batasan kuota ketersediaan air.

“Ya,kalau untuk padamkan api pada kebakaran hutan dan lahan masalah kami ada pada ketersediaan air,” ungkapnya kepada Radar Kaltara.

Lanjutnya, dengan kuota air yang ada di masing-masing armada. Armin dalam hal ini mengakui itu tak mampu sekaligus memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan. Di mana butuh sekitar dua sampai tiga kali ataupun lebih jika benar ingin memadamkan api secara keseluruhan. “Tapi, kendalanya terkadang mencari airnya yang susah. Sehingga otomatis itu akan menghambat proses pemadaman lantaran cukup lamanya dalam mencari air,” ujar pria berkacamata ini.

Adapun, lebih jauh dikatakan, untuk di Kabupaten Bulungan sendiri. Armin menyebutkan bahwa seperti di daerah kilo. Yang mana, di lokasi itu cukup sulit dalam mencari air. Bahkan, sempat saat pemadaman dulu sampai menjadikan air tempat pencucian motor untuk memadamkan kebakaran lahan.

“Rerata memang di daerah kilo ke atas yang sulit dijangkau airnya. Tapi, biasa kami dalam proses pemadaman lebih fokus pada area pemukiman penduduk. Tujuannya, agar jangan sampai api merambat masuk ke pemukiman,” jelasnya.

“Tapi, di sisi lain jika dicermati lebih jauh sejatinya soal penanganan kebakaran hutan dan lahan ini peran PMK hanya membackup. Artinya, tidak secara keseluruhan hutan dan lahan dipadamkan. Tapi, ada tim sendiri yang memiliki peran lebih dominan yakni Karhutla,” sambungnya.

Disinggung mengenai kendala lainnya? Armin menilai dari segi armada yang ada. Di mana menurutnya saat ini butuh peremajaan. Sehingga ke depannya akan jauh lebih maksimal dalam bertugas. Tidak seperti saat ini terkadang di lapangan ada saja masalah yang muncul dalam proses pemadaman berlangsung. “Termasuk soal perlatan seperti selang. Yang mana, saat ini kurang jika digunakan untuk memadamkan api di hutan dan lahan,” pungkasnya.

Selain itu, kondisi personel diakui hingga kini masih belum ideal. Lantaran dari jumlah personel yang ada secara keseluruhan baru 70 personel. Dan menurutnya, jumlah itu masih jauh dari kata ideal di lapangan tatkala dibagi menjadi tiga sif. “Ya, kita di PMK ini bicara personel belum ideal sama sekali,” ucapnya di sela-sela menyaksikan pertandingan sepak bola antar OPD.

Dijelaskannya juga, mengenai kategori ideal di dalam satuan sendiri. Pria yang akrab disapa Amin ini menuturkan bahwa minimal dalam satu armada itu setidaknya ada enam sampai tujuh personel. Dan saat ini jika masing-masing menempati setiap armada yang berjumlah enam unit. Maka, jika di total dan dikalikan tiga itu baru dapat dikatakan ideal.

“Atau anggap begini. Tujuh dikalikan enam ada 42. Nah, dari 42 ini dikalikan tiga itulah jumlah idealnya,” ujarnya seraya menyebutkan ada 126 personel.

Lanjutnya, saat ini dengan minimnya personel yang ada di lapangan saat bertugas memadamkan kobaran api. Amin dalam hal ini mengakui harus ikut terjun langsung ke lapangan. Bahkan, ia pun tak segan turut menjadi orang terdepan tatkala memadamkan api.  “Tapi, ke depannya berharap ada penambahan personel. Sehingga dalam proses pemadaman akan jauh lebih maksimal,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya sejauh ini hanya memaksimalkan dari jumlah personel yang ada. Dengan harapan personel itu dapat terus bekerja secara maksimal. Sehingga peran personel PMK di tengah masyarakat tampak jelas manfaatnya. “Di sisi lain juga kami pun tentu tak henti-hentinya mengajukan akan permohonan penambahan personel,” akunya.

Ditambahkannya juga, bilamana ke depan personel yang ada ideal. Maka, pihaknya berangan akan membuat adanya program SPM (standar pelayanan minimal). Tujuannya, agar dalam menangani suatu musibah kebakaran akan jauh lebih cepat.

“SPM ini misalnya pada suatu daerah ada sudah cabang lagi yang lebih cepat membantu memadamkan api. Jadi, istilahnya, dari pihaknya tak perlu jauh lagi dalam menjangkau lokasi kejadian,” katanya.

“Ya, tapi tetap untuk di kantor ready bilamana dibutuhkan sewaktu-waktu. Atau jika di lokasi cabang itu tak mampu dalam menanggulanginya,” pungkasnya. (akz/zar/omg/raw/eza)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:35

Sabu-Sabu 38 Kg Itu Sudah Sebulan Diintai

TANJUNG SELOR – Inilah barang bukti terbesar sepanjang sejarah penangkapan…

Senin, 22 Juli 2019 10:30

Usulan Anggaran KPU Dinilai Kebesaran

TANJUNG SELOR – Komoisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan saat ini…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Kantor KUA Seperti Ngapung di Atas Air

TANJUNG SELOR - Lima tahun mangkrak, bangunan Kantor Urusan Agama…

Senin, 22 Juli 2019 10:29

Untuk Hal Ini, Ombudsman RI Akan Temui Kemenhub RI

TANJUNG SELOR – Hingga kini speedboat nonreguler yang beroperasi di…

Senin, 22 Juli 2019 10:28

Ikuti Perkembangan Teknologi, Hapus Metode Manual

Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, nyaris setiap harinya mengeluarkan berbagai…

Senin, 22 Juli 2019 09:32

Tanah Kuning-Mangkupadi Tak Pernah Sepi

TANJUNG SELOR – Berlibur di akhir pekan bersama kerabat dan…

Senin, 22 Juli 2019 09:17

Pemkab Usul ‘Adukan’ ke Kemen-PUPR

TANJUNG SELOR - Beberapa ruas jalan di Kabupaten Bulungan saat…

Senin, 22 Juli 2019 09:16

Perbaikan Jalan Bunyu Terbentur Status Aset

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan warga Kecamatan Bunyu terkait rusaknya…

Senin, 22 Juli 2019 09:15

Dua Pelabuhan Diusulkan Masuk RIPN

TANJUNG SELOR – Guna mempercepat rencana pembangunan dua pelabuhan di…

Senin, 22 Juli 2019 09:14

Atlet Kaltara Mampu Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

Cabang olahraga (cabor) Woodball menjadi cabor perdana di Komite Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*