MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 04 Maret 2019 11:35
Wali Kota Akan Revitalisasi Sistem
dr. Khairul - Wali Kota Tarakan. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, BEBERAPA sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tarakan satu per satu telah dialihkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara. Pemerintah Kota (Pemkot) dituntut mencari solusi atas berkurangnya pos-pos PAD. Kendati demikian, di masa pemerintahan yang baru ini, masih memiliki beberapa sumber yang masih bisa dikembangkan.

“Sebenarnya ini hanya memodifikasi cara untuk mengurangi kebocoran-kebocoran atau mengefisiensi sistem agar dapat optimal,” ujar Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, kepada Radar Tarakan, kemarin (3/3).

Sementara itu, sistem penarikan PAD yang menurut Khairul dapat berjalan optimal seperti penarikan sektor pajak, retribusi yang selama ini berada di bawah target dikarenakan sistem yang tidak berjalan optimal. “Kami revitalisasi sistem saja. Tapi tidak memberatkan masyarakat, bahkan kami memudahkan, tapi dengan perbaikan manajemen itu diharapkan bisa meningkatkan PAD,” katanya.

Salah satu sektor peningkatan PAD yang dapat dilakukan seperti parkir berlangganan tahunan, mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini tidak berkontribusi pada PAD. Selain itu, lahan milik pemerintah yang dinilai selama ini menganggur tidak dioptimalkan yang cenderung diakui masyarakat karena dibiarkan. Hal ini juga menurutnya perlu digarap untuk membangun kawasan usaha, industri dan sebagainya. Padahal potensi PAD dari perparkiran saja cukup besar setiap tahunnya. Radar Tarakan sempat melakukan observasi di salah satu pasar di kota ini. (lihat grafis)

“Sayang kalau tidak dimanfaatkan, karena banyak aset daerah yang tidak produktif karena dibiarkan menganggur, seperti lahan Pemkot yang tidak tergarap dengan baik seperti Pantai Amal, yang dikembangkan untuk kawasan wisata. Sementara itu sudah ada reklamasi yang dilakukan pemerintah terdahulu, tapi tidak dimanfaatkan. Jadi sayang aset negara seperti itu mubazir, jadi dipikirkan agar bisa menghasilkan PAD,” terangnya. (*/shy/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:24

Penyesuaian TBA Dinilai Tak Relevan

Harga tiket pesawat masih mahal? Demikian yang dirasakan sejumlah calon…

Senin, 27 Mei 2019 12:23

Ini Rute Laut Paling Banyak Diminati Warga Tarakan

ANTISIPASI lonjakan arus mudik jelang Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019,…

Senin, 27 Mei 2019 12:21

Darul Istiqomah, Mirip Masjid Sunan Ampel

Posisinya di pinggir jalan raya, Jalan Jenderal Sudirman. Pusat kota.…

Senin, 27 Mei 2019 12:20

BPJS Kesehatan Bukber dan Santuni Anak Panti

Buka bersama tim Sahur dan Bukber Yuk (SBY) Radar Tarakan…

Senin, 27 Mei 2019 12:19

Kriteria Balon PDIP, Mau Bersinergi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membeberkan telah memiliki tiga kriteria…

Senin, 27 Mei 2019 11:52

Oknum Polisi Divonis 8 Tahun Penjara

TARAKAN- Dituntut 17 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider…

Senin, 27 Mei 2019 11:50

Kapolres Ajak Tokoh Agama Redam Isu Hoaks

TARAKAN- Usai pemilihan umum (pemilu) 2019, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira…

Senin, 27 Mei 2019 11:39

Tidak Temukan Takjil Berbahaya

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat yang…

Senin, 27 Mei 2019 11:35

Badan Jalan Hingga Penutup Drainase Rusak

TARAKAN – Kerusakan jalan di Gang Jembatan Kuning, RT 43,…

Senin, 27 Mei 2019 10:50

Dipaksa Zonasi, tapi Pembangunan Tak Merata

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*