MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Februari 2019 10:56
Retribusi Parkir Tepi Jalan Bakal Diberlakukan
LOKASI: Pemerintah tak lama lagi memberlakukan retribusi parkir di tepi jalan umum. Terlihat salah satu lokasi yang menjadi target untuk menerapkan retribusi parkir di Jalan TVRI Nunukan. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bagi warga Nunukan yang menggunakan kendaraan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) harus membiasakanpula membawa uang receh, pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Sebab, pemberlakukan retribusi parkir di tepi jalan umum akan segera diberlakukan. Khususnya kendaraan yang berada di tempat usaha atau toko penjualan yang ada di jalan-jalan utama.  

Rencana pemberlakukan retribusi ini tentunya akan menimbulkan pro dan kontra. Penolakan warga terhadap retribusi ini sudah mulai terlihat ketika petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan menyampaikan wacana tersebut.

“Harusnya yang ada dibayar itu yang ada tempat parkirnya. Ini kok di pinggir jalan juga diambil. Kan, sudah ada pajak kendaraan dibayar setiap tahun,” ungkap Dahlia (35), salah seorang pemilik kendaraan roda dua saat dimintai tanggapan dari media ini soal wacana penarikan retribusi parkir tersebut kemarin.

Menurutnya, jika memang ingin meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah jangan masyarakat kecil yang jadi korban. Seharusnya yang ditarik retribusinya itu parkirnya di rumah makan atau restoran yang mahal dan toko yang berskala besar. Atau di hotel-hotel. Jangan diratakan. Di toko kecil saja diminta. Kasihan warga yang tidak mampu. “Jangan ratakan. Rp 2 ribu itu berat buat kami yang membutuhkan loh pak,” akunya.

Berbeda dengan Dahlia, Anwar warga lainnya justru mendukung. Ia mengaku penarikan retribusi parkir seharusnya sejak lama dilakukan. Karena, hasil retribusi ini cukup besar. Apalagi, perkembangan kendaraan R2 dan R4 cukup pesat di Nunukan ini. Jadi, wajar kalau ada retribusi atau pajak. “Masa sih, mampu beli motor atau mobil tapi tidak bisa bayar retribusi. Kan aneh,” ujarnya sembari tersenyum.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan Mahyuddin mengatakan, pro kontra penerapan retribusi ini sudah pasti ada. Namun, apapun alasannya retribusi ini telah memiliki dasar hukum. Yakni, Peraturan Daerah (Perda) nomor 3/2016 tentang perubahan atas peraturan daerah Kabupaten Nunukan nomor 18/ 2011 tentang retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Sehingga, wajib untuk ditarik. “Biasa pro dan kontra itu. Setiap hal yang baru memang begitu. Karena harus penyesuaian. Kalau sudah terbiasa akan menjadi biasa juga nantinya,” kata Mahyuddin saat ditemui di salah satu tempat usaha yang menjadi salah satu titik penerapan retribusi parkir tersebut kemarin.

Menurutnya, tujuan adanya retribusi dan pajak sangat jelas untuk kepentingan pembangunan daerah. Tentunya, akan dinikmati pula secara bersama oleh seluruh masyarakat. Sehingga, pajak dan retribusi ini hal yang patut dilakukan agar penghasilan daerah untuk pembangunan sarana dan prasarana atau fasilitas umum yang selama ini digunakan dapat dirawat dan ditingkatkan.

Sebelum diterapkan, dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Waktunya sampai kapan, akan dilihat. Jika dianggap cukup, maka langsung diterapkan. Soal petugas yang menariknya, akan disiapkan nantinya. Yang jelas, retribusi ini wajib diberlakukan seperti yang telah dilakukan Kota Tarakan.

 “Saat ini kami masih sosialisasi dulu. Setiap warga yang parkir kami sampaikan pemberitahuan ini. Nanti, kami harap informasi akan terus sampai ke warga lainnya juga melalui warga yang sebelumnya disampaikan,” pungkasnya. (oya/zia)


BACA JUGA

Senin, 27 Mei 2019 12:09

Puluhan Desa Terancam Tak Terima ADD

NUNUKAN – Dari 232 desa yang dimiliki Kabupaten Nunukan, hanya…

Senin, 27 Mei 2019 12:00

Ikut Mudik, Kadang Lewat Jalur ‘Samping’

NUNUKAN – Kebiasaan pekerja buruh migran Indonesia (PMI) yang ingin…

Senin, 27 Mei 2019 11:59

Daya Beli Rendah, Tapi Klaim Penghasilan Warganya Tinggi

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid tak menampik…

Senin, 27 Mei 2019 11:54

Mudik dengan Kapal Swasta Masih Normal

NUNUKAN – Arus mudik mulai terlihat di Pelabuhan Tunon Taka,…

Senin, 27 Mei 2019 11:51

Kurir Akui Simpan Sabu Dalam Perut

NUNUKAN – Seorang kurir narkotika golongan satu jenis sabu yang…

Senin, 27 Mei 2019 10:36

Sulit Koordinasi, Bupati Akui Kecewa

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengaku kecewa…

Senin, 27 Mei 2019 10:35

Lonjakan Penumpang Baru 10 Persen

NUNUKAN – Mendekati hari raya Idulfitri, belum ada lonjakan penumpang…

Senin, 27 Mei 2019 09:46

PMI Diprediksi Lebaran di Rusunawa

NUNUKAN – Sejumlah pekerja buruh migran Indonesia (PMI) hingga kini …

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Puluhan CJH Terancam Batal Berangkat

NUNUKAN – Meskipun dapat tambahan kuota sebanyak 200 orang, namun…

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Makan Kue Bersama Usai Tarawih di Masjid

NUNUKAN - Warga perbatasan di Sebatik punya tradisi lain di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*