MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 05 Maret 2019 13:45
Kapolres Beri Ancaman Pidana

Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

RAKOR: Sejumlah instansi yang terlibat Satgas Karhutla melakukan rapat koordinasi di Mapolres Tarakan. HUMAS POLRES TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Menanggapi maraknya kebakaran hutan di Kota Tarakan, Polres Tarakan melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Mapolres Tarakan kemarin (4/3). Khususnya tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya membahas terkait pencegahan kebakaran hutan yang disebabkan oleh musim kemarau yang melanda. Apalagi saat ini Satgas Karhutla mendapati ada beberapa titik panas di beberapa tempat yang ada di Tarakan. “Alhamdulillah di Tarakan ini api kebakaran yang terjadi itu tidak terlalu besar. Kemudian dengan cepat respons dari PMK, TNI-Polri bersama masyarakat dapat memadamkan dengan cepat,” ungkapnya.

Dari beberapa kali kejadian kebakaran hutan, pihaknya menilai hampir semua terjadi lantaran musim kemarau, sehingga membuat daun-daun di hutan kering dan sangat mudah terbakar. Untuk itu, melalui rakor yang sudah dilakukan diharapkan sejumlah instansi yang terlibat dalam Satgas Karhutla, dapat meningkatkan kesiapsiagaan apabila adanya terjadi kebakaran lahan.

Meski salah satu faktor terjadinya kebakaran hutan akibat kemarau, namun pihaknya juga mendapati ada beberapa laporan yang dicurigai kebakaran hutan terjadi lantaran dibakar oleh masyarakat. “Kami sudah memberikan imbauan dan ancaman kepada masyarakat, apabila membakar lahan kemudian tidak bisa menggendali sehingga merembet ke lahan yang lain, itu bisa diancam dengan pidana,” ungkapnya.

Diakui Kapolres, untuk di Tarakan paling rawan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kecamatan Tarakan Timur dan Utara. “Meski sering terjadi satu dua pekan ini, namun belum sampai meresahkan. Tarakan ini daerah belum luas, jadi begitu asap timbul kita bisa lihat dan masyarakat melapor kemudian kita bisa mengantisipasi,” jelasnya.

Ditambahkan Abdul Aziz selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, pihaknya mendapatkan informasi dari BMKG bahwa dalam kurun waktu satu pekan ke depan hujan belum akan turun di Tarakan. Kemudian untuk saat ini, pihaknya mendapati informasi dari polisi hutan bahwa di Tarakan terdapat 21 titik api. “Jadi itu sekarang merepotkan kita, sementara persediaan air terbatas. Untuk itu kami akan lakukan mitigasi. Kami harapkan camat dan lurah membuat surat edaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” bebernya.

Kemudian kalau pun ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, maka harus dipastikan akan dipadamkan. Namun apabila nanti didapati api tersebut merembet ke lahan yang lain, pihaknya akan meminta pihak kepolisian untuk melakukan tindakan tegas. “Indikasi dibakar itu sangat kuat, tetapi ada juga yang di bawah lahan itu ada batu bara dan bisa karena alam. Tapi kebanyakan sengaja dibakar dan celakanya habis dibakar itu ditinggal,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Aziz, dari data yang dimiliki pihaknya, lahan yang terbakar tersebar di beberapa kecamatan. Namun yang paling mendominasi adalah Kecamatan Tarakan Timur dan Utara. Terhadap pemadaman api, pihaknya juga mengalami keterbatasan personel dari polisi hutan. Apalagi saat ini polisi hutan sudah diambil ahli oleh pemerintah provinisi. “Alatnya juga sudah terbagi, sementara personel mereka di sini (Tarakan) sisa empat orang, jadi memang repot. Akhirnya kami semua turun dan Karhutla itu tanggung jawab semua pihaknya,” bebernya.

Meski dua pekan belakangan ini kebakaran lahan dan hutan kerap terjadi, namun dirinya memastikan kejadian tersebut belum sampai terhadap level bencana. “Kami masih atasi. Dari DLH juga sudah melakukan tes udara dan hasilnya masih dianggap batas aman dan belum membahayakan kesehatan,” jelasnya. (zar/ash)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55

Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:50

Dari Diskusi PMI di Tengah Hoaks Kesehatan

Takut gemuk karena donor darah adalah hoaks. Pasalnya, akan ada…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:32

Pengawas Pertandingan dari IMI Pusat

TARAKAN - Kejuaraan Kapolres Bhayangkara Open grasstrack yang digelar di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:27

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Usai perayaan Idulfitri aktivitas pembuangan sampah nampaknya semakin…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:24

PLIISS BAH..!! Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan yang berada di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:20

Kesadaran Bayar Pajak Sudah Tinggi

TARAKAN - Setelah adanya cuti bersama hari raya Idulfitri pada…

Jumat, 14 Juni 2019 14:34

Ramadan, Produksi Sampah Warga Tarakan Rerata Lebih 123 Ton Sehari

TARAKAN – Peningkatan volume sampah terjadi sebesar 10 hingga 15…

Jumat, 14 Juni 2019 14:33

Bangun Perusahaan dengan Semangat Kebersamaan

TARAKAN – Dalam rangka menjalin silaturahmi antarkaryawan, Radar Tarakan Group…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Bangun Kanreg, BKN Pilih Tarakan

TARAKAN - Pada Kamis (13/6) pagi sekira pukul 10.30 WITA…

Jumat, 14 Juni 2019 11:16

Sidang PHPU, TNI Polri Siaga

TARAKAN - Sidang penetapan hasil pemilihan umum (PHPU) akan berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*