MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Februari 2019 11:20
Pelayaran ke Perairan Filipina Belum Diizinkan

Masih Rawan Aksi Pembajakan Abu Sayyaf

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Maklumat Pelayaran (Mapel) Nomor: 148/TX-30/XI/DN-18 dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum dicabut. Sejak maklumat itu terbit, belum ada kapal dari Tarakan yang diizinkan berlayar melalui perairan Filipina.

Kelompok Abu Sayyaf sedang mencari target baru. Begitu salah satu pertimbangan maklumat itu dikeluarkan. Peringatan itu semakin diperkuat dengan penculikan warga negara Indonesia (WNI), Hariadin dan Heri Ardiansyah asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 5 Desember 2018 bersama seorang warga Malaysia.

Kepastian tidak adanya kapal yang diizinkan berlayar ke perairan Filipina disampaikan Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Kelas III Tarakan Syaharuddin, Selasa (26/2). Dirinya menjelaskan hingga saat ini masih menjalankan perintah Kemenhub mengenai pelarangan kapal untuk berlayar ke perairan Filipina.

“Terhitung sejak keluarnya Maklumat Pelayaran (Mapel) Nomor: 148/TX-30/XI/DN-18 dari Kemenhub tahun lalu, hingga saat ini belum ada kapal yang diizinkan berlayar ke perairan Filipina,” bebernya.

Dalam Mapel itu menjelaskan dasar peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju perairan Filipina, adanya informasi dari Philippine Focal Point Kurbuk, Philippine Coast Guard, bahwa ada rencana kelompok Abu Sayyaf melakukan penculikan di tiap kesempatan yang memungkinkan di daerah yang dirahasiakan. Informasinya kelompok tersebut menggunakan kapal motor berwarna biru dan putih tanpa ada tanda pengenal yang biasa disebut jungkong.

“Masih rawannya berlayar ke perairan Filipina menjadi pertimbangan pihak kami tidak mengizinkan kapal berlayar, selain itu nakhoda kapal maupun pemilik kapal juga enggan berlayar ke kawasan tersebut bila belum ada jaminan keamanan dari pemerintah Filipina,” tuturnya.

Sebelum adanya kembali aksi pembajakan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf, banyak kapal dari Tarakan tujuan Filipina yang berlayar, terutama kapal yang mengangkut batu bara.

“Kalau dulu masih banyak, terutama kapal yang membawa batu bara yang mengangkut batu bara 7 ribu metrik ton hingga 8 ribu metrik ton untuk dibawa ke Filipina,” bebernya.

Dirinya juga mengimbau kepada kapal yang sedang berlayar di kawasan yang rawan selain di perairan Filiipina untuk tetap meningkatkan kewaspadaan international ship and port facility security code.  “Di atas kapal ada sistem keamanan, pola itu yang diharapkan dilaksanakan di atas kapal ketika melakukan pelayaran ke daerah yang rawan,” tuturnya.

Bila ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan nakhoda dan awak kapal, diimbau agar segera menghubungi stasiun radio pantai terdekat atau petugas yang bisa menjangkau ke lokasi kapal yang meminta pertolongan.

“Nakhoda harus sigap ketika merasa ada hal-hal yang dapat mengancam keselamatan,” ujarnya.

Terkait kapan pelayaran menuju ke perairan Filipina kembali diizinkan, pihaknya hanya bisa mengizinkan bila sudah ada kepastian keamanan dari pemerintah Filipina, bahwa perairannya aman untuk dilalui. “Kalau sudah ada jaminan dari otoritas setempat, pelayaran akan kami  izinkan kembali,” terangnya. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…

Jumat, 19 Juli 2019 09:41

Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Disdikbud Nilai Tarakan Belum Butuh SMA Baru

TARAKAN - Pembentukan 2 SMP baru oleh Dinas Pendidikan dan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:05

Nilai Ada Perusahaan Nakal yang ‘Bebas’

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Himpunan Mahasiswa Islam…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Harapkan Jalan Semenisasi Dilakukan Peningkatan

TARAKAN - Perlunya peningkatan terhadap jalan semenisasi yang ada di…

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*