MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Maret 2019 11:18
Hujan Dua Hari, Belum Tentu Mengalir

Potret Warga Perbukitan Mencari Air Bersih

MENAMPUNG AIR: Rahayu (59) salah seorang warga RT 03, Mamburungan menimba air ke ember tampungan. LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Setelah beberapaminggu tak kunjung diderai hujan, akhirnya dua hari berturut-turut Bumi Paguntaka ‘basah’. Namun bukan berarti warga Tarakan langsung terbebas dari krisis air baku.

LISAWAN YOSEPH LOBO

KRISIS air baku masih dirasakan warga yang tinggal di daerah perbukitan. Lebih tepatnya di daerah RT 03, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur. Ada puluhan rumah yang menetap di perbukitan ini. Sebenarnya di daerah perbukitan sudah dialiri air baku dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam, baru September 2018 lalu. Namun setelah dilanda kekeringan beberapa minggu ini, aliran air pun mati total di daerah tersebut.

Salah seorang warga RT 03, yang tinggal di daerah perbukitan, Rahayu mengatakan aliran air belum kembali normal, padahal sudah hujan selama dua hari ini. “Air PDAM belum mengalir lagi, meskipun sudah hujan dua hari. Dari musim kemarau kemarin, sampai sekarang tidak mengalir. Sebelum kekeringan lancar saja mengalir, tapi ada jamnya. Kadang subuh, kadang jam 11 malam,” terang ibu kelahiran Enrekang, 8 Desember 1959 ini, Jumat (8/3).

Selama dua hari hujan, wanita berusia 59 tahun ini pun menampung air hujan di profil tank 350 liter. Air yang tertampung ini pun hampir habis persediaannya. Maklum air ini untuk menghidupi delapan orang di dalam rumahnya. “Ini hujan dua hari, kita tampung sudah mau habis lagi airnya. Kita ada delapan orang, kalau menantuku sama anaknya datang, bisa jadi kami ada 11 orang di dalam rumah,” katanya.

Air hujan yang ditampungnya hampir habis, bagaimana nasib Rahayu dan keluarga untuk beberapa hari ke depannya? Wanita paruh baya ini mengatakan, kembali membeli air dari tetangganya yang memiliki air bawah tanah.

Pembelian air ini dikenakan harga Rp 10 ribu per jam. Melalui tali selang, dialiri air dari bawah bukit hingga ke rumahnya. Mungkin jaraknya sekitar 500 meter panjangnya. Itu pun aliran airnya kecil, lantaran naik ke perbukitan.

Selama satu jam saja, air yang tertampung di dalam profil tank hanya setinggi 20 sentimeter, atau satu jengkal tangan orang dewasa. Air ini pun tidak cukup untuk semalam. Paling tidak ia harus membeli tiga jam. “Kalau hanya satu jam, itu tidak cukup. Dulu saja beli tiga jam, untuk dua hari. Karena tinggi, jadi kecil airnya naik,” bebernya.

Seperti saat kekeringan beberapa minggu sebelumnya, ia rela membangunkan tetangganya demi membeli air di pagi buta. Apalagi di dalam rumahnya ini masih terdapat dua anak berusia sekolah, yang harus bersiap-siap di pagi hari. Maklum tidak hanya keluarganya yang membeli air di tetangganya tersebut. Tetapi beberapa warga lainnya pun ikut mengantre.

“Kalau tidak ada air, beli lagi di rumahnya si Ayu, karena antrean juga,” katanya.

Sebenarnya selain mengharapkan air PDAM dan air hujan, terdapat sebuah sumur di daerah belakang rumahnya. Namun apa daya, kondisi airnya yang keruh sehingga tak layak untuk dikonsumsi. “Untuk mencuci saja. Itu pun kemarin kering, apalagi sudah banyak rumah di sini. Banyak juga yang bor air tanah, jadi mungkin airnya tersedot, padahal ada mata airnya,” tutupnya. (***/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55

Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:50

Dari Diskusi PMI di Tengah Hoaks Kesehatan

Takut gemuk karena donor darah adalah hoaks. Pasalnya, akan ada…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:32

Pengawas Pertandingan dari IMI Pusat

TARAKAN - Kejuaraan Kapolres Bhayangkara Open grasstrack yang digelar di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:27

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Usai perayaan Idulfitri aktivitas pembuangan sampah nampaknya semakin…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:24

PLIISS BAH..!! Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan yang berada di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:20

Kesadaran Bayar Pajak Sudah Tinggi

TARAKAN - Setelah adanya cuti bersama hari raya Idulfitri pada…

Jumat, 14 Juni 2019 14:34

Ramadan, Produksi Sampah Warga Tarakan Rerata Lebih 123 Ton Sehari

TARAKAN – Peningkatan volume sampah terjadi sebesar 10 hingga 15…

Jumat, 14 Juni 2019 14:33

Bangun Perusahaan dengan Semangat Kebersamaan

TARAKAN – Dalam rangka menjalin silaturahmi antarkaryawan, Radar Tarakan Group…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Bangun Kanreg, BKN Pilih Tarakan

TARAKAN - Pada Kamis (13/6) pagi sekira pukul 10.30 WITA…

Jumat, 14 Juni 2019 11:16

Sidang PHPU, TNI Polri Siaga

TARAKAN - Sidang penetapan hasil pemilihan umum (PHPU) akan berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*