MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 04 Maret 2019 09:47
Petronas Siap Beli Kembali LPG Malaysia
DITUKAR: Keberadaan LPG Bright Gas milik PT Pertamina mengancam nasib LPG Malaysia yang kini mulai menghilang di Nunukan. Agar tak terbuang percuma, pihak Petronas mengaku akan kembali membeli LPG kosong milik masyarakat. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kabar baik bagi pengguna Liquefied Petroleum Gas (LPG) LPG Malaysia yang ingin beralih menggunakan LPG Indonesia milik PT Pertamina. Sebab, berdasarkan informasi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, salah seorang pengusaha Malaysia yang bekerja sama dengan pihak Petronas bersedia membeli kembali LPG Malaysia yang beredar di Kabupaten Nunukan selama ini.

Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri Mursali membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, usaha pemerintah Malaysia melalui Petronas untuk mengambil kembali tabung LPG Malaysia yang kosong memang ada. Apalagi, setelah adanya intruksi bupati Nunukan terhadap penggunaan LPG Bright Gas bagi setiap aparatur sipil negara (ASN) daerah membuat tingkat penggunaan LPG produk Malaysia menurun. Sebelumnya penggunaan LPG Malaysia itu mencapai 90 persen. Kini alami penurunan. “Pihak Petronas itu langsung menghubungi kami agar tabung gas Malaysia itu bisa kembali ke Malaysia lagi,” kata Hasan Basri saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia mengatakan, karena LPG Malaysi ini barang kawalan di Malaysia, atau barang subdisi jika di Indoensia, maka memang harganya di Malaysia itu memang murah dibelikan masyarakat. Agar tabung LPG Malaysia itu tidak disia-siakan setelah masuknya LPG Pertamina milik Indonesia, maka pihak Pertronas Malaysia berharap LPG mereka dapat kembali lagi ke Malaysia.  “Kami sudah ada koordinasi dengan mereka. Ada rencana tabung kosong LPG Malaysia itu akan dibeli senilai 90 Ringgit Malaysia (RM) atau setara dengan Rp 350 ribu saat ini,” sebutnya.

Menurut Hasan, dengan adanya rencana pihak Petronas itu, maka pemerintah tentunya akan menyampaikan ke masyarakat. Khususnya yang memiliki tabung LPG Malaysia. Apakah mereka mau menukarkan LPG kosong mereka atau masih tetap menggunakan LPG Malaysia. “Saya perkirakan masyarakat akan lebih banyak menjualnya. Karena, jika LPG Malaysia sudah sulit masuk ke Nunukan maka sudah tidak ada gunanya lagi di Nunukan karena sudah tidak ada tempat penukarannya lagi,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan mengembalikan LPG Malaysia maka masyarakat juga sudah dapat membeli LPG perdana milik Indonesia dengan hanya menambah beberapa rupiah saja. “Mengenai teknis penukarannya belum diketahui, tapi komunikasi sudah dilakukan. Akan ada tindak lanjut lagi nantinya. Apalagi terkait dua negara maka harus ada mekanisme yang tidak merugikan kedua negara,” jelasnya.

Fredrick Lauren, Agen Bright Gas cabang Nunukan mengungkapkan, jika memang diperlukan untuk mengumpulkan LPG Malaysia tersebut dari setiap outlet yang dimiliki maka pihaknya sangat siap membantu. Sebab, semuanya demi kepentingan produknya sendiri. “Tentunya kami tetap mendukung. Saat ini juga sudah ada dilakukan bagi ASN,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Ia menyebutkan, berdasarkan rotasi penjualan perbulan sebanyak 600 tabung beredar kepada masyarakat selaku pengguna. Jadi, yang disediakan 800 hingga 1.000 tabung yang datang dua kali sebulan. Sementara untuk outlet itu diperkirakan sudah ada 10 outlet dan tersebar di Pulau Nunukan saja. Sementara untuk di wilayah Sebuku, Sembakung dan Lumbis serta wilayah lainnya itu belum ada. “Jadi, untuk ketersedian stok akan terus dilakukan. Jangan sampai kekurangan. Karena LPG ini sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (oya)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:22

Ingin Proyek, Ikuti Aturan yang Berlaku

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah menegaskan kepada…

Jumat, 19 Juli 2019 09:18

Berdayakan Masyarakat untuk Keamanan, Poskamling Ditambah

NUNUKAN – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105…

Jumat, 19 Juli 2019 09:16

Warga Desa Harus Tanggap Bencana

NUNUKAN – Dalam menghadapi bencana secara sigap yang sewaktu-waktu bisa…

Jumat, 19 Juli 2019 09:14

Kemenhub RI Beri Bantuan Satu Unit Kapal Pelra

NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima bantuan satu unit…

Kamis, 18 Juli 2019 10:28

Tiga Tersangka Pengusaha Kayu ‘Dipulangkan’

NUNUKAN – Tiga tersangka pengusaha kayu N (51), RH (56),…

Kamis, 18 Juli 2019 10:15

Nyaris Lolos di Jalur Legal

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan terpaksa membatalkan rencana keberangkatakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Kurir Sabu Tujuan Palu Dibekuk

NUNUKAN – Seorang terduga kurir narkotika golongan satu jenis sabu-sabu…

Kamis, 18 Juli 2019 10:13

Tangkapan Barang Bekas Dilimpahkan ke Bea Cukai

NUNUKAN – Barang bekas yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia…

Kamis, 18 Juli 2019 10:12

Kades Terduga Pemilik Ijazah Palsu Digugurkan

NUNUKAN - Seorang calon Kepala Desa (Kades) asal Sebatik berinisial…

Rabu, 17 Juli 2019 09:27

Kayunya Diamankan, Warga Protes, KLHK Jangan Tebang Pilih!

NUNUKAN – Puluhan warga mendatangi Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*