MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 02 Maret 2019 10:17
Tertarik Menjadi Polisi Setelah Melihat Pertunjukan Drum Korps

Berkenalan dengan Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Arofiek Aprilian Riswanto

MUDA: AKP Arofiek Aprilian mulai menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Tarakan sejak Januari lalu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Millenial, energik, dan ramah itulah sosok dari polisi muda satu ini. Mungkin belum banyak dikenal warga Tarakan, mengingat masa kedinasannya di Bumi Paguntaka masih hitungan bulan. Ialah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arofiek Aprilian Riswanto, kini menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan.

--

AROFIEK, sapaannya lahir di Kota Pahlawan, Surabaya pada 25 April 1989. Ia mengawali karir di kepolisian sejak menamatkan diri di Akademi Kepolisian angkatan 74 Dharma Ksatria Semarang pada 2010. Setelah itu, ia berdinas di Polda Sulawesi Selatan sebagai petugas lalu lintas. Tidak berselang lama ia menjabat sebagai Kapolsek Ajangale Polres Bone.

“2010 saya lulus pendidikan Akademi Kepolisian, kemudian penempatan pertama saya di Polda Sulawesi Selatan. Setelah dari Sulse penempatan langsung di Polda Kaltara. Jabatan pertama sebagai pejabat sementara (Pjs) Kasi Turjawali di Ditlantas Polda Kaltara,” ungkap Arofiek, Kamis (28/2).

Setelah kurang lebih satu tahun di Polda Kaltara, kemudian baru di tahun 2019 ia dipercayakan untuk menjabat Kasat Lantas di Polres Tarakan.

“Saya menjabat Pjs karena posisi saya waktu itu idealnya diisi kompol sedangkan saya masih AKP. Terus kemudian saya dipercayakan untuk jadi kasatlantas di sini (Polres Tarakan) terhitung kira-kira 2 bulan lalu,” terang pria hobi basket dan taekwondo ini.

Sejak kecil dirinya telah bercita-cita menjadi seorang penegak keadilan. Meski demikian, saat itu belum berpikiran berkarir di kepolisian. Setelah melihat beberapa pertunjukan drum korps dari penampilan Akpol akhirnya muncul ketertarikan menjadi seorang polisi.

“Waktu kecil saya memang punya cita-cita menjadi aparat penegak hukum. Tapi belum ada kepikiran mau jadi polisi, tentara dan sebagainya. Kemudian ada saudara saya ini punya teman taruna Akpol waktu itu, kemudian saya waktu itu diajak ke sana nonton drum korps akpol di Jakarta. Setelah itu, ternyata saya punya pikiran untuk menjadi teman dari saudara saya,” tuturnya.

Akhirnya Arofiek terus melatih diri serta mengasah kemampuan. Niatnya tersebut juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Akhirnya setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah ia mendaftarkan diri sebagai taruna Akpol pada 2007 dan berhasil lolos dan resmi menjadi siswa akpol.

“Kalau keluarga saya hanya latar belakang biasa saja wiraswasta. Alhamdulillah ketika mengikuti pertama kalinya saya langsung lolos. Itu juga tidak terlepas dari nilai ujian saya waktu SMA juga cukup memuaskan,” terangnya.

Selama menjabat di Polres Tarakan dalam beberapa hari terakhir, ia menerangkan jika kultur berkendara masyarakat Kota Tarakan tidak jauh berbeda dari kultur masyarakat di berbagai daerah pada umumnya. Menurutnya kebiasaan buruk pengendara selalu menganggap kelengkapan dalam berkendara adalah sebuah tindakan untuk menhindari penindakan hukum. Padahal kelengkapan dalam berkendara sejatinya diwajibkan untuk keselamatan pengendara sendiri.

“Seperti contohnya orang masih banyak menganggap memakai helm itu agar terhindar dari tindakan hukum padahal memakai helm ini sebenarnya untuk keselamatan sendiri,” tuturnya.

Meski demikian, ia memiliki cara agar dapat berinteraksi langsung dan memberi pemahaman kepada masyarakat. “Cara saya mendekati masyarakat adalah meletakkan diri saya seperti mereka. Jadi ketika bisa memposisikan diri kita sebagai mereka. Masyarakat akan lebih mudah menerima kita,” ujarnya.

Dalam waktu dekat Satlantas akan mengelar kegiatan Safety Millenial sebagai upaya mensosialisasikan ketertiban berlalu lintas. “Makin banyak orang ketertiban lalu lintas, maka semakin banyak orang yang sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama,” terangnya. (*/zac/lim)

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 10:55

Melihat Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (Bagian-3)

Memanfaatkan waktu luang, puluhan tas hasil rajutan warga binaan perempuan…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:50

Dari Diskusi PMI di Tengah Hoaks Kesehatan

Takut gemuk karena donor darah adalah hoaks. Pasalnya, akan ada…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:32

Pengawas Pertandingan dari IMI Pusat

TARAKAN - Kejuaraan Kapolres Bhayangkara Open grasstrack yang digelar di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:27

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Usai perayaan Idulfitri aktivitas pembuangan sampah nampaknya semakin…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:24

PLIISS BAH..!! Masyarakat Butuh Penerangan Jalan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas penerangan jalan yang berada di…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:20

Kesadaran Bayar Pajak Sudah Tinggi

TARAKAN - Setelah adanya cuti bersama hari raya Idulfitri pada…

Jumat, 14 Juni 2019 14:34

Ramadan, Produksi Sampah Warga Tarakan Rerata Lebih 123 Ton Sehari

TARAKAN – Peningkatan volume sampah terjadi sebesar 10 hingga 15…

Jumat, 14 Juni 2019 14:33

Bangun Perusahaan dengan Semangat Kebersamaan

TARAKAN – Dalam rangka menjalin silaturahmi antarkaryawan, Radar Tarakan Group…

Jumat, 14 Juni 2019 14:31

Bangun Kanreg, BKN Pilih Tarakan

TARAKAN - Pada Kamis (13/6) pagi sekira pukul 10.30 WITA…

Jumat, 14 Juni 2019 11:16

Sidang PHPU, TNI Polri Siaga

TARAKAN - Sidang penetapan hasil pemilihan umum (PHPU) akan berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*